Pengikut

Selasa, 01 Februari 2022

BUAH HATI YANG TELAH PERGI


 

Mendung kelabu menutupi istanaku. Hujan deras membanjiri seisi rumahku. Gadis kecil yang lucu, putih dan montok kini terbujur kaku. Takada lagi senyum di wajahnya, takada lagi tangis di bibirnya dan takada lagi gerak lucu yang selalu membuatku rindu. Semua telah kaku. Dan aku hanya bisa menatapnya tak berdaya, air matakupun tak bisa terbendung membasahi kedua pipiku. Sebagai seorang ibu, aku merasa tak dipercaya untuk bisa memelihara rejeki yang telah Allah berikan. Sejuta penyesalan datang tak kunjung padam. Aku hanya bisa menangis..menangis dan menangis

Nak, Sang penguasa alam semesta, pencipta kita semua hanya menakdirkan dirimu hadir menemaniku di dunia ini selama 20 hari. Yah…hanya  20 hari  tepatnya dari tanggal 18 maret hingga 6 April 2007. Tanggal yang seharusnya kita bersiap-siap karena besok adalah hari ulangtahun Papahmu yang ke-36, ternyata tahun ini ulangtahunnya diisi dengan duka yang tiada terkira. Kami terpuruk Nak, kami tak pernah menyangka, jika kejutan yang akan kau berikan di hari sebelum ulangtahun papahmu adalah kepergianmu.

Padahal selama 9 bulan kamu bermain di rahimku dengan aktifnya, kutunggu hadirmu di dunia ini dengan penuh kerinduan. Namun sayang, takdir berkata lain. Dan aku sekeluarga  harus mengikhlaskannya.

Faiqatuzihni Zulfa Ulya Mufidah, kuberi namamu dengan penuh kasih sayang dan cinta luar biasa. Banyak impian yang telah aku rangkai indah untukmu jika  besar nanti. Kini harapan tinggal impian, kau pergi meninggalkan kami semua dengan luka  tak berkesudahan.

Hari itu tepatnya 17 Maret 2007. Aku masih berada di lapangan sepakbola mengawasi anggota persit kompi cheetah yang sedang bertanding kasti. Kuselalu berdoa agar mereka bisa menang dan bahagia sehingga nama kompi kami menjadi juara. Serangkaian lomba  menyambut ulangtahun persit kartika Chandra kirana ke-61 telah kami lewati, dan beberapa diantaranya menjadi juara ke-1. Sorak sorai kebahagiaan mengiringi kemenangan kompi kami.

Mungkin karena selama seminggu ini aku terus di lapangan, badanku kelelahan dan jabang bayi di perutkupun ingin ikut merayakan kemenangan kompi kami. Tepat pukul 1.30 wib  malam. Perutku mulas, kubangunkan  suamiku.

“Pah, perut mamah  mulas sekali, “kataku sambil merintih kesakitan.

“Emang sekarang udah berapa bulan,”Tanya suamiku

“Sembilan bulan, perkiraan emang tanggal 20an kata bidan juga,”jawabku.

“Sebentar,  “kata suamiku sambil mengambil HT dan menghubungi orang kesehatan serta Bamin Kompi.

Taklama kemudian, tentara bagian kesehatan datang mengecek kondisiku.  Disusul oleh Bamin (bagian administrasi di kompi) yang membawa paraji, Mak Yayah namanya. Mak Yayah kemudian mengecekku dan dia tersenyum, sambil berkata,”sudah pembukaan dua neng, kayaknya nanti siang.”

“Benarkah mak,”tanyaku bahagia.

Tentara bagian kesehatan langsung memanggil supir bagian ambulan dan membawanya ke rumahku. Pukul 2.00 wib malam suasana rumahku ramai oleh tentara bagian kesehatan, bamin, paraji dan anak-anakku yang terbangun karena berisik. Kusiapkan perlengkapan persalinan yang hendak aku bawa. Dan aku ijin untuk melaksanakan sholat tahajud sebelum waktunya tiba.

Aku tinggal di kesatriaan batalyon 303 Cikajang Garut,  jauh dari rumah sakit dan fasilitas kesehatan masih minim, sehingga kalau ada apa-apa yang urusannya dengan ibu hamil, maka bidan dan parajilah yang diturunkan. Dan jika kondisi tidak memungkinkan, baik ibu hamil maupun orang sakit akan di rujuk ke rumah sakit yang letaknya di kota garut. Sekitar 40-60 menit perjalanan.

Selesai Tahajud, Mak Yayah kembali mengecekku dan ternyata sudah pembukaan lima dan disarankan segera dibawa ke rumah sakit Talun/Kesrem Garut. Ambulanpun langsung dinyalakan dan kami berangkat ke garut, sementara anak-anak dititipkan ke tetangga. Inilah kehidupan kami di asrama tentara, walaupun kami tidak bersaudara, berbeda asal daerah akan tetapi rasa kebersamaan diantara kami sangat terjaga. Karena kami merasa satu rasa, sebagai istri dari anggota tentara yang siap ditinggal kemana saja dan kapan saja Negara membutuhkan menjaga negeri ini.

Sesampai di rumah sakit, aku langsung masuk ke ruang bersalin. Rasa mulas semakin sering dan luar biasa hingga aku beristigfar tak henti-hentinya. Setiap akan melahirkan, aku selalu berpesan kepada suamiku, agar bisa menjaga anak-anak jika terjadi sesuatu saat persalinanku. Melahirkan adalah fase yang sangat dinantikan. Namun fase ini memiliki resiko besar, mempertahankan hidup dan mati. Selalu ada ketakutan dalam  hatiku, jika kelak aku tiada bagaimana anak-anak dan suamiku, Itulah yang sering terbersit di benakku.

Adzan subuh berkumandang, suamiku ke masjid sebentar untuk melaksanakan sholat berjamaah. Dan saat dia pulang,  aku ijin untuk melaksanakan sholat subuh di samping tempat bersalin. Walaupun dokter dan suster bilang, takutnya sudah tidak kuat, akan tetapi aku memaksa. Aku sholat seperti biasa sambil menahan nyeri.

Alhamdulillah  selesai juga sholatku tanpa gangguan. Kehamilanku yang ketiga ini semuanya dimudahkan, akupun bisa melaksanakan puasa  sebulan penuh di bulan ramadhan tanpa ada yang dirasa. Dan Kehamilanku ini, adalah kehamilan yang ditemani suamiku dari sejak awal hamil hingga melahirkan.

Berbeda dengan anak-anakku yang dua sebelumnya, anakku yang pertama, saat aku hamil mulai 7 bulan, aku tinggal bersama ibuku di kampung yaitu   Manislor Jalaksana kuningan, hanya saat weekend saja suamiku  pulang. Namun saat hendak melahirkan dia cuti, sehingga kelahiranku yang pertama suamiku ada di sampingku. Anakku yang kedua, saat kehamilanku, suamiku sedang sekolah perwira, dan saat melahirkanpun dia tidak berada di sampingku.  Makanya anakku yang ketiga, rasanya istimewa sekali.

Seusai sholat subuh, tak berapa lama perutku kembali kontraksi luar biasa, hingga aku tak kuat menahannya. Pengalamanku melahirkan dua anak sebelumnya, memang tak pernah pecah air ketuban duluan. Begitupun dengan kehamilanku yang ketiga ini, tak ada pecah air ketuban. Saat di cek ternyata aku sudah pembukaan kesepuluh. Dan aku disuruh langsung naik ke tempat tidur, dokter dan susterpun mulai mempersiapkan persalinanku. Kulihat suamiku begitu cemas. Dia tidak berani menemaniku, begitulah dia. Takpernah tahan jika melihatku kesakitan. Kulihat dia menunggu di luar sambil berjalan mondar mandir. Padahal harapanku dia berada di sampingku. Namun apa daya, suamiku memang seperti itu, dia tidak tega melihatku dalam keadaan susah dan sakit.

Pukul 06.10 persalinanpun selesai, aku melahirkan normal. Badanku rasanya lemas sekali. Dalam keadaan antara sadar dan tidak, kutanya suamiku, “Dedenya mana Pah,”tanyaku lirih.

“Sebentar, lagi dibersihkan dulu, “jawab suamiku sambil membelai rambutku dan memegang tanganku.

“Komplit semuanya pah, sehat, “tanyaku lagi dengan suara setengah berbisik

“Alhamdulillah sehat, komplit, “jawab suamiku sambil tersenyum.

Taklama kemudian suster datang dan membawa bayi kecilku yang lucu.” Aku ingin menggendongnya, “pintaku

“silakan bu, “jawab suster.

“Ibu, bayinya mau diberi asi atau susu formula dulu, “Tanya suster.

“Asi aja sus, “jawabku.

Suamiku membantu membangunkanku agar bisa duduk dan menopangkan bantal di belakang punggungku. Kubuka bra yang menutupi payudaraku, dan kuberikan asi kepada bayi kecilku. Dia lucu sekali, mencari-cari puting susuku, dia masih kebingungan.

Bayi kecilku putih, gemuk, sipit dan rambutnya hitam lebat. Diantara dua kakaknya, dialah yang berat badannya lebih berbobot. Kakaknya yang pertama Anggita namanya, saat lahir berat badannya hanya 2,6 kg. Anakku yang kedua Sutan beratnya 3 kg lahirnya premature. Dan gadis mungilku ini lahir dengan berat badan 3,3 kg. Alhamdulillah ya Allah, aku dipercaya untuk mengasuh anak-anakku yang soleh dan solehah ini. Semoga mereka menjadi anak-anak yang berbakti dan berguna bagi nusa bangsa agama dan orangtua. Amin, “ucapku dalam hati tanpa sadar sambil meneteskan air mata bahagia.

Setelah minum asi, anakku langsung tidur. Dan suster memintanya agar ditidurkan di box bayi. Namun, aku tak mengijinkan. Aku takut anakku ada yang menukar atau diambil orang seperti di sinetron-sinetron. Aku tidurkan anakku di sampingku. Dan suamiku menyuapiku makan.

Setelah melihat aku dan anakku tenang, suamiku ijin pulang dulu hendak melihat anakku yang dua yang ditinggalkan di rumah dan akan membawanya ke rumah sakit, untuk melihat adiknya yang baru lahir.

“Papah ke rumah dulu yah, lihat kakak dan abang takut kenapa-kenapa,”kata suamiku.

“iya, jangan lupa ari-ari dan  kain bekas lahiran bawa pulang, minta tolong mak yayah aja membersihkannya sekalian, “kataku.

“iya, “jawab suamiku.

Suamiku pergi dan menutup pintu kamar, sementara aku tak terasa ketiduran. Mungkin karena lelah setelah berjuang melahirkan bayi kecilku ini.

Tak terasa, waktu terus berjalan. Pukul 14,00 wib, suami dan anak-anakku datang. Mereka sangat senang menyambut adik barunya. Aku pun tersenyum melihat tingkah mereka.

Karena aku melahirkan normal, dan kondisinya sehat, dokter memperbolehkan aku dan bayiku pulang cepat. Suamikupun menelpon petugas kesehatan Batalyon 303 memberitahukan jika kami bisa pulang.

Sambil menunggu ambulan tiba, akupun makan di suapi oleh anakku yang kedua, abang Sutan. Aku terharu melihat kasih sayang yang dia berikan, semoga dia selamanya akan menyayangiku hingga aku renta kelak.

Mobil Ambulanpun tiba dan kami pulang ke rumah. Alhamdulillah, banyak tetangga yang berdatangan menjenguk bayi kecil yang menggemaskan ini.

Bayi kecilku, diberi nama Faiqatuzihni zulfa ulya mufidah dengan harapan semoga gadis kecilku ini menjadi anak yang berakhlak mulia dan menjadi anak pintar yang solehah. Amin.

Hari berganti hari, tak terasa tiga hari sudah anakku terlahir kedua ini. Kata Mak Yayah, mumpung masih kecil, segera ditindik dan dipasangkan anting-anting karena bergitulah ilaharna jika gadis kecil dilahirkan. Pasti akan ditindik telinganya dan dipasangkan perhiasan.

Begitupun dengan dede Faiqa, telinganya ditindik oleh Ibu bidan Siti, dia menjerit kesakitan. Hingga hatiku terbawa sakit. Tak tega mendengar tangisannya. Namun apadaya, adat telah menjadi suatu kebiasaan.

Hari ketujuh, kami mengadakan acara syukuran kelahiran yaitu aqiqah, seperti umumnya melahirkan anak perempuan, maka satu kambing dipotong dan dibagikan ketetangga semuanya. Begitupun dengan keluargaku, mengadakan acara yang sama. Ibu dan mertuakupun hadir, dan ikut membantu memasak beserta ibu-ibu kompi cheetah dan kompi banteng. Ramai sekali suasana rumahku, ada gelak tawa dan senda gurau menceritakan saat-saat mereka kemarin-kemarin berjuang dan bertanding kasti, bola volley, senam, tumpeng, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hymne persit. Seru sekali, dan akupun ikut nimbrung sambil membantu memasuk-masukan hidangan ke dalam kotak berekat berisi makanan yang akan dibagikan. Acara dilanjutkan dengan pengajian dan pengguntingan rambut sebagai rangkaian prosesi acara aqiqah yang dipimpin oleh ustadz ujang yang ada di batalyon 303.

Setelah prosesi acara pengajian, tamu-tamupun pulang. Tinggallah kami sekeluarga bersama ibuku dan ibu mertuaku.  Namun merekapun besok harinya pulang karena mereka mempunyai pekerjaan di kampungnya.

Hari-hari berjalan penuh dengan kebahagiaan. Setiap hari De Faiqa menunjukkan perkembangannya. Pipinya makin gembil, sehingga makin jelaslah sipit matanya karena terdesak oleh pipinya yang tembem.

Hingga suatu hari tepatnyaitu tanggal 5 April 2007, suamiku menjadi  petugas piket di batalyon sehingga tidak tidur di rumah. Sementara itu lampu mati sejak magrib hingga pagi menjelang. Rumahku yang biasa terang benderang oleh lampu menjadi temaram.

Kesatriaan 303 Cikajang Garut merupakan tempat bercuaca dingin. Sehingga setiap rumah pasti memiliki pemanas air, bahkan ada yang memiliki pemanas ruangan. Kami tidak mempunyai pemanas ruangan makanya  oleh tentara bagian PIMU yaitu  Pak Rahmat dibuatkan rangkaian papan balok yang bisa dipasangi lampu 100 wattan sebanyak 3 buah. Lumayan cukup menghangatkan ruangan kamar anakku agar tidak kedinginan.

Saat Dede Faiqa lahir, balok lampu yang biasa ada di kamar anakku yang dua, kupindahkan ke kamarku, sehingga bayi kecilku tidak kedinginan. Namun sayang  malam itu karena mati lampu, ruangan kamarkupun menjadi terasa dingin. Aku hanya menggunakan  lampu emergency saja, takada kehangatan. Anakku yang dua sudah tertidur pulas begitupun dengan Dede Faiqa.

Namun, perkiraanku rupanya salah. Sepertinya Dede Faiqa kedinginan hanya saja aku tidak mengerti. Aku hanya menyelimutinya saja dengan selimut tebal, akan tetapi  semalaman  dia diam saja, Kubangunkan untuk minum Asi, namun dia tidak lapar sepertinya. Aku kembali tertidur. Hingga pagi tiba. Kulihat bayi kecilku, mengapa dia tumben tidak menangis meminta minum  asi. Kuangkat tubuhnya, dia lemas sekali. Aku bingung. Taklama kemudian suamiku datang dan menanyakan mengapa aku  menangis dan seperti kebingungan.

“Mas, dede mas, dia lemas sekali,”kataku sambil menangis. Suamiku langsung masuk ke kamar dan melihat Dede Faiqa.

“Suamiku langsung memanggil petugas kesehatan dan meminta tolong Bamin memanggil Mak Yayah. Tak lama kemudian petugas kesehatan mengecek kondisi Dede Faiqa, begitupun dengan Mak Yayah. Dan mereka mengusulkan agar kami segera membawanya ke rumah sakit.

Sambil bersiap-siap aku perhatikan terus anakku, dan tiba-tiba dia mengerang seperti kesakitan, tubuhnya membiru dan kejang. Aku teriak sambil menangis.

“Maaaaaas,….dede mas, “teriakku histeris.

Suamiku  yang sedang mengobrol dengan Bamin berlari ke kamar dan memanggil ambulan agar segera datang. Ambulanpun datang dan kami bersiap ke rumah sakit. Anakku yang dua kembali ditinggalkan dan dititipkan ke tetangga.

Sesampai di rumah sakit, anakku langsung di bawa ke IGD, dan ditangani oleh dokter. Tangannya di infus dan diberi pipa oksigen ke hidungnya. Aku tak tega melihatnya. Gadis kecilku yang putih dan montok, kini terbaring kesakitan, sementara aku tak tahu apa yang  harus aku lakukan, dan apa yang telah terjadi padanya. Aku hanya bisa menangis saja.

Beberapa saat kemudian,  Alhamdulillah dia sudah terlihat tenang. Petugas kesehatan dari Batalyon 303 menanyakan kondisi anakku.

“Bu, bagaimana keadaannya? Apa perlu dirujuk ke Dustira Bandung,”Tanya Om Iman.

“Kata Dokter sudah bisa ditangani dan sebentar lagi masuk ruangan, sekarang lagi disiapkan, Jawabku.

“Syukurlah,  kalau begitu kami pulang dulu yah bu, Dan, “Kata Om Rudi, supir ambulan

Tak berapa lama kemudian, suster bilang jika ruangan sudah siap dan kami bisa pindah ke kamar. Kamipun bergegas ke kamar. Setelah pindah ke kamar, aku mulai tenang dan ijin ke suamiku ingin mandi dulu karena dari pagi belum mandi.

“Mas, jagain dede yah, saya mandi dulu,”ucapku.

‘Iya,”jawab suamiku.

Selesai mandi kusuruh suamiku sholat jumat, tapi dia bilang ingin di sini saja. Biar sholat di sini saja. Aku baru teringat jika aku tidak membawa pembalut, tissue dan perlengkapan  lainnya. Setelah suamiku sholat, aku minta tolong dia belanja dulu ke supermarket.

Pergilah suamiku ke supermarket sekalian membeli makan siang. Karena lapar dari pagi tidak sempat makan dulu. Saat suamiku tidak ada, aku bersih-bersih kamar, dan tiba-tiba ada petugas kesehatan yang datang dan mau menyuntik anakku, tapi katanya harus di tes dulu suntikannya takut alergi, dan tangan yang telah disuntiknya itu diberi tanda lingkaran. Aku menurut saja.

Tak lama kemudian, anakku kejang lagi. Aku kaget sekali, sementara suamikupun takada, bagaimana ini. Aku berlari sekencang-kencangnya ke ruang IGD sambil membawa anakku yang membiru dan kejang. Luka bekas  melahirkan tak kurasakan, orang-orang yang melihatkupun tak aku perhatikan. Aku hanya ingin agar anakku segera ditolong.

Namun sayang, ternyata dokter jaga hari itu sedang keluar menjemput anaknya sekolah. Lalu bagaimana dengan anakku yang sedang kritis, yang dia bilang tadi sudah stabil keadaannya.

Anakku kembali diperiksa, denyut jantungnya mulai melemah dan di tempelkan alat penghentak jantung, aku sudah berteriak-teriak ketika suamiku datang, Diapun kaget, mengapa sampai terjadi demikian. Berulang kali alat penghentak jantung  itu dicoba ditempelkan di dada anakku. Namun takdir berkata lain, ku lihat jari-jari  kaki anakku ada gerakan biru yang berjalan merayapi kakinya, pahanya, badannya dan terakhir detak jantungnya,……dan tuuuuut ……..bunyi alat pengecek detak jantung, yang menandakan jika jantung anakku berhenti.

Suamiku yang sedang mengaji terus mengaji semakin keras, menahan tangis. Aku terpaku di samping anakku yang sedang diambil ruhnya oleh yang maha kuasa. Ku terduduk lemas, takada kata yang bisa kuucapkan selain airmata yang terus berderai.

Anakku buah hatiku, walau kau telah tiada, akan tetapi kenangan indah bersamamu akan terus terkenang di hati ayah  ibu dan kakak-kakakmu. Semoga kamu bahagia di alam sana bersama sang kuasa yang lebih mencintai dan menyayangimu.

Suamiku langsung memberitahu Bamin di kantornya, keluarga dan ambulan. Baminpun datang bersama ustadz ujang, anakku langsung dimandikan dan dikafani. Aku masih diam terpaku dalam kesakitan hati yang begitu dalam. Anakku, kamu benar-benar ditemani papahmu dari mulai hamil,lahir hingga meninggal.

Senin, 31 Januari 2022

7. Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

Nama                : Lilis Ernawati
Pertemuan        :    7
Waktu              :  Senin , 31 Januari  2022 
Pukul                : 19 wib s.d selesai
Moderator        : Ibu Aam Nurhasanah
Narasumber     : Ibu Prof. Richardus Eko Indrajit
Judul                : Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu




 Duuuh,...saat pertama melihat wajahnya dipampangkan, hatiku langsung berdebar-debar. Karena beliau ini adalah orang yang luar biasa. Saya pertama melihat beliau di grup 21 tapi saat itu zoom langsung. keren. Dan di grup ini dikisahkan lagi pengalaman beliau secara mendetil

Acara ini dibuka oleh Ibu Aam dengan memperkenalkan sosoknya yang luar biasa, dan rasa bangganya   karena bisa berduet dengan beliau. jelas bikin ngiriiii

Selanjutnya acara ini dilanjutkan dengan berbagi pengalaman oleh Prof Eko, sehingga kita bisa tertantang dan bersemangat untuk menulis. 

Ternyata begitu hausnya beliau terhadap ilmu IT sehingga buku-buku yang berkaitan dengan IT beliau habiskan semua di buat resumenya, semata-mata untuk memudahkannya dalam mengajar dan membantu mahasiswanya agar menjadi pintar. Semoga niat baiknya mendulang pahala yang luar biasa.

Aku benar-benar tertarik untuk bisa seperti beliau. Tinggal mencari ide yang otentik dan menggelitik sehingga orang-orang melirik hasil tulisan tanganku.

Inilah beliau dengan segala kelebihannya.


Kebaikan beliau dalam menghimpun mahasiswa dan mendorongnya menulis buku, merupakan bukti nyata jika beliau selalu ingin berbagi ilmu dan hasilnya luar biasa. Awalnya sekedar ingin menulis demi kemudahan mahasiswa lainnya dalam belajar, malah berbuah manis. Buku-buku yang diterbitkan bersama mahasiswanya menjadi buku-buku best seller yang memang dibutuhkan oleh mereka para pencinta IT.

 Ini luar biasa, dari satu orang bisa mengajak 20 orang, terbayangkan, jika dari 20 orang masing-masing minimal mengajak 10 orang untuk menulis, berapa ratus orang penulis Indonesia yang bisa tumbuh seperti rumput ilalang yang tumbuh tanpa ada halangan. benar-benar keren

Dari pengalaman yang dibagi oleh Prof. Eko, aku yang awalnya mundur maju, rasanya ingin menembus batas nalar yang kumiliki. Semoga Allah meridhoi dan menakdirkanku untuk semua itu. Kuniatkan semata-mata untuk mempermudahkan diriku mengajar dan murid-muridku belajar, karena rejeki pasti mengikuti. Itu yang aku tangkap dari pengalaman Prof Eko.

Karya tulis beliau pertama yang berisi terjemahan diagram-diagram materi IT beliau satukan menjadi buku  Bunga Rampai yang isinya artikel dan seputar IT menunjukkan, jika usaha tidak akan membohongi hasil. 

Hal itu terbukti, jerih payahnya selama ini berbuah manis. Banyak orang yang merasa memerlukan ilmu dari berbagai sumber buku, akan tetapi mereka tak sempat untuk meringkasnya dan ada pula yang tak sanggup membeli bukunya. Namun berkat bantuan beliau semuanya bisa di dapatkan. takjub, mereka bisa dapatkan kumpulan ilmu dari satu buku.

Pengalaman menjadikannya semakin tertempa sehingga beliau bisa menjadi seorang penulis yang handal dan memiliki nilai jual tinggi. Hal itu membuat para penerbit meliriknya dan ingin menjadikannya sebagai penulis andalan perusahaannya. Semoga ilmu semacam ini bisa menular kepada kita semua.

Dan jelas dari ceritanya, kebanggaan bagi Prof Eko ini adalah beliau bisa mewujudkan keinginan ayahnya menerbitkan buku yang isinya adalah ilmu yang dimiliki oleh ayahnya yaitu di bidang logistik. Ini merupakan warisan berharga seorang ayah kepada anaknya. Dan itupun dilanjutkan oleh Prof Eko yang menghasilkan banyak karya untuk warisan para penerusnya, baik itu anak-anaknya, murid-muridnya maupun kita yang menjadi audiens dalam kegiatan webinarnya.

Acara selanjutnya adalah tanya jawab.

1. Ibu Vivien, menanyakan tentang, hal menarik apa yang dilirik oleh penerbit mayor? 

Prof  Eko menjawab bahwa,"biasanya yang dilihat oleh penerbit mayor ada dua hal utama, yaitu KONTEN ATAU JUDUL YANG MENARIK (yang sedang menjadi tren pemincaraan) dan PENULIS YANG DIKENAL (karena memiliki track record bukunya laku di pasaran). Salah satu dari dua itu dapat menjadi pertimbangan, tetapi kalau ada dua-duanya akan menarik bagi penerbit mayor untuk mempublikasikannya dalam bentuk buku fisik maupun e-book."

2. Bu Siti Rohani menanyakan, jika beliau mengajak muridnya menulis, apakah Dia sekaligus menjadi editornya? dan bagaimana mengajaknya, karena guru lain kurang setuju?

Prof Eko menjawab, " Ini adalah ide dan gagasan yang bagus. Untuk level SMP, sebaiknya memulai menulis dengan hal-hal yang DISUKAI MEREKA, bukan DISUKAI KITA. Fungsi kita adalah sebagai motivator dan editor. Judulnya agar menarik adalah yang sedang menjadi hobby mereka saat ini, misalnya berkaitan dengan keterampilan olah raga, kegemaran membuat animasi, kesukaan membuat mural, kegemaran membuat lagi indie, dan lain sebagainya. Tidak usah dulu berfikir dengan masalah bahasa. Intinya adalah ide-ide mereka tersampaikan dengan baik dan banyak yang menikmatinya. Mulailah dengan membaut artikel-artikel berbasis blog sebagaimana sudah diajarkan oleh Oom Jay. Pada saat pandemi, terjadi gonjang ganjing dalam dunia pendidikan, terutama ketika seluruh satuan pendidikan diminta untuk melakukan PJJ. Isu seputar pelaksanaan PJJ tidaklah mudah, membutuhkan banyak sekali pengetahuan dan keterampilan terkait dengannya. Guru-guru pun dibuat bingung dengan kebijakan “mendadak PJJ” ini. Mereka diminta melakukannya, tanpa dilatih terlebih dahulu karena situasi yang serba darurat."

3. Ibu Widuri Permata AR dari Lombok Barat.  Menanyakan Bagaimana profesor meyakinkan guru-guru yang terlibat kalau mereka mampu menulis selama 2 minggu karena ini merupakan ide gila. Dan apa saja hambatannya?

Jawaban Prof Eko sebagai berikut, "nah kalau pertanyaan bu Widuri ini paling tepat dijaawab oleh Bu Aam selaku pelaku sejarah yang merasakannya sendiri. saya tidak perlu meyakinkan banyak guru untuk terlibat, karena ini adalah keputusan mereka masing-masing. tapi saya memberikan KESEMPATAN bagi mereka untuk terlibat. ada atau tidak ada guru yang mau terlibat tidak masalah bagi saya, karena yang akan menjalani manfaatnya adalah guru ybs. jadi saya santai saja. guru-guru yang berhasil menjadi penulis adalah yang memang memiliki dorongan semangat untuk menggapai cita-cita pribadinya. seperti bu Aam dan teman-teman yang impiannya sederhana, melihat namanya terpampang pada sebuah buku, yang dipamerkan dan ditawarkan di toko-toko buku sekelas Gramedia dan Gunung Agung. benar begitu bu Aam? hehehe..…

Dan Ibu Aam menambahkan jawaban Prof Eko, "sama halnya dulu ketika kita naksir seseorang. rintangan dalam bentuk apapun kita akan libas demi cinta kita kepada ybs. tapi kalau kita naksirnya hanya sekilas, maka ketika mendapatkan tantangan kecil, langsung mundur. jadi keinginan menulis harus dipicu dari dalam hati, motivasi diri...... "

Prof Eko menambahkan lagi, "Maka pada tanggal 20 Maret 2020, di hari kelima PJJ, saya memutuskan menjadi seorang Youtuber. Semua ilmu yang saya miliki terkait dengan PJJ, dari hasil saya studi di Universitas Negeri Jakarta, saya sampaikan kepada seluruh masyarakat pendidikan melalui EKOJI CHANNEL. Secara berkala, SETIAP HARI, saya membahas satu isu seputar pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. EKOJI CHANNEL pun mulai disubscribe komunitas guru dan dosen di Indonesia.. Pada saat ini, telah terdapat ratusan judul-judul menarik terkait dengan pendidikan moderen yang dapat dinikmati melalui kanal youtube ini. Kisah baru lagi muncul ketika saya diminta sahabat saya Oom Jay untuk sharing dengan guru-guru se-Indonesia mengenai bagaimana caranya menimbulkan kegemaran menulis. Saya diminta untuk mengajar seperti sekarang ini melalui wa. Entah bagaimana, ketika sedang mengajar, inisiatif masa lalu ketika membantu mahasiswa UAD timbul kembali - akibat banyak guru yang menanyakan bagaimana cara memulai menulis dan tema apa yang sebaiknya ditulis. Saya berikan tantangan ketika itu sebagai berikut. Setiap guru yang memiliki cita-cita untuk menjadi penulis buku mayor, saya minta untuk mendaftarkan diri. Saya menjanjikan mereka bisa membuat draft bukunya dalam waktu 2 minggu. Bagaimana hal itu dimungkinkan? 

Berikut adalah langkah-langkah menulis dalam dua minggu.

1.  kunjungilah EKOJI CHANNEL, dan carilah sebuah konten/tema yang menarik bagi anda.

2.  Langkah kedua, tulislah APAPUN YANG SAYA KATAKAN dalam channel youtube tersebut ke dalam bentuk tulisan.

3.  strukturkan pembahasan saya tersebut dalam bentuk 5W1H - apakah judulnya (WHAT), mengapa judul tersebut penting (WHY), siapa yang membutuhkannya (WHO), dimana judul tersebut dapat diimpelemntasikan (WHERE), kapan menerapkannya (WHEN), dan bagaimana mengimplementasikannya (HOW).

4.  memperlihatkan draftnya ke saya agar dapat saya teliti dan komentari.

5.  saya meminta guru terkait MEMPERKAYA pembahasan dengan menambahkan kontennya dari sumber-sumber refrerensi lain. Saya ajarkan caranya mencari dan mendapatkan referensi tersebut.

kelima langkah ini saya minta lakukan dalam 2-4 minggu. Apapun hasilnya saya minta diberikan kepada saya di akhir bulan. Setelah jadi bukunya (biasanya saya minta minmal 100 halaman), saya serahkan draft ini ke Penerbit ANDI Yogyakarta sebagai mitra PGRI dan EKOJI CHANNEL ACADEMY. 

Dari situ penerbit mayor akan membacanya dan menelaahnya. Biasanya 1-2 bulan kemudian, rombongan guru-guru yang menulis tersebut akan mendapatkan pengumuman terkait dengan SIAPA SAJA YANG BUKUNYA DIPUTUSKAN UNTUK DITERBITKAN dengan revisi minor, atau dengan revisi mayor. Juga keputusan terkait dengan apakah akan diterbitkan dalam bentuk publikasi fisik atau elektronik (keduanya sama-sama prestis). Alhasil hingga hari ini telah berhasil diterbitkan 39 buku di seluruh wilayah Indonesia, dan sejumlah draft sedang ditelaah oleh penerbit.

 Oleh karena itu, tepat pukul 20.00 WIB, saya mengajak anda yang tertarik untuk melakukan hal serupa, untuk melakukannya bersama saya dengan dikoordinasi oleh bu Aam. Untuk kesempatan ini saya membuka batch baru, bernama FEBRUARI ROMANTIS untuk dapat diikuti oleh MAKSIMUM 25 guru-guru yang serius ingin menjadi penulis. Demikian bu Aam sharing saya hari ini. Saya tunggu 25 guru-guru hebat calon penulis untuk berpartisiapsi dalam FEBRUARI ROMANTIS...

Demikian materi yang diberikan Prof Eko dan acara ditutup dengan ucapan beliau, " Doa saya agar anda semua tetap sehat, dan tetap berkarya memajukan dunia pendidikan di tanah air. Terima kasih bu Aam yang selalu bersedia menjadi penyemangat kita semua. Saya belajar banyak dari bu Aam dan teman-teman. Selamat malam dan sampai jumpa di FEBRUARI ROMANTIS"

Minggu, 30 Januari 2022

Tantangan Menulis Puisi 2.0 dari Cak Inin

       



Persimpangan Durjana

Luka lama
Tiada sirna
Walau waktu
Terus mendera
Aku dipersimpangan
Durjana
Terbelenggu rindu
Dalam nafsu
Terjerat dendam dalam
Luka Cinta
 
 
Candu Rindu
 
Rona bahagia
Kau tebarkan
Melewati zona
kehampaan
Aku disini
Terkikis ilusi
Terjerat rindu
 dalam candu
Terbuai cinta
Dalam dekapan mesra
 

 Penantian Tiada Akhir

 
Denting kastil
Merintih  sedih
Menjerit lirih dalam sunyi
Menanti kekasih hati
Yang urung kembali
Tepati janji
Aku di sini menanti

                                                                                                                                         

Hadirmu Tak Kunanti
 
Lelah kami disini
Menanti kau pergi
Gundahku dalam mimpi
Berangan meniti hari
Tanpa hadirmu Covid
Yang membuatku
Menutup diri, kini
 

Ibu

 
Dalam peluhmu
Ada harap
 Tiada Berujung
Dalam sujudmu,
Ada doa dan syukur
Perjuangkan anakmu
 dari kufur
Pertahankan hidupmu
Hingga kubur

 



Sabtu, 29 Januari 2022

Cibulan Tempat Berenang yang Mengasyikkan

 Cibulan, Tempat Berenang yang Mengasyikkan


Kebersamaan bersama keluarga adalah kebahagian yang tiada tara. Karena diantara mereka ada cinta dan ikatan darah yang takbisa dipisahkan oleh apapun juga selain kematian. Inilah aku bersama keluargaku dalam mengisi kesengganganku dan melepas lelah dari kesibukanku.


Bermain air, berenang-renang di cibulan bersama ikan kancra bodas atau disebut ikan dewa, merupakan sensasi tersendiri. Walau besar-besar dan menyeramkan, akan tetapi mereka tak pernah menggigit ataupun mengganggu kami yang sedang berenang.

Dengan kemampuan renang yang tak seberapa, kuraih ban dan kubawa mereka ketengah kolam, agar terbentuk keberanian dalam diri mereka yang suatu saat menjadi bekal bagi mereka dalam mengarungi suka dukanya kehidupan.


Ada senyum tergambar di wajah mereka, akan tetapi ada ketakutan menghiasi senyumnya,....tak apa-apa ...takusah takut,"kataku menenangkan.

Ikan di Cibulan besarnya bisa mencapai paha orang dewasa melebihi besarnya bayi, wajahnya seram tapi hatinya baik. Mereka senang sekali jika diberi makan jagung rebus atau apel merah, atau ikan-ikan kecil yang suka dijadikan umpan. Namun perlu di ingat, ini adalah ikan keramat di sini. Jadi jangan coba-coba melanggar pantangan di sini dengan membawanya pulang. Katanya bisa menimbulkan malapetaka.

Ikan-ikan ini berenang dengan asyiknya diantara batu kali yang berserakan di lantai kolam. Semuanya alami, sehingga kolam ini benar-benar jernih. Walau banyak pengunjung yang berenang, akan tetapi ikan ini asyik-asyik saja menikmati suasana air, seakan takpernah terganggu oleh hadirnya manusia di kolam tempatnya hidup.

Cibulan  terletak di di desa Maniskidul kecamatan Jalaksana kabupaten Kuningan Jawa Barat. Cibulan di dalamnya terdapat tiga buah kolam berbentuk persegi panjang berisi air pegunungan yang bening dan sejuk. Dalam kolam kita bisa melihat puluhan ikan kancra bodas (Labeobarbus dournesis) berenang-renang kian  kemari. Ikan-ikan ini cukup jinak. Pengunjung bisa memberi makan dan berenang bersama ikan-ikan itu. Jika penasaran pengunjung bahkan bisa merasakan sensasi dicium ikan-ikan ini, tentunya dengan bantuan seorang pawang. Namun, bagi masyarakat  setempat, ikan-ikan ini bukanlah ikan biasa. Warga biasa menyebut hewan air itu sebagai ikan dewa dan diyakini sebagai jelmaan dari para pengikut Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi. 



“Dulunya tempat ini diyakini sebagai petilasan atau tempat bertapa Prabu Siliwangi. Sebagai raja, saat berada di petilasan beliau juga didampingi para pengiringnya,” ujar sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja. Begitu lekatnya keyakinan ini di masyarakat sekitar Cibulan, sehingga mereka memperlakukan ikan-ikan itu layaknya manusia. “Saat ada ikan yang mati, warga membungkus ikan mati itu dengan kain kafan sebelum dikuburkan,” tambah Mustaqim.

 Keterangan Mustaqim itu dibenarkan Badra, seorang pemandu wisata lokal. Menurut dia, banyak hal menarik di tempat wisata yang diresmikan Belanda pada 1935 itu. “Hal menarik lainnya adalah ikan-ikan ini tak pernah bertambah banyak atau berkurang. Jumlahnya tetap selama bertahun-tahun,” kata Badra. Badra mengakui, memang belum ada “sensus” untuk menghitung jumlah ikan-ikan tersebut. 

Namun secara kasat mata, jumlahnya tak berubah. Di Cibulan terdapat tujuh mata air yang diyakini warga setempat memiliki berbagai khasiat, nama sumur itu adalah sumur Kejayaan, Keselamatan, Pengabulan, Kemulyaan, Cisadane, Cirencana dan Kemudahan. “Semua dipercaya ada khasiatnya. Pengunjung bisa cuci muka, minum dan membawa air ini. Tapi semua akhirnya terserah kepada Tuhan,” kata Badra. 

Ketujuh sumur itu terletak hanya sepelemparan batu dari kolam-kolam ikan dewa. Untuk masuk ke dalam wilayah tujuh mata air itu, pengunjung diminta memasukkan uang sekadarnya ke dalam kotak yang sudah disediakan. Di dalam, Badra menunjukkan jalan ke arah tujuh sumur tersebut. Ternyata dari pintu masuk jaraknya tak jauh dan ketujuh mata air itu terletak sangat berdekatan. Kita akan di pandu untuk mencuci wajah sebanyak tiga kali disetiap sumur tersebut sambal menyebutkan keinginan kita , sumur itu  menurut saya hanya kolam kecil. 

Masih di dekat ketujuh sumur itu, terdapat tempat yang diyakini sebagai petilasan atau tempat bertapa Prabu Siliwangi. Tempat itu juga ramai dikunjungi warga yang menyampaikan permohonannya lewat seorang juru kunci. Tentu saja, jasa sang juru kunci tidak gratis. Pengunjung harus menyisipkan uang sukarela untuk setiap doa yang dipanjatkan.

Kini Cibulan sudah mulai banyak perubahan, tidak sealami dulu lagi, karena disediakan kolam renang buatan buat anak-anak yang takut saat berenang, serta permainan lainnya.

Keasyikan lainnya di Cibulan adalah, setelah lelah berenang, kami makan-makan di bawah rindangnya pepohonan yang sudah beratus-ratus tahun usianya. Pohonnya sudah purba, dengan akar yang menjuntai seperti tali ayunan tarsan, kuat dan kokoh...

Kebahagiaanku bersama keluarga bisa didapat dengan  mudah dan  murah, yaitu cukup menikmati dan mensyukuri alam ini sebagai ciptaan Tuhan yang luar biasa. Semoga keindahan ini akan terus terjaga, sehingga anak cucu kami kelak dapat menikmatinya.

 



WISUDA TAHFIDZ QURAN DI MA MIFTAHUL ANWAR

 

WISUDA TAHFIDZ QU'RAN, MA MIFTAHUL ANWAR


Wisuda merupakan suatu acara yang sangat ditunggu-tunggu, sakral dan pencapaiannyapun penuh pengorbanan baik secara lahir maupun bathin, baik berupa material maupun spiritual. Namun kini kata wisuda seakan bukan sesuatu yang luar biasa lagi, karena anak Paud dan TK pun sudah bisa merasakan wisuda, tidak perlu S1 dulu dan membuat skripsi dulu he,...he....

Begitupun halnya di sekolah kami, MA Miftahul Anwar yang dikepalai oleh Bapak H. Tantan Khoerul Anwar, S.Pd.I setiap akhir tahun pembelajaran kelas 12,  mengadakan wisuda tahfidz Quran. Ini bukan hal yang mudah dan biasa, karena yang harus mereka hapal adalah isi Al-Quran dan kandungannya.

MA Miftahul Anwar memfasilitasi para siswanya agar bisa berhasil menjadi penghapal Al-Quran. Dengan dibimbing oleh guru Tahfidz Quran yang luar biasa yaitu Ustadz Rahmat dan Ustadzah Susan sebagai garda terdepannya dan dibantu oleh guru-guru lainnya yang berkompeten dibidang Tahfidz Quran, antara lain ustadz Dede, Ustadz Rifat dan Ustadz Nasihin. MA Miftahul Anwar terus berbenah diri agar anak didiknya bisa menyebarkan virus-virus cinta Al-Quran kepada semua khalayak di lingkungannya jika suatu saat nanti mereka terjun ke masyarakat.

Dengan Target satu tahun minimal 1 juz, menjadikan siswa siswi MA Miftahul Anwar menjadi terpacu untuk bisa mencapai target tersebut. Kedengarannya memang mudah, akan tetapi dalam kenyataannya luar biasa. Penuh perjuangan, penuh kebosanan bahkan kekesalan jika tidak hapal juga. Namun, Ustadz Rahmat dan Ustadzah Susan beserta guru-guru lain yang membantu, dengan sabar berusaha membimbing mereka hingga mereka merasa senang dengan Al-Quran dan menjadikan "Al-Quran is my Life" dan "I Love The Quran until the end of my life".

Para siswa MA Miftahul Anwar, ada yang saat masuk ke MA Miftahul Anwar belum bisa mengaji, ada juga yang hapalannya baru surat-surat pendek saja. Namun dengan pembelajaran yang terus-menerus setiap hari selama 1 jam antara pukul 7.30 hingga 8.30 . Alhamdulillah, cita-cita madrasah MA Miftahul Anwar membuahkan hasil. Selain pembelajaran Tahfidz Quran yang dimasukkan dalam mata pelajaran utama, MA Miftahul Anwar menyelenggarakan kegiatan Mkhoyam atau kemah bakti yang kegiatannya selain refreshing ke alam terbuka untuk mensyukuri kuasa Illahi Rabby yang luar biasa, kegiatan Mukhoyampun merupakan suatu ajang penambahan hapalan Al-Quran melalui kegiatan murojaah dan Ziyadah sehingga dapat menambah jumlah hapalan yang mereka kuasai. Dan hasilnya luar biasa. Target pencapaian "one year one juz" dalam kenyataannya  pada hasil akhir pembelajaran di kelas 12 target pencapaian hapal Al-Quran 3 juz, ternyata melengceng jauh kedepan. Para pelajar MA Miftahul Anwar banyak yang hapal 5 juz, 10 juz, bahkan hingga 30 juz. ini merupakan prestasi yang sungguh luar biasa, yang membuat siapa saja mendengarnya merinding bulu kuduk dan meneteskan air mata karena rasa haru dan bangga yang luar biasa.

Wisuda Tahfidz Quran merupakan hal yang sangat di tunggu-tunggu baik oleh para siswa, guru maupun orangtua siswa MA Miftahul Anwar. Karena pada saat itu kita akan dipertemukan dengan para penghapal Al-Quran yang keren yang akan menjadi penyebar virus kebaikan. Mereka akan menunjukkan kemampuannya disana. Dan bagi penghapal Al-Quran terbanyak dan terbaik, akan dipanggil ke panggung kehormatan untuk mendapatkan penghormatan dari sekolah. Keren  bukan?...

MA Miftahul Anwar tidak hanya mengedepankan kemampuan materi pelajaran umum saja akan tetapi Kemampuan menghapal Al-Quran benar-benar dikedepankan di sekolah ini. dan inilah wajah-wajah penghapal Al-Quran terbaik di MA Miftahul ANwar tahun pelajaran 2020-2021, dari kiri ke kanan, Nurzaman (5 juz), Ahmad Ihsanuddin (18juz), Zamzam jamaluddin (7juz), Reza Abdul Aziz (30juz), Aisyah Fathniy Rahmatika (24juz), Neulis Anggraeni (7juz) , Shifa Ashliyyah (7 Juz), Tasbita Najma Qaulan Syahiida (14 juz).


Dan bagi penghapal terbanyak mendapatkan apresiasi dari sekolah yaitu dari ikhwan diraih oleh Reza dengan jumlah hapalan sebanyak 30 juz.sekaligus juara umum pada mata pelajaran umum. Hal ini membuktikan jika dengan mempelajari ilmu akhirat,maka Allah akan memberikan kemudahan pula dalam menuntut ilmu dunianya.


Sedangkan dari akhwat di raih oleh Aishah Fathini dengan jumlah hapalan 24 juz.



Barakallah buat anak-anak kami tersayang,....Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk tidak bosan membaca dan menghapal Al-Quran dan terus mempersiapkan generasi-generasi penerus bangsa ini yang cinta Al-Quran. sekali lagi,...Barakallah buat kalian semua, anak didik kami  tercinta. Semoga lelahmu menjadi ladang pahala bagimu yang tiada henti. Amin yra

Jumat, 28 Januari 2022

PUASKAN DAHAGAMU DENGAN SYUKURMU

 PUASKAN DAHAGAMU DENGAN SYUKURMU



Matahari begitu terik terasa membakar kulitku. Panas, gerah dan haus menghujam tenggorokanku. Dengan langkah gontai kuayunkan kaki ini menuju kantor tempat aku akan di wawancarai.

Aku gadis desa yang baru menginjakkan kakiku lagi ke Ibukota ini setelah sekian lama, tak pernah kutelusuri. Dulu, saat aku kecil, pamanku sering membawaku ke kota ini, sekedar untuk pergi jalan-jalan ke Ancol atau ke Taman Mini.

Namun kini suasananya berbeda, ibukota semakin indah, sementara aku semakin gundah karena tak tahu kendaraan apa yang harus aku naiki menuju arah tempatku tes wawancara. Kubertanya kepada kernet mobil angkutan di terminal itu. Alhamdulillah dia mau memberitahuku.

Sesampainya di alamat kantor tersebut, aku terperangah melihat gedung yang begitu tinggi, megah dan mewah. Kulangkahkan kakiku ke dalamnya. Saat baru masuk kantor itu, aku dimintai KTP dan ditukar dengan kartu penunjuk, jika aku adalah TAMU. 

Aku bingung, saat aku lihat, bahwa aku harus tes wawancara di lantai 24. Bagaimana aku menaiki tangga demi tangga yang begitu banyak. Kulihat orang-orang mengantri di depan sebuah pintu yang bertuliskan angka-angka. 

Aku berusaha tenang, dan sebisa mungkin tidak menampakkan diriku sebagai gadis ndeso. Kulihat mereka menekan angka tujuan mereka, akupun ikut serta. Kutekan angka 24. Di pojok ruangan ini, ada sepasang mata melihatku seakan penasaran dengan diriku. Aku diam saja, dan pura-pura tidak tahu. Pamanku bilang, di Jakarta kita tidak boleh percaya kepada siapapun begitu saja, banyak orang jahat di sekitar kita yang bertampang rapi dan keren. 

Saat pintu berbunyi dan angka 24 terlihat mati, aku buru-buru keluar, takut ketinggalan dan terbawa terus ke lantai yang lainnya. Sesampainya di lantai 24, aku menghadap resepsionis dan kukatakan jika akan tes wawancara. Aku disuruh duduk menunggu, diantara sekian banyak orang yang sepertinya sama, akan tes wawancara juga. Namun sekilas aku melihat sosok yang tadi dipojok menatapku, masuk ke ruangan itu tanpa lapor ke resepsionis, malah semua karyawan disitu langsung menundukkan kepala dan mengucapkan salam.

Dalam hati aku menyangka, pasti dia orang yang punya jabatan di kantor ini. Namun saat aku melihat tatapannya tadi, aku sedikit was-was. Tatapannya tajam, dan dingin. menyeramkan.

Satu-persatu, peserta tes dipanggil oleh resepsionis, dan kini giliranku. Aku deg-degan dan was-was. Jantungku berdebar semakin tidak beraturan. Aku berusaha tenang. Kulangkahkan kakiku dengan penuh percaya diri. Saat aku masuk keruangan itu, aku ucapkan salam, dan orang di kursi itupun menjawabnya dengan suara yang hangat, lembut dan penuh kasih sayang. Saat orang tersebut membalikkan kursinya, ......ooh tidak. ternyata dia lelaki itu. Lelaki yang aku kira mungkin saja akan berbuat jahat, tapi ternyata begitu hangat.

Aku masih tertegun berdiri, menunggu dia mempersilakanku duduk. Dan saat dia mempersilakanku duduk, aku berusaha tenang, kutarik napasku berlahan agar aku siap saat  diwawancarai.

Satu demi satu pertanyaan bisa aku jawab, dan dipenghujung wawancara, lelaki perlente ini mengulurkan tangannya dan mengucapkan, "selamat bergabung di perusahaan ini, besok kamu sudah mulai bisa masuk,"ucapnya sambil tersenyum manis.

Ya Tuhan, saat itu jantungku seperti berhenti berdetak, tak percaya menerima takdir ini. Laki-laki yang menyeramkan itu menjabat tanganku dengan lembut dan hangat, dengan senyum manis di bibirnya, sungguh aku terpesona oleh ketampanannya, dadaku sesak sesaat menerima uluran tangannya ini ditambah lagi  berita yang kudengarpun sangat membahagiakanku, oooh,.....aku akan sekantor dengannya....ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya. Namun itu tak mungkin aku lakukan karena akupun masih punya perasaan.

Kubalas ucapannya dengan ungkapan terimakasihku, dan kuijin pulang untuk memberitahukan berita ini kepada keluargaku.

Dengan langkah yang tergesa-gesa, kuhampiri ruangan tadi yang ada angkanya, orang bilang itu namanya lift atau apalah, aku tak peduli. pokoknya aku ingin cepat pulang. Sesampainya di lantai dasar, kuambil KTP ku dan kutukar kartu TAMU itu. 

Aku keluar gedung megah itu, rasanya haus sekali. Kuhampiri penjual kaki lima, akan tetapi, air mineral habis, yang ada hanya teh pucuk saja. Tak apalah, aku bersyukur masih bisa meneguk air ini, walaupun sebenarnya aku tidak begitu suka, akan tetapi air ini telah melepaskan dahagaku dan sesak di dadaku. 

Kuberhentikan angkot jurusan Tanah abang yang menuju rumah pamanku, dan kunaiki segera. Namun sayang, angkot ini sering sekali berhenti. Padahal udara semakin panas terasa. Kubuka jendela angkot dan kukibas-kibaskan tanganku. Panas sekali. 

Karena sering berhenti, perjalananku menuju rumah paman,  lama sekali. Dan yang paling menyebalkan adalah, angkot ini hanya sampai bawah jembatan. Padahal rumah paman berada di ujung atas jembatan. Ya Tuhan, tega sekali bapak angkot ini. Aku yang tidak terbiasa memakai sepatu hak, berjalan dengan perlahan, ada perih terasa di kakiku, sepertinya lecet, akibat sepatunya yang masih kaku karena baru.

Kutelusuri jalanan diantara panasnya siang Ibukota. Haus melandaku, sepanjang jalan itu banyak berjejer kaki lima menjual makanan dan minuman dingin. Duh ,...aku ingin sekali membelinya , ada sisa uang recehan kembalian angkot tadi, Rp 2000,- . ooh,...gakmungkin bisa kudapat minuman itu. Rasa haus semakin menggodaku. Aku berusaha bertahan, karena uang sisa itu adalah uang terakhir untuk  meneruskan naik angkot jurusan Tanah Abang Atas. 

Aku hanya bisa melihat orang di depanku meminum air dingin dengan segarnya, air mineral berselimut embun, eeeehm,...segar sekali sepertinya. tak sadar air liur di tenggorokanku ikut menyusuri lorong-lorong kering yang merindukan siraman air dingin. 

 Andai uang ini aku belikan air mineral gelas, cukup. Namun, aku pulang harus berjalan kaki, hal ini akan menambah luka di kakiku. Kupandang Teh pucuk yang sedari tadi tak kuhiraukan. Sepertinya Teh Pucuk ini merasa bersedih karena dia seakan tak berarti dan takbisa menghilangkan dahaga yang sedang melandaku, ku teguk perlahan, kunikmati setiap tegukan teh pucuk ini,...nikmat sekali. 

Kusyukuri apa yang kumiliki, karena teh pucuk inipun ternyata bisa mengobati dahagaku kini. Biarlah air mineral  dingin itu menggoda pandanganku, karena rejekiku hari ini adalah apa yang aku bisa nikmati , bukan yang sekedar aku pandangi saja. 

6. MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH

Nama                : Lilis Ernawati
Pertemuan        :    6
Waktu              :  Jumat , 28 Januari  2022 
Pukul                : 19 wib s.d selesai
Moderator        : Ibu Raliyanti
Narasumber     : Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd
Judul                : Menulis Buku dari Karya Ilmiah




Jumat akhir di bulan Januari di temani sepinya malam, rintiknya hujan dan rindunya hatiku padamu kuingat jika malam ini ada belajar online di grup belajar menulis. Kubuka laptopku dan ku onlinekan wa ku agar bisa mengerjakan tugas dengan cepat. 

Taaaaapiii sayaaaang,...suuunguuuh sayaaaang, aku malah ketiduran........  Hari ini, aku begitu lelah karena harus pergi pulang Garut Bandung menjemput anakku yang pindahan kosan ke Tasikmalaya dan dilanjut dengan ngajar ke kampus sampe sore. duuh hari yang  luar biasa. Namun  Alhamdulillah Allah masih berikan aku kesehatan dan  kebahagiaan dalam menjalani hari-hariku.

Kubaca kembali wa pembelajaran semalam, ternyata jika kita sudah terlambat, jadinya malas mengerjakan. akan tetapi aku harus kerjakan, kubuang rasa malas ini dengan doa dan harapan agak bisa menambah ilmu, lebih banyak pengalaman, lebih pinter dan lebih humble.

Saat kubuka  wa  grup menulis 23, kubaca ibu Raliyanti sebagai moderatornya. Beliau mengawali kegiatan dengan menyebutkan susunan acara yang akan dibawakan pada malam itu.



 Acara pertama pembukaan dan ibu Raliyanti   dengan doa dilanjutkan dengan memperkenalkan narasumbernya  yaitu Ibu Noralia Purwa Yunita,...uuuh....masih unyu...unyu banget.......tapi pinter

Ibu Raliyanti memberitahu profil Ibu Noralia, dan ternyata bener banget, cute anaknya,....waaah inimah seumuran sama anakku yang pertama, walau beda 2 tahunan..tapi anakku masih manja.



Ibu Raliyanti juga mengirimkan data prestasi yang pernah diraih oleh Ibu Noralia ini.


Adapun data buku yang pernah Ibu Nora buat adalah berikut ini.

Banyak banget yach..memang luar biasa, ibu muda ini....
Malam ini Ibu Nora akan membahas tentang karya tulis ilmiah. wah... nyambung banget nih. Baru kemarin aku di sekolah laksanain ujian KTI di sekolah. Begitupun di kampus, materi semester ini ngebahas tentang KTI juga. Semoga makin menambah ilmuku dan pengetahuanku.

Karya ilmiah adalah kegiatan mengamati dan meneliti yang kemudian hasilnya dituangkan melalui tulisan berdasarkan kaidah penulisan yaitu sesuai dengan Pedoman Umum  Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
Sedangkan menurut Sukohardjono (2007) Karya Ilmiah adalah berbagai macam tulisan  yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah. Dengan kata lain, karya ilmiah adalah  laporan tertulis hasil kegiatan ilmiah.

Menurut Ibu Nora, Berbicara masalah karya ilmiah, rasanya sudah tak asing lagi karena kita sudah membuatnya saat S1 membuat skripsi, S2 tesis dan kelak S3 disertasi dan saat sudah menjadi guru membuat PTK. Kemanakah karya tulis kita? apakah hanya cukup disimpan di gudang saja? hayuuu...dibukukan, supaya ada kenangan. 

 Dengan membukukan karya ilmiah kita, Ada banyak manfaat mengkonversi karya ilmiah menjadi buku, antara lain. 

A. Dapat dibaca oleh masyarakat awam

B. b.Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh

C. c. Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. 

D. Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku

 format penulisan buku dengan format karya ilmiah.

1.  format buku :

- judul

- kata pengantar

- prakata

- daftar isi

- isi buku

- daftar Pustaka

- sinopsis

- profil penulis

Boleh ditambah daftar gambar, indeks,


format KTI pada umumnya :

- judul

- lembar pengesahan

- kata pengantar

- halaman persembahan

- daftar isi

- pendahuluan

- tinjauan Pustaka

- metode penelitian

- pembahasan

- kesimpulan

- daftar Pustaka

- lampiran


CARA KONVERSI KTI menjadi buku

A. Ubah judul

Biasanya, judul KTI menggunakan bahasa ilmiah,  kaki, dan panjang. Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santai dan singkat. Paling tidak maksimal 5-6 kata. 

Sebagai contoh, judul Skripsi "Efektivitas metode SEM berbasis Mind Map untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran Kimia kelas X SMA".

Ketika diubah menjadi judul buku, menjadi :

" Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI ".

lebih singkat, padat, namun tidak mengubah arti dari judul karya ilmiah yang telah dibuat


B. Ubah daftar isi

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 landasan teori

Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika

Bab 4 hasil dan pembahasan

Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)

Bab 1 (why) menjelaskan pentingnya, alasan penggunaan metode itu untuk pembelajaran. Masalah pembelajaran Sains selama ini, dll

Bab 2 (APA) enjelaskan apa itu, karakteristik, ciri khas, dari metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan

Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How ) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.

Sebagai contoh jika bab 2 KTI yang merupakan landasan teori ternyata berisi

2.1. hasil belajar

2.2. media pembelajaran

2.3. Modul

2.4. metode pembelajaran

2.5 pembelajaran berbasis riset


ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu

Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku 

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1. belajar

2.2. permasalahan dalam pembelajaran

2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya


Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1. Pengertian media

3.2. jenis media

3.3. manfaat media

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 mengenal modul 

4.1.pengertian modul

4.2. karakteristik modul

4.3.sistematika modul

4.4. kelebihan modul

Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.

C. Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang. Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu Communications, collaboration, creativity, dan critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemi yang notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua KD yang ada

D. Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja

 E.  Secara kebahasaan dan penyajian, . Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.

F. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya

G. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

H. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit

I. Agar tidak dikatakan self plagiarisme, sebaiknya kita tidak hanya sekedar copy paste KTI kita untuk dijadikan buku. Kita tetap menulis ulang setiap kalimat yang ada, namun dengan tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli. 

Teknik parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku Dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.

Acara selanjutnya adalah tanya jawab

1.  Bu Siti Rohani (lampung tengah)  menanyakan tentang  cara mengidentifikasi masalah dan rumusan masalahnya?untuk BAB 4 Boleh kah 2 siklus 4 kali pertemuan saja?Lama penelitian minimalberapa  bulan?

 Jawabannya :"untuk mengidentifikasi masalah masuk ke Why pada penulisan buku dapat dijadikan alasan mengapa hal itu dilakukan. Rumusan masalah tidak perlu dituliskan dalam bukuUntuk pertanyaan berikutnya, mungkin ini terkait tentang PTK ya ibu, jadi agak beda bahasan dengan materi malam ini. Namun akan saya coba jawab. Jumlah pertemuan dalam penelitian boleh berapapun asalkan sudah dapat menyelesaikan Kompetensi dasar yang dijadikan fokus penelitian. Lama penelitian berbeda tergantung dari skenario pembelajaran yang dibuat oleh masing-masing peneliti. Ini juga terkait dengan instrumen yang dibuat. Baik itu RPP, form penilaian, dsb"


2. ibu  Parni (Wonosari, Gunung Kidul) menanyakan cara mengubah KTI yang sudah 5 tahun lebih dapat diubah menjadi Buku? Bagaimana trik agar mengubah menjadi buku menarik, tanpa mengubah esensi isi KTI tersebut?

Jawabannya : "Diperbolehkan asal daftar Pustaka diperbaharui (minimal 5 tahun terakhir) dan isi dikaitkan dengan kondisi sekarang seperti yang sudah saya jelaskan di poin C. Tujuannya agar isi buku lebih kekinian dan menjawab masalah di masa sekarang. Tulislah kalimat buku dengan bahasa yang sederhana, komunikatif dan lebih memahamkan bagi para pembaca karena KTI cenderung menggunakan bahasa kaku dan ilmiah yang cenderung membuat bosan para pembacanya.."


3.  Seseorang bertanya,"Untuk mengkonvesi KTI kita ke buku apakah boleh di lakukan dengan copy paste tanpa mengetik ulang isinya? Apakah catatan kaki di kti juga dimasukan ke buku?

Jawabannya "Sudah saya jawab di poin I dan 12 silahkan dapat dipahami kembali "😊

Catatan kaki masuk ke isi buku saja ibu,, agar isi buku juga lebih lengkap dan jelas


4. Bu. Rismaya (Pangkal Pinang )menanyakan  tentang  anggapan menulis buku karya ilmiah tdk menarik dan mgkin tdk terlalu banyak peminatnya bila dibandingkan dgn menulis buku2 cerita seperti novel atau buku biografi? Otomatis dari segi keuntungan atau popularitas, penulis buku ilmiah tdk terlalu banyak mendapatkannya.

Jawabannya : "Tiap genre buku baik itu fiksi atau non fiksi, pasti memiliki para pembacanya tersendiri bu.. Buku-buku fiksipun banyak jenisnya, ada novel, kumpulan cerpen, puisi, dll yang biasanya dibaca saat kita ingin relax, memperkuat daya imajinasi, meningkatkan motivasi, atau hanya sekedar hiburan semata. Buku non fiksi pun juga sama, pasti tetap ada pembacanya. Contohnya saja jika kita ingin mengajar, tidak lepas dari bahan bacaan buku non fiksi. Ketika kita ingin membuat PTK misalnya, pasti mencari buku non fiksi. Saya yakin, apapun jenis bukunya, setiap buku pasti akan menemui takdir pembacanya meskipun berbeda jumlah pembacanya. Yang terpenting niat awal kita menulis adalah untuk berbagi, berbagi ilmu, berbagi pengalaman."


5. Saya Marhani dari Tolitoli, menanyakan  tentang cara mudah membuat karya ilmiah yang baik dan yang perlu diperhatikan atau hal apa saja yang penting dalam penulisan karya tulis ilmiah?

Jawaban :"Ide orisinal, menjawab permasalahan yang ada, mudah diaplikasikan atau dibuat, tidak plagiat tentunya. yang pertama pastinya format penulisan, karena biasanya pihak juri akan melihat apakah karya tersebut sesuai aturan atau tidak

- tema juga harus sesuai

- ide orisinal dan unik

- menjawab masalah yang sedang hangat diperbincangkan

- EYD dan PUEBI juga wajib diperhatikan

- referensi atau pustaka terbaru (biasanya pustaka 5 tahun terakhir)


6. Bu Siska, Nagekeo  menanyakan ,tentang  kriteria dalam menentukan judul KTI agar tepat dan menarik

Jawabannya :"Sejauh pengalaman saya, biasanya judul dengan mengubahnya menjadi akronim, masih disukai, contoh : metode SEMMI (SEM berbasis mind map) pada peningkatan atau pengembangan WEBROID  pada mata pelajaran."


7. Widuri Permata AR, S. Pd-Lombok Barat menanyakan tentang  kesulitan  terbesar dalam menulis buku dari KTI? Bagaimana mengatasinya (2) Siapa yang paling mendukung dan memotivasi ibu dalam menulis?

1. Kesulitan terbesar yang saya rasakan dan mungkin ini juga dirasakan oleh yang lain adalah manajemen waktu bu, hehe.. Karena sebagai seorang guru apalagi suami/istri, ada tanggung jawab lain yang harus kita selesaikan. Terkadang saya sudah membuat time schedule, namun itupun saya langgar sendiri 😅.  Semoga tidak ditiru ya.. 🤣🤣. . 

Intinya, konsekuen dan konsisten adalah kunci utama penulisan buku ini bisa selesai tepat pada waktunya. Terkadang keras pada diri sendiri itu perlu jika memang ingin berjaya 😊. 

 Ketika pertama kali menulis buku, tentunya om jay adalah penyemangat saya untuk menulis. Awal mula hanya ingin menulis di BLOG saja, namun ketika prof Eko hadir dan memberikan tantangan menulis buku di penerbit mayor, say…


8. bu Elmi dari Pasuruan -Jawa Timur menanyakan tentang  cara merubah KTI sehingga menjadi buku yang bagus,  trik-trik khusus di luar syarat-syarat perubahan format KTI menjadi buku dan  ada tidak angka kredit untuk pembuatan buku solo dengan karier guru pppk

"Untuk pertanyaan 1 dan 2 sudah saya jelaskan pada poin 11 dan 12 A hingga H. Bisa dibaca kembali bu . Pertanyaan 3, dari sepengetahuan saya karena di sekolah tempat saya mengajar sudah ada guru berstatus PPPK angkatan pertama, semua pengembangan kompetensi dan profesi guru PPPK sangat perlu dilakukan karena dievaluasi setahun sekali. Mungkin mirip dengan pengajuan angka kredit bagi guru ASN. Namun, untuk teknisnya saya juga kurang paham bu. Ditunggu saja aturan dari pemerintah. Namun, tidak ada salahnya berkarya, karena dengan karya akan menambah kompetensi kita, pengalaman, pengetahuan dan teman . Intinya banyak keuntungan lah,, tidak hanya sekadar naik pangkat atau golongan saja"


9. Ibu Yustinus, menanyakan apakah skripsi bisa dijadikan buku?

jawabnya "Bisa ".😊


10. Pertanyaan Pak  Fransisco Xaverius Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB, 

a. Untuk judul bagaimana meramunya agar tidak menjadi seperti plagiat dan menarik. Karena pada PTK sering kali mempunyai kemiripan judul. Apalagi jika mau di cetak ber-ISBN. 

b. Judul adalah halaman muka sebuah buku. Bagaimana agar tidak terlalu angker sehingga bisa dibaca banyak pihak bukan hanya akademisi.

c. Mohon ijin saya sedikit copy paste urutan penjelasan Ibu Nora. Agar bisa melihat maksudnya lebih dalam. Pertanyaan saya : dalam PTK yang di lihat adalah hasil belajar anak-anak. Apakah di buku perlu ditulis nama mereka atau ada saran lainnya?Termasuk tindakan dalam beberapa fase/ siklus.

d. Untuk kajian pustaka apa cukup ditulis dengan PTK kita atau ditambahkan?

e. Bagaimana mengembangkan Bab penutup, PTK, Kesimpulan dan sarat

Jawabannya 

"Bab 1 dan 2 mengenai kiat mengubah judul. 

3. tidak perlu penyebutan nama. Bisa dituliskan bahwa metode ini sudah diaplikasikan dalam pembelajaran di kelas... Dan menghasilkan peningkatan sebesar... %

4. Kalau saran saya ditambah pak agar isi buku lebih kaya dan jelas. Pustaka juga yang terbariu, minimal 5 tahun terakhir

5. Bab terakhir dapat diubah mendi kebihan dan kekurangan kelemahan penelitian yang dilakukan."


11. Ibu Zunnurin Isnaini(Pasuruan) Menanyakan jika KTI dengan judul Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui model Discovery Learning disertai penerapan pendekatan keterampilan proses di kelas IX, maka judul bukunya jika "Efektivitas model discovery Learning dan pendekatan keterampilan proses" Bolehkah? Kemudian bab berikutnya krn hanya tentang belajar, model discovery learning dan pendekatan keterampilan proses, maka bisa ditambah dengan  4C?

Jawabannya  "Untuk judul, mungkin bisa diringkas lagi menjadi belajar IPA dengan discovery learning berbasis keterampilan proses. Betul bu,, mungkin bisa ditambah tentang tinjauan model pembelajaran, jenis model, pendekatan pembelajaran, jenis pendekatan"


12.  Pak Arfan menanyakan bolehkah jika hasil  penelitiannya sudah lama lebih dari 5 tahun?  boleh di buat buku populer? 

jawabannya boleh asal diperbaharui


13. Ibu Faridah Lasanipa (Muna Sulawesi Tenggara) menanyakan jika judulnya  Implementasi Manajemen Kelas Dalam Pembelajaran Al-Qur'an Hadits Pada Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Muna. Bagaimana diubah supaya menjadi judul popular dan singkat?

Jawabannya "Pembelajaran dan manajemen kelas."


14. Ibu  A'am , menanyakan jika file telah usang, terkontaminasi virus dan sudah tidak kekinian lagi bagaimana cara menulisnya agar bisa cepat?

Jawabannya

"Untuk. Pertanyaan ini, mohon nmaaf ibu, saya kurang bisa membantu karena lebih ke teknik kokomputernya. Saran saya, ibu bisa mendatangi tempat service komputer atau ahli komputer untuk menanyakan hal tersebut 🙏🙏. Kalau dari fokus penelitian yang ibu ajukan, saran judul dari saya adalah pengawas sekolah VS supervisi 😊. Jadi yang terpenting di bagian judul adalah apa yang menjadi fokus penelitian kita itulah yang dimasukkan dalam judul buku. Namun bahasanya dibuat lebih kece saja agar tidak cenderung kaku." 

15. Nelwiza dari SMPN3 Tualang, menanyakan tentang cara membuat penelitian untuk suatu karya tulis agar lebih cepat waktunya.

Jawabannya,"Sebenarnya cepat atau tidaknya suatu penelitian tergantung dari skenario pembelajaran yang akan kita rancang. Dan semua itu tertuang dalam RPP. Sebagai contoh, dalam KD 1 semester ini, saya memiliki 4 topik bahasan. Nah, topik bahasan itu selesai dalam 4 kali pertemuan. Itu juga bisa. Ataupun 4 topik menjadi 3 kali pertemuan saja + 1 pertemuan evaluasi akhir. Tidak masalah. Intinya kembali lagi kepada tujuan kita penelitian. Apakah kita hanya butuh data atau hanya butuh angka kredit dari karya itu atau memang berniat memperbaiki kondisi pembelajaran di kelas,, tentunya ini juga akan menentukan cepat tidaknya sebuah penelitian. Namun, saran saya, karena subjek penelitian kita adalah siswa yang kemampuannya beragam, janganlah han…


16. cut nisaul rafiqa dari Aceh menanyakan tentang apakah dalam buku, yang manuskrip hasil analisis dalam skripsi itu boleh dimasukkan atau tidak? karena manuskrip yang saya buat terkandung dua bahasa, bahasa Aceh dengan bahasa Indonesia?Apakah nanti dalam sebuah buku bahasa yang dicantumkan harus seperti bahasa di skripsi, atau bebas memasukkan bahasa yang lain?

Jawabannya: "Wah,, boleh bu dimasukkan contoh skripsinya.

1. Untuk isi buku, bebas bu,, tergantung masing-masing penulis karena gaya tiap. Penulis berbeda. Namun, jika ada bahasa daerah, alangkah baiknya ada translate atau mungkin penjelasan setelahnya. Gunanya agar pembaca juga paham 2. Bahasa buku konversi dari KTI sebaiknya bahasa santai dan komunikatif namun tetap sesuai PUEBI dan EYD yang berlaku."


17. Ibu  Lastika dari kota Pematangsiantar, menanyakan Jika Saat akan menulis, tiba2 tersendat karena ada kerjaan lain, bagaimana agar rencana menulis tidak tertunda-tunda yah buk? 

Jawabannya, "Jika terjadi. seperti ini, akhirnya saya tetap keras oada diri sendiri. Buku tetap sesuai deadline harus selesai. Namun, proses pengerjaan yang ekstra lembur karena kita yang tidak konsekuen dan menunda-nunda penulisan. Agar tidak sering menunda-nunda pekerjaan, bangkitkan kembali NIAT dan motivasi menulis. Berkumpul dengan teman yang punya kesukaan sama bisa memantikkan semangat lagi."


18. Bapak  Mohamad Ashabul Yamin dari Lombok Timur, NTB  memohon kepada narasumber agar materi malam ini ada filenya. 

Jawabannya, "file menyusul."


19. Yustinus Masae menanyakan kalau judul sy Pengaruh Panjang Entries Terhadap pertumbuhan bibit mangga dengan  metode grafting. judul yang menariknya apa?

Jawabannya, "Metode Grafting pada Pembibitan."


20. Ibu Maria (Jakarta) menanyakan masalah berimut ini.

1. Bagaimana prestasi itu diraih pada usia yang masih muda belia

2. Bagaimana memulai karya ilmiah dimulai dari hal yang mudah dilakukan sebagi pemula

3. Bagaimana menjadikan “case siswa” menjadi karya ilmiah (saya sebagai guru BK)

4. Bagaimana cara mengutip pendapat atau teori dari penulis dalam membuat opini

Jawaban narasumber

1. Hehe.. Terimakasih bu atas apresiasinya.. Kalau ini,, tiap akhir tahun saya selalu evaluasi, kekurangan saya apa baik sebagai pengajar, ibu, istri dan pengembangan diri saya. Ini saya jadikan resolusi dan target tahun baru. Namun tetap, ada keluarga sebagai main support saya untuk bisa meraih semua itu bu 😊

2. Ide adalah pintu dari sebuah tulisan. Jika sudah ada ide, maka menulis dapat lancar 

3. Studi kasus dari teknik apa (disebutkan solusi untuk mengatasi permasalahan siswa)  terhadap masalah apa (masalah yang terjadi pada siswa)... 

4. Kutipan ada yang berupa kutipan langsung dan tak langsung. Parafrase, menyimpulkan, meringkas, ini juga termasuk salah satu kutipan sebenarnya

21. Ibu Eni (Pasuruan)  menanyakan Jika Karil nya berjudul  Upaya meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran tematik terpadu dengan metode Permainan lompat tali siswa kelas 1 SDN Wonokerto Kabupaten Pasuruan, kira-kira judul bukunya apa?

Jawabannya ,"Serunya Belajar Matematika dengan Numerasi Kelas."

Demikian serangkaian tanya jawab untuk malam ini, dan acara ditutup dengan doa dan permohonan maaf ibu Noralia yang cantik...terimakasih Ibu cantik atas ilmunya malam ini.....

fiorentia viviane lesmana