Pengikut

Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2022

KUASA WANITA SEPANJANG MASA



KUASA WANITA SEPANJANG MASA

oleh Lilis Ernawati


Kami adalah wanita,  

yang  tercipta dari tulang rusuk pria

Namun bukan berarti hidup kami bergantung pada pria

Dan akan dengan mudah begitu saja dipatahkan


Kami tertunduk patuh pada pria

Namun bukan berarti kami mau dijajah pria

Ketaatan kami semata-mata karena perintah-Nya

Kepatuhan kami semata-mata karena perlindungan dan kasih sayangnya


Kami adalah wanita yang tercipta untuk melahirkan pria

Mengasihi dan menyayanginya hingga tua

Andai takada hormat seorang pria pada wanita, 

Maka  azab Tuhan tak terelakan datangnya


Kami wanita yang terlahir sebagai insan yang mudah terenyuh hati

Bukan lemah, dan bukan pula tak bisa mengerti

Namun kami adalah wanita yang tercipta sebagai pengendali

Yang lebih bermain hati daripada otot dan gigi


Kekerasan hati pria yang kadang membuat luka

Membuat wanita semakin tertantang untuk menunjukkan aksinya

Wanita, dulu dan kini akan terus bertransformasi....

Menunjukkan eksistensi diri dan emansipasi

 

Wanita pemilik tulang rusuk pria

Namun dia mampu mengendalikan dunia

Jangan anggap remeh campur tangannya 

dalam membentuk pria harapan dunia


Karena wanita, pria bisa menjadi penakluk dunia

Karena wanita,  pria bisa menjadi  baik hati dan ramah budi

Karena wanita, pria bisa menjadi kejam, korupsi dan pemain hati

Dan karena wanita pula,  pria bisa menjadi sosok lemah tak berdaya


Jangan anggap remeh wanita dari hatinya

Karena dibalik kelemahan hatinya 

ada benteng penghalang sumber kemenangan

Karena dibalik budi baiknya, 

ada busur berbisa yang siap menancapkannya pada titik sasaran


Wanita, dulu dan kini adalah sama

Ingin meraih dunia dan menaklukannya

Bukan untuk menguasainya

Namun untuk kebaikan keturunannya

Agar apa yang ditinggalkan sejarah sebelumnya

Dapat dilihat oleh semua keturunannya




DALAM BAHASA SPANYOL

EL PODER DE LA MUJER TODO EL TIEMPO

por Lilis Ernawati



Somos mujeres,

creado a partir de la costilla de un hombre

Pero eso no significa que nuestras vidas dependan de los hombres.

Y se romperá fácilmente así



Nos inclinamos obedientemente a los hombres

Pero eso no significa que queramos ser colonizados por hombres.

Nuestra obediencia se debe únicamente a Su mandato.

Nuestra obediencia es únicamente por su protección y cariño.



Somos mujeres creadas para dar a luz hombres

Ámalo y cuídalo hasta que sea viejo.

Si no hubiera respeto de un hombre por una mujer,

entonces el castigo de Dios es inevitable



Somos mujeres que nacemos como personas que se tocan fácilmente.

No débil, y no incapaz de entender

Pero somos mujeres creadas para ser controladoras

Quien juega con el corazón más que con los músculos y los dientes



La dureza del corazón de un hombre que a veces hace heridas

Hace que las mujeres sean más desafiadas a mostrar sus acciones.

Las mujeres, pasadas y presentes, seguirán transformándose....

Demostrar autoexistencia y emancipación.

 

La mujer dueña de la costilla del hombre.

Pero él es capaz de controlar el mundo.

No subestimes la interferencia

en la formación del hombre esperanza del mundo



Porque las mujeres, los hombres pueden conquistar el mundo

Porque las mujeres, los hombres pueden ser amables y amables.

Porque las mujeres y los hombres pueden ser crueles, corruptos y jugadores de corazón.

Y como las mujeres también son hombres, pueden ser débiles e indefensos.



No subestimes a una mujer de corazón

Porque detrás de la debilidad de su corazón

hay una fortaleza que impide la fuente de la victoria

Porque detrás de su bondad,

hay un arco venenoso listo para clavarlo en el punto objetivo



Las mujeres de antes y de ahora son las mismas

Quiere llegar al mundo y conquistarlo

No dominarlo

pero por el bien de su descendencia

Para que lo que la historia anterior dejo atrás

Visible para todos sus descendientes





DALAM BAHASA INGGRIS



WOMEN'S POWER ALL TIME
by Lilis Ernawati



We are women,

created from a man's rib

But that doesn't mean our lives depend on men

And will be easily broken just like that



We bowed obediently to men

But that doesn't mean we want to be colonized by men

Our obedience is solely because of His command

Our obedience is solely because of his protection and affection



We are women created to give birth to men

Love and cherish him until old

If there was no respect for a man for a woman,

then the punishment of God is inevitable



We are women who are born as people who are easily touched

Not weak, and not unable to understand

But we are women created to be controllers

Who plays with the heart more than muscles and teeth



The hardness of a man's heart that sometimes makes wounds

Makes women more challenged to show their actions

Women, past and present will continue to transform....

Demonstrate self-existence and emancipation

 

The woman who owns the man's rib

But he is able to control the world

Don't underestimate the interference

in shaping the world's hope man



Because women, men can conquer the world

Because women, men can be kind and kind

Because women and men can be cruel, corrupt and heart players

And because women are also men can be weak and helpless



Don't underestimate a woman from her heart

Because behind the weakness of his heart

there is a fortress that prevents the source of victory

Because behind his kindness,

there is a venomous bow ready to stick it at the target point



Women, then and now are the same

Want to reach the world and conquer it

Not to master it

But for the good of his descendants

So that what the previous history left behind

Visible to all his descendants

Minggu, 30 Januari 2022

Tantangan Menulis Puisi 2.0 dari Cak Inin

       



Persimpangan Durjana

Luka lama
Tiada sirna
Walau waktu
Terus mendera
Aku dipersimpangan
Durjana
Terbelenggu rindu
Dalam nafsu
Terjerat dendam dalam
Luka Cinta
 
 
Candu Rindu
 
Rona bahagia
Kau tebarkan
Melewati zona
kehampaan
Aku disini
Terkikis ilusi
Terjerat rindu
 dalam candu
Terbuai cinta
Dalam dekapan mesra
 

 Penantian Tiada Akhir

 
Denting kastil
Merintih  sedih
Menjerit lirih dalam sunyi
Menanti kekasih hati
Yang urung kembali
Tepati janji
Aku di sini menanti

                                                                                                                                         

Hadirmu Tak Kunanti
 
Lelah kami disini
Menanti kau pergi
Gundahku dalam mimpi
Berangan meniti hari
Tanpa hadirmu Covid
Yang membuatku
Menutup diri, kini
 

Ibu

 
Dalam peluhmu
Ada harap
 Tiada Berujung
Dalam sujudmu,
Ada doa dan syukur
Perjuangkan anakmu
 dari kufur
Pertahankan hidupmu
Hingga kubur

 



Minggu, 23 Januari 2022

PMS

                                                                         PMS


 

 

PMS.....................

Kini kamu datang lagi

Mengisi hari-hariku tanpa permisi

mengoyak-ngoyak tubuhku  hingga nyeri

Kembung, mulas, letih, pegal dan pening tujuh keliling

Aku tak menolakmu hadir di sini

Namun cobalah kau mengerti

Karena akupun ingin menikmati hari-hari

 

 

PMS......................

Hanya wanita yang tahu nikmatnya kehadiramu

Begitu kental, merah, hitam dan penuh dengan kenistaan

Tapi dari sini awal semua keajaiban Tuhan

Saat kesucian Allah turunkan

Melahirkan keindahan dan kebahagiaan

serta kerinduan yang begitu dalam

Pada jiwa-jiwa yang halal

 

SELAMAT PAGI NEGERI SEJUTA SINGKATAN

                     SELAMAT PAGI NEGERI SEJUTA SINGKATAN

 


Carut marut kosakata Indonesia

Secarut marut negeri kita tercinta

Yang ingin singkat namun padat

Yang ingin mudah walau gundah

Yang ingin untung tapi  buntung

 

Rakyat terkelupas  hatinya

Luka.....

Luka ....

Luka terkoyak dimana-mana

Luka ekonomi.......

Luka jabatan.....

Luka pengangguran....

Dan luka penistaan serta kebiadaban

 

Norma-norma kehidupan telah dicampakkan

Rona-rona penistaan telah dilegalkan

Butir-butir kedaulatan telah digantungkan

Dan ketidakadilan menjadi candu kehidupan

 

Indonesia......

Saat kita mudah tersinggung menjadi baper

saat kita malas bergerak menjadi mager

saat tol cilenyi garut tasik menjadi cigetas

bogor ciawi sukabumi menjadi bocimi

Purwakarta, Bandung, Cileunyi menjadi Purbaleunyi

Jakarta , Bogor, Ciawi menjadi Jagorawi

Palimanan, Kanci menjadi Palikanci

mana PUEBI singkatan yang benarnya

kekuasaan  membuat kata menjadi rancu

jabatan membuat hukum menjadi kebal

Indonesia penuh kerancuan

Indonesia penuh kemirisan

kemana undang-undang dasar 1945

Kemana butIr-butir pancasila dan pasal-pasalnya

yang mengagungkan adab kehidupan

bangsa Indonesia

Selasa, 18 Januari 2022

NYAMUK

                             Kecupanmu, Membangunkanku

 



Malam telah larut

Kuterbangun dari mimpi buruk

Dan kecupanmu yang bikinku menggaruk

Gatal...dan bikin ku kalang kabut

 

Kucari tempatmu sembunyi

Kutepuk dengan keras sekali

Tapi kamu bisa kabur lagi

Aku marah sekali

 

Kuambil sapu lidi

Kutepukin semua benda mati

Siapa tahu kamu ada sembunyi

Namun hasilnya nihil lagi

 

Aku makin jengkel kini

Kantukku mulai hilang lagi

Malam makin sepi

Tapi kamu masih sembunyi

 

Kuambil semprotan nyamuk 

Biar dia jadi mabuk

Kleyengan lalu ambruk

Dan akupun bisa ngantuk

 

Namun sayang peri tidur

Tak kunjung datang menghibur

Memejamkan mataku yang mulai kabur

Menahan ngantuk namun takbisa tidur

 

Enyahlah nyamuk nyamuk kecil

Aku tak butuh kecupan dan nyanyian bising

Yang kau dengungkan di dekat kuping

Bunyinya ngiiiiing....ngiiiing....ngiiiing 

 

 Bising sekali dan membuatku pusing

Dasar nyamuk nyamuk keling

awas kau kalau dapat aku pelinting

biar kamu pening tujuh keliling


Senin, 17 Januari 2022

SORABI

 SORABI


 

Menu  sarapan di pagi ini

Ditemani secangkir kopi

Sepasang sorabi

Dan goreng tempe yg kriuk digigi

 

Sorabi...

Rasanya unik penuh sensasi

Modalnya dikit tak perlu gengsi

Yang penting rasa nendang di hati

 

Sorabi..

Kusuka kau yang bertoping dage

Walaupun kampungantak  mengape

Yang penting rinduku terpenuhi oleh sorabi  dage

 

Sorabi..

Saat ini makin banyak rasa ungkapan ekspresi

Telor, seres, keju, daging bahkan ati

Semuanya tersedia di tempat sorabi ini

 

Sorabi makanan rakyat jelata 

Namun kini naik tahta 

Yang antripun dari yang berkaki dua hingga bermerk avanza

Semuanya sama, di layani dengan bahagia

 

Sorabi oooh sorabi...

Rasanya begitu saja

Namun sensasinya luar biasa

Semoga bertahan demi penuhi asa manusia

 

Garut, 17 januari 2022

BIDURAN

 BIDURAN
 



Biduran...itulah nama panggilan untukmu
Rasanya gatal, ruam-ruam 
Semakin digaruk semakin menyebar
Bentol-bentol berwarna merah muda menggumpal
 
Kaligata, itu juga namamu
Rasanya sama, hanya sebutannya saja beda
Penyebabnya sama karena alergi dan cuaca
Kedinginan dan kepanasan, akupun sering merasa
 
Biduran, kaligata, bahkan kamu ada nama lain juga
Urtikaria nama ilmiahnya
Keren memang namamu
Sekeren seranganmu
 
Saat kaligata menyerang
Tanganku sering tak tahan
Ingin menggaruk dengan kencang
Namun takut kaligata makin menyebar
 
Garut 17 januari 2022
 

BATUK

 BATUK

karya Lilis Ernawati

 


Batuk...

Tubuhku terguncang oleh tekananmu

Tenggorokanku terasa gatal oleh kumanmu

Dan Kepalakupun pusing karena kelincahanmu

Sampai kantung kemihkupun takbisa menahan kelakuanmu

 

Aku tahu jika batuk juga rejeki dari-Mu

Agar aku sadar akan sehatku dan syukurku

Namun batuk, kamu selalu menggangguku

Saat mataku hendak terpejam, kau tak relakan itu

 

Kamu menari nari menggelitiku

Gatal sekali rasanya tenggorokanku

Ku guyur batukku dengan air hangat kuku

Namun kamu makin melunjak padaku

 

Batuk...

Kusyukuri kehadiranmu

Karena batuk ku tak sentuh makanan pedas itu

Karena batuk, ku takperlu ikut bingung

Seperti ibu-ibu yang merasa linglung

Karena membeli cabe yang harganya segunung

 

Batuk...

Banyak pelajaran yang kau berikan padaku

Agar aku bisa menjaga lambungku

Dari pedasnya cabe dan kembung perutku

Serta ketergopohanku karena mules perutku

 

Terima kasih batuk

Kamu hadir di saat yang tepat

Agar isi sakuku tak habis cepat

Karena harus membeli cabe yang harganya melonjak 

 

Batuk, segera enyahlah dari tubuhku

Karena aku sudah mulai jemu

Akan kehadiranmu yang membuatku malu

Jika harus bertandang dan bertamu

 

Selamat jalan  batuk...

Sabtu, 15 Januari 2022

OMBAK

 




OMBAK

Oleh Lilis Ernawati

Ombaaaak...pernahkan kau merasa sedih saat sendirian

Pernahkan kau merasa haru saat dirindukan

sepertinya tidak...

Kau tetap bahagia dalam takdir Tuhan

Debur buihmu adalah kesenangan hatiku

Belaian riakmu membawa lukaku

Pergi…Pergi…

Pergi jauh dari hadapanku

Kamu yang telah lukai hatiku

Tak perlu kau iba padaku

Aku yang kini telah kau tinggalkan

Bersama deburan ombak dan angin pantai

Biarkan aku tenang dalam kesendirian

Tak perlu kau khawatirkan

Lukaku yang terlanjur dalam

Kelak riak pantai kan membawanya hilang

Mimpi-mimpi indah yang kau janjikan

Tawa-tawa ceria yang kau berikan

Kan kubuang jauh bersama deburan pantai

Hingga tak sedikitpun dapat kubayangkanOmbak ini adalah kebahagiaanku

Ombak ini adalah kemerdekaanku

Aku merasa terbebas di sini

Tanpa luka dan beban hati

Elegi di 7 April

fiorentia viviane lesmana