Pengikut

Tampilkan postingan dengan label NGUPING SATU GURU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NGUPING SATU GURU. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Februari 2022

UNBOXING PAKET DARI NGUPING SATU GURU

 UNBOXING PAKET 
DARI NGUPING SATU GURU





Alhamdulillah akhirnya dapat juga tambahan nutrisi dari Om Jay untuk saya eksekusi, agar tidak kuuleun kata orang sunda sih. Makasih Om Jay...

Dua buku yang sangat bermanfaat buat kita semua, selain menambah nutrisi otak, juga menambah lapar hati. Karena semakin banyak membaca, ternyata bukannya semakin puas dan cukup, melainkan semakin penasaran untuk terus mengeksekusi buku-buku lainnya. 

Saat kita mulai membaca, saat itu pula kita merasa bahwa kita tidak ada apa-apanya jika tidak membaca, karena dalam bacaan itu terdapat banyak ilmu dan pengetahuan yang bisa kita dapatkan. 

Allahpun  menyuruh rosulnya, Nabi Muhammad Saw, untuk membaca dan Nabi Muhammad melanjutkan perintah Allah dengan menyuruh umatnya agar banyak membaca,  seperti yang tercantum dalam Al-Qur'an surat Al-Alaq yang berbunyi berikut ini,


اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - ١
Arab-latin: Iqra` bismi rabbikallażī khalaq
Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢
Arab-latin: Khalaqal-insāna min 'alaq
Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ - ٣
Arab-latin: Iqra` wa rabbukal-akram
Artinya: "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤
Arab-latin: Allażī 'allama bil-qalam
Artinya: "Yang mengajar (manusia) dengan pena"

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥
Arab-latin: 'Allamal-insāna mā lam ya'lam
Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Demikianlah surat Al Alaq ayat 1-5 yang memiliki makna agar manusia bisa lebih baik lagi.

Ulasan buku/resensi buku


Judul    : DOMAIN.ID  DAN IDENTITAS NEGERI

                Perjalanan Pengelolaan Domain Internet 

Penulis    Tim Pandi

Penerbit Domain Internet Indonesia (PANDI)

Terbit Tahun 2019

Jumlah halaman ": vii +162 hlm

Tebal Buku           : 17,5 x 25 cm

No ISBN                :

Kata Pengantar        : Rudiantika (Menteri Komunikasi dan Ekonomi )

Buku ini  menggunakan jenis kertas yang bagus  Back to basic,  "kata Cak Inin sih.  Dan dengan ukuran huruf yang cocok untuk kita baca. Cover bukunyapun tegas, dengan latar merah dan tulisan putih, lalu ada peta Indonesianya yang menandakan penyebaran internet di Indonesia.

Adapun isi dari buku ini antara lain tentang sejarah internet, nama domain, pendirian PANDI, sosok di balik PANDI dan rencana ke depannya dari pendirian PANDI ini. 



Adapun buku kedua memiliki identitas berikut ini.

Judul            : Persembahan Cinta untuk Guru

                        Antologi Apresiasi Pengabdian dan Jasa Guru

Pengarang     : Phia Selfiarti dkk sebanyak 35 Guru gabungan di grup PGRI

Penerbit         : Oase Pustaka

jumlah hal       : 316 Halaman, 

Tebal buku        :    14 cm x 21 cm

ISBN                :    978-623-378-112-1

Tahun terbit        : 2021

Buku ini memiliki cover yang berbentuk pohon dengan daun-daun berwarna pink dan merah, ceria dan penuh kecintaan. Adapun jenis tulisannya  cocok dibaca oleh semua kalangan.

Adapun isi dari buku ini menceritakan tentang kisah sosok guru yang selalu menjadi  idola dan teladan para penulisnya karena  kesabaran dan ketulusannya mendampingi peserta didiknya. Sosok guru tersebut menjadi inspirasi para penulis  sebagai peserta didiknya saat itu, hingga akhirnya menjadi penerus tugas mereka, menjadi seorang guru juga yang  bercita-cita ingin seperti mereka, menjadi tokoh idola yang mau berbagi ilmu demi masa depan anak bangsa.




Adapun buku ketiga memiliki identitas berikut ini.

Judul            : Memoar Peringatan Maulid Nabi

Pengarang     : Derliana, S.Si dkk sebanyak 25 Guru gabungan di grup PGRI

Penerbit         : Oase Pustaka

jumlah hal       : 239 Halaman, 

Tebal buku        :    14 cm x 21 cm

ISBN                :    978-623-378-230-2

Tahun terbit        : 2021

Buku ini memiliki cover dengan lukisan bulan di atas laut yang menandakan adanya cahaya dikegelapan malam

Adapun isi dari buku ini menceritakan tentang beragam cara dan acara yang dilakukan setiap daerah untuk memperingati dan merayakan maulid Nabi Muhammad, SAW. Kegiatan tersebut mulai pengajian, ceramah keagamaan, pentas seni dan budaya islam hingga bergotong royong membuat sajian untuk dinikmati bersama setelah selesai acara peringatan maulid nabi.


Bagi yang penasaran bisa langsung hubungi OASE PUSTAKA atau ke Om Jay yah. Terimakasih Om Jay

Minggu, 13 Februari 2022

FILOSOFI PENDIDIKAN AHMAD DAHLAN DALAM PERSFEKTIF PERADABAN DIGITAL

 Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    
Waktu              :  Kamis, 10 Februari 2022 
Pukul                : 19.30  wib s.d selesai
Moderator        : Mr Bams
Narasumber     : Bapak Dr Fahruddin Faiz, S.Ag, M.Ag
                            Ir Budi Rahardjo, M.Sc. Ph,D
Pengantar Acara: Prof Yudho Giri Sucahyo, Ph.D
Judul                :  Filosofi Pendidikan  Ahmad Dahlan Dalam Persfektif Peradaban Digital



Nguping malam ini Pimpinan Satu Guru Pak Nurhadiyat memperkenalkan diri sebagai pemimpin umum satu guru dan jajarannya .




Kyai Ahmad Dahlan nama aslinya Muhamad Darwis, putra Katif di keraton Yogya pendiri Muhamaddiyah dan sebagai pahlawan nasional di bidang pendidikan. Karena jasa beliaulah pendidikan bisa terus berkembang dimana-mana.

Adapun visi pendidikan beliau hubungannya dengan peradaban digital  adalah berikut ini..



Secara umum visi pendidikan mengandung keyword yang menjadi kunci gagasan-gasasan beliau tentang pendidikan, yaitu kyai, kemajuan, nyambut gawe.  Kalau Muhamaddiyah konteksnya saja namun isinya dari beliau. Keyword gagasan-gagasannya tentang pendidikan versi Ahmad Dahlan itu ada 3 yaitu 
  1.  kyai yang soleh hubungannya dengan karakter,
  2.  kemajuan hubungannya dengan alim/ilmu  berhubungan dengan profesionalitas keilmuannya dan 
  3. amil adalah pekerja, bagaimana ilmu  bisa kita terapkan membawa  kontribusi positif kemaslahatan  dalam kehidupan sehari-hari. 
Visi  pendidikan Kyai Ahmad Dahlan, mengidealkan manusia secara karakter baik, secara keilmuan profesional  dan secara karya produktif, bermanfaat bagi masyarakat.

Pendidikan ada pengetahuan, sikap perilakunya ada keterampilan praktisnya, itu sudah ada sejak zaman Kyai Ahmad Dahlan,  abad 19 awal. Namun kenapa rujukan-rujukan pendidikan selalu dari luar padahal kita sendiri mempunyai khasanah pendidikan yang luar biasa  termasuk Ki Hajar Dewantara dll.
Beliau juga  ingin pendidikan yang dikelola oleh Belanda dan pesantren karena pengetahuan umum dari Belanda juga penting, tidak boleh diabaikan. Karena ilmunya bisa menghasilkan cendekiawan-cendekiawan hebat.



 Oleh karena itu KH Ahmad Dahlan ingin pendidikan itu membentuk  ulama yang intelek dan intelek yang ulama. 

Prinsip pendidikan yang ingin beliau terapkan adalah mendayagunakan akal karena saat itu cara berpikir masyarakat Indonesia banyak yang lebih percaya mistik-mistik dan klenek-klenek. Beliau menyarankan belajar ilmu mantek, alias ilmu dengan menyikapi dinamika hidup meninggalkan perspektif/asumsi rasional sehingga Beliau menyarankan Ilmu mantek yaitu logika. 

Cara berpikir yang benar,  Kunci peradaban adanya di kemajuan ilmu, oleh karena itu beliau mengharapkan cara berpikir kita maju .




 Jika orang masih tahayul sulit untuk maju. Karena Kunci Peradaban berada di kemajuan ilmu
Tan Malaka dalam  buku karya beliau berjudul Madilog = Matrialisme, dialektika, Logika. karena keprihatinan terhadap bangsa indonesia yang lebih meyakinkan tahayul-tahayul oleh karena itu beliau mengajak masyarakat iIndonesia untuk mendayagunakan akal kita biar tidak fanatik terus, akal kita harus jalan, karena dua-duanya penting. 


Ini tulisan  KH Ahmad Dahlan tentang pentingnya akal, tidak sekedar mengisi isi perut, namun usahakan lebih mementingkan akal.Karena para kyai mengajarkan untuk prihatin dalam mengisi perut dan belajar terus untuk mengisi otak.



Pendidikan Moral itu sangat diperlukan. Misalnya orangtua, menyuruh anaknya ngaji, jangan sekedar ngaji, hapal saja tapi karakteristiknya tidak terbentuk oleh karena itu harus dibentuk karakteristiknya. Harus mencintai Al-Quran itu sehingga bisa melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari,

Menurut KH Ahmad Dahlan jangan sampai murid kita pintar secara ilmu tapi emosinya tidak tersalurkan/labil. Jadi IQ, EQ dan ESQ nya harus seimbang.  Misalnya seperti kejadian seorang mahasiswa pinternya luar biasa di AMERIKA, nilainya A terus bagus terus, ada satu mata kuliah yang nilainya -A, dia emosi dan membunuh dosennya. Anak ini IQ nya pinter tapi EQnya labil, sehingga dia tidak siap menerima kekalahan dan kekecewaan.
Pendidikan masyarakat adalah kesadaran kita di masyarakat agar jangan sampai kita maju sendiri, usahakan kita memiliki kesadaran sosial. Untuk sama-sama seiring dan sejalan dengan masyarakat di sekitar kita.



Strategi Mengajar KH Ahmad Dahlan.
  1. Kontekstual yaitu pelajarannya ada hubungannya dengan kehidupan nyata baik dalam pembelajaran tafsir maupun Al-Quran
  2. Amal Ilmiah adalah mari kita menjalankan ilmu kita sesuai dengan situasi yang kita hadapi sedangkan ilmu amaliah adalah ilmu yang harus di jalankan dalam kehidupan sehari-hari. KH Ahmad Dahlan mengajarkan langsung kepada muridnya yaitu H. Suja, dibawa keluar dan langsung di praktikannya misalnya di surat Al-maun tentang sedekah, maka muridnya H. Suja  dibawa ke pasar dan disuruh sedekahkan hartanya
  3. KH Ahmad Dahlan mengajarkan secara dialogis, sehingga yang ditanya pertama oleh KH Ahmad Dahlan itu, kalian ingin bisa apa, kalian ingin belajar apa? jadi KH Ahmad Dahlan mengajarkan pelajaran sesuai yang diinginkan murid-muridnya. Entah bagaimana sistem Merdeka Belajar sekarang apa sesuai dengan ini atau tidak
  4. Guru Inspiratif, jadi apa yang dijelaskan guru tadi, murid-murid bisa mendapatkan ide-ide baru. Murid-murid kita terinspirasi lebih jauh sehingga memiliki ide-ide baru yang kreatif.  Satu ketika beliau ditanya oleh muridnya tentang apa itu agama? KH Ahmad Dahlan tidak menjawab malah memainkan biola, setelah itu beliau meminta pendapat tentang permainan biola kepada murid-muridnya dan jawaban mereka adalah suara biolanya membuat tenang dan nyaman. Nah itulah agama, menenangkan, membuat damai dll jika ada ditangan yang menguasai ilmunya. Kemudian muridnya disuruh memainkan biola namun kurang enak didengar dan jawaban KH Ahmad Dahlan menjawab bahwa itulah agama di tangan orang yang belum ahli dalam agama.  Jadi murid-muridnya dapat menyimpulan   sendiri jawabannya.


Guru yang baik adalah guru yang seperti murid artinya, tidak pernah mau berhenti belajar dan murid yang baik adalah murid yang bisa seperti guru, artinya bisa menyampaikan lagi materi yang disampaikan gurunya.

Situasi Era Digital
1. Life style /Gaya hidup
  • Anak jaman sekarang tidak pernah mengalami masa-masa tidak ada apa-apa hingga teknologi canggih. Mereka sudah langsung bertemu teknologi canggih yang luar biasa
  • gaya hidupnya eksis artinya saya harus ada, saya harus tampil yang membuat setiap orang ingin tampil waah...ini dialami oleh semua generasi di era digital ini, tidak tua tidak muda
  • Pop Culture itu budaya yang viral. Misalnya yang lain tik tokan, kita terpengaruh dll
  • Individual rights yaitu kesadaran hak menguak, kalau dulu kita dimarahin guru gakakan berani bicara ke orangtua karena akan lebih dimarahi orangtua lagi, Tapi sekarang, jiga dihukum guru, lapor orangtua dan orangtua bisa sampai lapor polisi. inilah kehidupan saat ini,  Hanya hak yang dituntut kadang lupa kewajibannya
2. Abundance  = manfaat
  • Efektivitas artinya  mudah di dapat, segalanya jadi simpel, nyari jawaban tugas di google aja gampang
  • Akselerasi = lebih cepat karena misalnya nyari apa-apa bisa dengan cepat
  • Kebebasan artinya keterikatan dengan orang lain berkurang  
  • hari ini cukup pegang hp bisa mendapatkan segalanya
  • Kita bisa menikmati apa saja dan dimana saja sesuai keinginan sehingga kenyamanan mudah didapatkan
3. Disruption = kekacauan-kekacauan
  • Ekstase komunikasi  ialah orang lebih mementingkan eksis komunikasinya, menikmati itu terus tidak bisa dilepas
  • Epilepsi Komunikasi yaitu kita kayak yang kaget tiap hari oleh media massa oleh media sosial. Misalnya berita-berita viral yang membuat kita kaget
  • kedangkalan yaitu tidak mendalam. artinya info ini tahu, info itu tahu tapi tidak mendalam akhirnya kebenarannya belum jelas udah disebarkan informasinya dan timbulnya berita hoaks
  • Kelebihan informasi. Hal ini sangat berbahaya karena informasi apapun bisa mereka dapatkan yang dikhawatirkan anak belum waktunya mendapatkan informasi itu, mereka sudah bisa mendapatkannya. Oleh karena itu perlu pengawasan,   jenjang yang mereka harus ketahui dan tidak mereka ketahui. 
  • efeknya kehilangan prioritas, mana yang utama dan  mana yang nanti dulu 
  • Ketergantungan Digital, misalnya mati lampu, atau habis kuota membuat orang menjadi risau
  • Lenyapnya dunia sosial, orang asyik dengan dirinya sendiri, dengan hidupnya sendiri. Apalagi dengan keadaan seperti ini, lama-lama anak-anak merasa nyaman dengan sekolah daring. 
Ini adalah PR kita semua dengan adanya kekacauan-kekacauan. 
Selanjutnya ini saran saya menurut KH Ahmad Dahlan 

  • kita harus memahami karakter generasi kita hari ini, kita sering gelisah, marah-marah karena kondisi generasi saat ini, jangan-jangan kitanya yang tidak update dengan dituasi kita hari ini. kita harus ikut beradaptasi
  • Kita juga harus menguasai teknologi yang mereka kuasai, memang kita tidak secepat mereka akan tetapi harus tetap mengerti, kita  sebagai guru dan orangtua harus belajar. 
  • dan seperti di Ki Hajar Dewantara , kita harus momong yaitu menanamkan kemampuan, among itu membiarkan kemampuan, dan ngemong itu biarkan mereka kreatif asal tidak melanggar nilai-nilai yang kita terapkan
  • tanamkan nilai-nilai yang berkaitan dengan akhlak dan moral
  • tumbuhkan kesadaran kritis kreatif jangan sampai anak-anak melewati batas


Mengajar dengan amal ilmiah sama aja dengan learning by doing yaitu belajar sambil mempraktikkan. Jangan lupa anak-anak kita saat ini tidak suka dengan aktivitas yang monoton, kita harus memberi aktivitas yang membuat mereka asyik dengan kegiatan mereka dan tentu saja sosial skill harus kita tanamkan kepada mereka agar tidak menjadi generasi yang egois.

Anak-anak kita hari ini mulai banyak yang memprovokasi bahwa pendidikan formal itu tidak penting hanya formalitas saja, yang penting keahlian,  yang penting kemampuan. Sehingga mereka menganggap sekolah hanya kewajiban saja.
Jangan lupa anak kita hari ini sudah sadar jika mereka sudah berbeda dengan yang lain, oleh karena itu saat membuat aturan di kelas jangan terlalu kaku. penting juga kita akrab secara privat. karena hidup mereka gak sesimpel dulu, yaitu hanya dunia nyata saja, kini ada dunia nyata dan dunia maya. sehingga kita harus bisa memasuki keduanya.  karena di internet itu hal-hal yang bagus dan yang jelek itu di ada semua dan dengan mudahdapat di download dan di upload. 



Dan ini adalah yang harus disadari, kita ajak mereka minatnya apa, maunya apa, mari kita bebaskan mereka berkreasi sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Kita pancing mereka ke situs-situs yang bermanfaat buat mereka, tunjukkan bahwa mereke-mereka adalah agen yang akan menginspirasi dunia yang dapat berkonstribusi banyak kepada dunia.


Selanjutnya narasumber kedua yang akan disampaikan oleh Bapak Budi Rahardjo yang akan melihat pendidikan KH Ahmad Dahlan di lihat dari segi IT.


Teknologi Informasi dan pendidikan dan selalu implementasi pendidikannya tidak ada.

Kalau cerita pak Budi ini Walk the talk, yaitu tidak teoritis, tapi yang akan di sampaikan oleh pak Budi adalah teori dan praktis.



Pak Budi adalah lulusan S1 ITB dan lanjut ke canada, selama 11 tahun padahal awalnya hanya akan 2 tahun saja. namun karena ada istilah ini, akhirnya Pak Budi kembali ke tanah air.



Jadi kalau kita hanya lahir eksis mati, kucing juga seperti itu, jadi jika kita meninggal apa yang akan kita banggakan? hal inilah yang membuat Pak Budi memutuskan pulang ke Indonesia. karena di luar negeri orang pinter banyak, sementara di Indonesia masih butuh banyak orang pinter.



Dan ini latar belakang Pak Budi

Ketika membuat perusahaan IT itu beliau tidak memiliki SDM, namun beliau kemudian membuat sekolah koding yang diikuti oleh anak-anak.
Anak-anak ini belajar programing, akan tetapi mereka tidak bisa dipekerjakan. Walaupun mereka hebat-hebat tapi tidak beliau besar-besarkan, agar mereka bisa berkembang sesuai dengan wajarnya anak-anak.
dan untuk mendukung kegiatan anak-anaknya, beliau mendirikan juga sekolah koding buat ibu-ibunya dan ini sudah ada di Indonesia dan beberapa negara tetangga.



Tidak sampai disitu, Pak Budi juga mendirikan sekolah koding untuk disabilitas, mereka belajar programming, mereka bilang bahwa mereka tidak ingin menjadi beban masyarakat. luar biasa.

Oleh karena itu kita bisa berkarya bisa dengan cara apa saja, yang penting berguna bagi siapa saja. Pekerjaan Pak Budi hanya meneliti permainan anak-anak dan lain-lain karena saat itu status PNS nya gak jelas, jadi dosenpun gak digaji, namun beliau yakin jika rejeki itu sudah ada yang mengatur, makanya beliau enjoy saja. Walaupun tak jelas statusnya akan tetapi beliau dikenal sebagai seorang peneliti yang tanpa di danai pemerintah, namun ternyata bisa.



Kita bisa melihat bagaimana orang Indonesia dengan kemajuan teknologinya menurut statistik dan penelitian.

Teknologi informasi dan relevansinya di Indonesia, Jumlah warga negara Indonesia adalah 274,9  juta, tapi di Indonesia yang memiliki gawai sebanyak 345,3 juta jadi perkiraan setiap warga Indonesia memiliki 2 gawai, internet di Indonesia ada 202,6 juta dan mobilephonenya  sebanyak 170 juta. 
Materi konten, per 3 menit, per 5 menit harus berhenti dulu terus permainan, atau ditanya. teknologi membuat perubahan yang dahsyat sehingga muncullah printing press sehingga munculah buku yang bisa diakses dan dicetak dimana-mana
satu hal dengan adanya teknologi informasi adalah menghancurkan ruang dan waktu. Karena bisa online terus belajarnya. 
Jadi persaingan sudah global, artinya guru-gurunya harus memiliki kompetensi yang bagus. Jadi boleh jadi sekolahnya keren, jika dosennya kurang bagus, maka tidak akan bisa bersaing. Dengan teknologi informasi bisa mengajar ribuan orang, kalau dulu ngajar yang paling 10 orang, 20 orang. Sedangkan sekarang ngajar tidak perlu ruangan, yang penting ada channel dan kuota.
Jadi sistem pembelajaran sekarang, siapa yang cepat, dia yang bisa bersaing, sangat individualis, jadi bisa treatment secara individual. 
Bagaimana cara kita menggunakan teknologi sesuai dengan pendekatan ahli pendidikan. Karena teknologi ini liar, jika kita menganggap teknologi tidak perlu dipelajari maka kita sama saja membiarkan anak  naik motor ke jalan tol. jadi akan melanggar dan mencelakakan.
Teknologi Informasi begitu juga, jika kita akan menggunakan maka kita harus tahu manfaatnya serta batasan-batasannya.

Tanya jawab.
1. Ibu Tini
  • Bolehkah anak SD diminta untuk menulis di blog  setiap hari untuk menyalurkan isi hatinya tentang kegiatan-kegiatannya. Apakah saya menyalahi aturan atau tidak?
Jawabannya :
  • Jadi di Canada, anak-anak itu tidak boleh bisa baca dulu yang penting bermain, sharing, percaya diri dan berceritaJadi anak-anak di video saja, gakusah dipaksa menulis, karena teknologi sekarang anak-anak tidak harus menulis dan membaca, cukup belajar bercerita saja, agar percaya dirinya tumbuh.
  • Menurut Pak Faiz diminta maupun tidak, anak-anak jaman sekarang sudah melek teknologi, asal jangan sampai anak-anak tidak hanya diperintah terus dilepaskan. Tapi anak harus ditemani dan diawasi jangan di frezer.

2. Pak Doni
  • Bagaimana prinsip pendidikan moral karena sekarang banyak konten yang merusak moral dan dengan pengawasan yang lemah?
Jawabannya
  • Pendidikan yang disesuaikan dengan KH Ahmad Dahlan yaitu melalui pendekatan momong(behaviorisme)/taklib, menanamkan wawasan, menumbuhkan, ngemong/tarbiah (urbanisme) yaitu mengaktualkan potensi mereka, membuat mereka mengeluarkan kemampuannya dan among/taklid hubungannya dengan moral, memagari mereka, mana yang boleh dan tidak boleh (konstruktivisme) yaitu mengawasi mereka dengan tut wuri handayani. kita tumbuhkan potensinya sambil kita kawal dari belakang.
3. Ibu Lilis Garut
  • Berkaitan dengan pendidikan yang dibahas sama Pak Budi tadi, ternyata di Paud atau TK harusnya hanya belajar bercerita atau belajar moral saja, bermain, mereka dituntut untuk bisa membaca, Sementara saya mempunyai keponakan yang jika belum bisa membaca mereka harus dikursuskan. jadi bagaimana? Padahal harusnya mereka tidak dipaksakan
Jawabannya :
  • itulah sebabnya banyak orang yang akhirnya memilih home schooling karena pembelajarannya sudah tidak sesuai lagi. Padahal kedepannya akan terjadi persaingan yang bisa menjadikan seseorang saling mengalahkan dan egoistisnya mulai timbul




Sabtu, 05 Februari 2022

KI HAJAR DEWANTARA VS PERADABAN DIGITAL

 Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    

Waktu              :  Kamis, 3 Februari 2022 

Pukul                : 16 wib s.d 18.00 wib

Moderator        : Mr. Bams

Narasumber     : Dr. fahrudin Faiz, S.Ag, M.Ag

Judul                : Filosofi Ki Hajar Dewantara vs Peradaban Digital



Hari ini Garut kembali diguyur hujan, dingin terasa menusuk kulitku. Seperti biasa, kalau dingin datang, pasti kulitkupun langsung biduran. duuuh sebel banget. gatal rasanya, terus menular keseluruh pahaku. Tapi heran kenapa hanya paha saja yah?

Untuk menghilangkan rasa gatal itu, aku alihkan perhatianku pada laptop dan kubuka satu demi satu wa yang masuk...

eeeh .......ternyata sore ini ada acara "NGUPING bareung Om Jay. Ku klik alamatnya, dan ternyata sudah mulai. Ada Mr.  Bams sebagai moderator sore ini. Tapi narasumbernya belum hadir. Katanya berhalangan karena hujan angin lebat memutuskan jaringan sinyalnya. Berarti hujannya merata yah. Di Garutpun tadi sempat hujan petir juga.

Akhirnya acara diisi dengan bincang-bincang dengan Mr  Bams dan Om Jay seputaran pembelajaran digital berkaitan dengan filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu  pendidikan dan pengajaran Beliau mengatakan   bahwa pengajaran adalah bagian dari pendidikan. Ki Hajar Dewantara  mempunyai nama  asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Beliau lahir di  Yogyakarta, 2 Mei 1889. Beliau berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. 

Menurut Beliau Pengajaran merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu untuk kecakapan secara lahir dan bathin sedangkan pendidikan adalah memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar dia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi pendidikan merupakan  tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat.

Dalam diskusi ini Mr Bams mengaitkan Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan peradaban digital yang sekarang sudah mengglobal. Bagaimana kira-kira kaitannya?

Selanjutnya ditayangkan sebuah Video yang di dalamnya berisi tentang filosofi Ki Hajar Dewantara, sebagai ganti  ketidakhadiran Bapak Dr Fahrudin yang berhalangan karena sinyal jelek.

Isi video tersebut sangat menyentuh hati.



Dalam videonya terdapat narasi yang isinya berikut ini.

"Ki Hajar mendefinisikan pendidikan itu sebagai tuntunan. Jadi tuntunan itu berarti pendidikan, dan pendidikan  itu sebenarnya nuntun.. Kan banyak orang menganggap pendidikan itu ngisi , tapi sebenarnya pendidikan itu menuntun, 

Kayak kita nuntun anak kecil itu lo, karena sebenarnya potensi berjalanitu sudah  ada di anaknya.
Kita hanya menuntun biar dia bisa melangkah sendiri dan berjalan tegak.,Bisa melangkah sendiri dan tindak jatuh..

Bukan kita yang membuat dia  berjalan. Dia sebenarnya sudah punya potensi sudah punya kemampuan untuk jalan. Kita hanya ngawal, makanya istilahnya nuntun,  
Sehingga menurut Ki Hajar, pendidikan itu menuntun  segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.  

Jadi pendidikan itu nuntun. membangkitkan potensi anak sehingga dia jadi manusia seutuhnya yang selamat dan bahagia. Jadi  hakikat pendidikan  itu ini.

Kalian inikan semuanya sedang menjalani pendidikan. Maka, pertama-tama perhatikanlah potensimu, kemampuanmu. Makanya sering-sering saya panas-panasi saya provokasi supaya kamu kenal dirimu, kamu investigasi dirimu, kamu muhasabah itu dalam rangka apa? kenali potensimu.
Kemungkinan kalau kamu merasa , "Pak saya ini gunanya apa toh pak? saya itu rasanya kok opo-opo ro iso?

Mungkin kamu kurang jeli membaca potensimu. sehingga potensimu nda bangkit-bangkit, nda keluar-keluar.
Kalau dalam dunia pendidikan butuh guru, guru yang bisa nuntun. yang bisa membangkitkan, mengembangkan potensimu sehingga kamu menjadi manusia utuh, selamat dan bahagia.

Passionmu kalau bahasanya hari ini. Jadi gambarannya kalau kayak kalian. Misalnya bakatnya apa, tapi kuliahnya jurusan apa.

Mungkin kamu bakatmu itu agama. Kalau hapalan Al-Quran , kalau disuruh berdoa, kalau disuruh itu, nyaman, senangnya luar biasa.

Tapi terus kamu mengambil jurusannya keliru, misalnya jurusan apa yang nda nyambung sama agama. Itukan kamu tersiksa di jurusanmu. Mungkin kamu bisa lulus karena kamu pintar, IPK mu tinggi, tapi kamu nda penuh nanti.

Ada yang tersingkirkan, justru potensi utamamu. Seorang guru itu yang unggulan . Biasanya bisa melihat . Oh anak ini pintarnya dimana, bakatnya dimana.
Kalian besok juga gitu, kalau jadi guru atau jadi orangtua , perhatikan anak-anakmu. Perhatikan murid-muridmu.
Saya bilang tadi, enggak ada manusia yang tidak berguna , nda ada anak yang tidak berpotensi. Semuanya berpotensi tinggal ketemu atau tidak ketemu.

kalau kamu hari ini merasa , "Pak itu apa to pak. nda ngerti apa-apa, saya itu nda bisa apa-apa." Belum ketemu saja.
Kalau sampai besok-besok belum ketemu, ya berarti kamu kurang jeli membaca dirimu. Baca lagi. Setiap orang istimewa nda ada yang nda istimewa.

Jadi kalau ada yang bilang di Indonesia nda ada yang istimewa  selain martabak.
 nda di Indonesia itu semua orang istimewa, hanya saja mungkin kamu belum ketemu.
Makanya jangan sia-siakan hidupmu. Kita hidup hanya sekali. Masa hidup hanya sekali aja, nda ketemu potensi unggulanmu yang dititipkan oleh Allah? Jadi itulah hakikat pendidikan menurut Ki Hajar.

Itu kalimat dari beliau, "anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.
Meskipun mengenyam pendidikan di tempat yang sama dan dididik oleh guru yang sama, tentunya setiap murid punya jalannya sendiri-sendiri.
Jadi kalian meskipun kuliah di kampus yang sama di jurusan sama, ketemu dosen yang sama. kos-kosannya juga sama. Tapi nanti jalanmu pasti beda-beda. sesuai kodratmu masing-masing.

Berarti apa? pendidik itu mengarahkan, merawat, menuntun, menumbuhkan kodrat yang dimiliki oleh seorang anak. Jadi itu hakikat pendidikan.
Kenapasih harus menyelenggarakan pendidikan?padahal setiap orang punya bakat sendiri-sendiri. Biar jalan sendiri-sendiri nda harus diopeni. Serius karena pendidikan itu nanti menghasilkan tiga guna yang luar biasa. yang pertama Hamemayu Hayuning seleromu, Kedua Hamemayu Hayuning bongso; yang ketiga hamemayu Hayuning Bawono.

Jadi kalau pakai bahasa Indonesia mungkin lebih pasnya , memelihara diri, menjaga dan memelihara bangsa, menjaga dan memelihara alam semesta. Kalau kata harfia hanya hamemayu artinya mempercantik.

Jadi pendidikan itu membuat dirimu, terjamin; membuat jasamu terjamin, lestari membuat alam semesta aman tertib.. Dengan pendidikan muatannya ilmu, dengan ilmu hidup kita semakin berkah
jadi hamemayu hayuning sariromu, hayuning bongso, memayu hanyuning bawono. .
Ini level pertama 

Kalau dirimu beres, banyak orang masing-masing dirinya beres, bangsa kita juga beres. Kalau bangsa-bangsa semua beres, alam semesta juga beres.. Jadi pendidikan itu membuat kita beres, dengan pendidikan muatannya ilmu, bisa berkualitas bisa meningkat

Kenapa kita harus ada pendidikan? demi diri kita, demi bangsa kita demi kehidupan kita di alam semesta.  karena dengan pendidikan menjadi kunci peradaban. 

Kalau kita ingin maju, ya pendidikan jalannya, kalau kita ingin sukses, ya pendidikan, kalau kita ingin bahagia, ya pendidikan. kalau kita ingin hidup nyaman, ya pendidikan.

Jadi gakboleh kita menyepelekan pendidikan karena kuncinya hidup ternyata adanya di pendidikan, Jadi menurut Ki Hajar, Pendidikan berguna untuk Hamemayu Hayuning sarirom artinya dirimu itu indah maka lestarikan keindahannya. Hamemayu hayuning bongso artinya jika bangsamu indah , lestarikan bangsamu dan Hamemayu Hayuning Bawono artinya alam semesta ini indah, maka kita lestarikan kita percantik lagi keindahannya, ini filosofi kihajar Dewantoro. 

Dasarnya apa?
Ini populer sekali . Dulu di topi sekolah kita ada tulisan TUT WURI HANDAYANI. ini filosofi ki Hajar  Dewantoro yang menjadi semboyan pendidikan Indonesia, Jadi pendidikan itu dasarnya 3 yaitu Triloka . kita yang ada di dunia pendidikan perhatikan ini khususnya para pendidik.
Ing ngarso suntulodo, Ing Madya MangunKarso, Tut wuri handayani, wes hapal kita.

Jadi kalau kalian berposisi di depan, harus membuat contoh. Public figure harus memberi contoh, jika menjadi anak buah, harus memberi contoh. 
Jadi yang ada di depan harus memberi contoh. Berarti kalian harus jadi baik, harus jadi teladan. Ada kelebihan apapun yang kalian miliki diantara temanmu diantara lingkunganmu berarti kalian sedang Ing ngarso, tugasmu apa sungtulodo. Kalian dilihat orang, kalian diikuti orang, maka beri contoh yang baik. 

Jadi ini inget-inget. Besok kalau kamu jadi apapun, punya jabatan apapun berarti kalian sedang ing ngarso karena sedang di depan. berarti tugasmu apa? sung tulodo, berilah contoh yang baik. 
Kayak saya ini kan sedang di depan,  kalian lihat saya semua. mau nda mau harus di suntulodo artinya memberi contoh.

Kalau boleh saya gakpakai baju resmi kayak gini, sarungan, kaosan. mungkin santai yo. Lagi gak enak, kenapa?kalian nyontoh aku nanti.
yang kedua, ing madyo. Artinya Ing madyo itu di tengah jalan, ditengah-tengah posisinya sedang bareng-bareng. Yang dilakukan apa? Mangun karso.

Jadi kalau kalian sedang di tengah, berarti karena berposisi sedang bersama. sejajar dengan yang lain. kamu sama temanmu di kelas, itukan sedang bersama, sedang bareng-bareng.
yang harus kamu lakukan apa? Mangun karso, harus banyak kreatifitas. Bikin inisiatif-inisiatif, lahirkan hal-hal yang baru yang  produktif. itu namanya Ing Madyo MangunKarso.
Ketika kalian ikut mengaji , sesama yang ikut ngaji kan bareng-bareng , yah bikin inisiatif-inisiatif bersama.

Kamu kok duduknya disitu, senderan terus, misalnya gimana caranya biar kita bisa giliran dapat sandaran. Nah itu kreativitas-kreativitas di tengah-tengah. karena kuncinya kemajuan ada ditengah-tengah ketika orang membangun kreativitas.

Jadi kalau kalian sedang di tengah medan perjuanganm, kalian bersama teman-temanmu sedang berjualan, kreatif gak?. 

Yang terakhir ini yang dijadikan  semboyan  Tut Wuri handayani, ini untuk para pendidik khususnya. Pperhatikan Tut Wuri Handayani saya bilang pendidikan itu nuntun. berarti mengikuti anak didik. 
Nuntun pasti dibelakangnya, kayak adikmu yang baru bisa jalan , itukan kamu nuntut, kamu perang tangannya dua, kamu ajak berdiri, dia jalan di depanmu buka di belakangmu. Tut wuri itu mendidik itu momong  sedangkankan  Handayani itu menguatkan, mendukung dan memperdayakan dia. 
Jangan diikuti jangan dipegangin   ...biarkan dia.

Pendidikan jika Ingin sukses yang di depan memberi contoh, yang ditengah kreatif produktif  dan yang di belakang kuatkan dia, dukung dia, berdayakan dia, biar Jadi jangan didikte , jangan dimarahi, apalagi diisi dengan yang jelwk-jelek., Biarkan dia mandiri, menghubungi supaya tidak cengeng.
Filsafat pendidikan yaitu kalau jadi penuntun, jadi guru, jadi pengajar yang berdayakan Handayani. Jadi pendukung yang dibelakang disebut handayani

Tersentuh banget mendengar pesan Ki Hajar Dewantara tersebut. Lalu bagaimana hubungannya dengan Digital saat ini?
 Dan akupun menanyakannya di forum ini.

Tugas sebagai guru sebagai penuntun, saat ini memiliki tantangan yang sangat kuat dan hebat. Di satu sisi kita sudah berusaha menerapkan aturan pemerintah sesuai dengan Tupoksi. Namun di sisi lain dengan kondisi saat ni, Kita harus benar-benar ekstra hati-hati  ke anak-anak.
Saya adalah guru di salah satu sekolah swasta di sana kami tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka, walaupun ada kekhawatiran, namun apa daya. Kemampuan  dan kesadaran masyarakat masih kurang. sehingga jika siswa pembelajaran dengan cara daring, maka tidak semua anak bisa mengikutinya. Selain itu, dengan adanya gawai, anak-anak sangat rentan dengan situs-situs porno. Hari itu sempat mendapat bantuan kuota, akan tetapi hanya bisa digunakan untuk permainan saja. 
Sepertinya pemerintah memberikannya dengan memaksa gerai-gerai memberikan ke sekolah-sekolah. Dan gerai-gerai, berprinsip yang penting sudah memberi, walau bukan kuota belajar, gak mengapa. 
 Dari sini saja peran pemerintah sudah tidak sinkron sementara kemampuan dan keterbatasan masyarakat untuk kuota sangat kecil.

Bagaimana mengatasi permasalahan seperti ini. Karena terus-terang, peserta didik lebih tertarik permainan, tiktok, dll dibandingkan pembelajaran. padahal dalam permainan, tik tok dll, banyak kata-kata yang didak senonoh dikeluarkan oleh mereka,hal ini berpengaruh terhadap peserta didik di perkampungan. Dan kembali lagi mental dan moral mereka kena.

Mr Bam menjawab, " bahwa memang dengana adanya gawai, menjadi satu kekhawatiran juga, karena banyak remaja kini yang tidak bisa memilih mana yang perlu untuk mereka dan mana yang tidak. Hal ini dikarenakan diusia mereka, sedang banyak penasarannya.

Salah satu cara mengatasinya mungkin dengan menggunakan internet MY ID , karena di My Id itu membatasi hal-hal yang tidak patut dicontoh. karena terus terang saja, malah di perkampungan yang sering terjadi hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan gawai. Karena peserta didik diperkotaan sudah langsung diberitahu, mana yang penting dan mana yang tidak.

Dilema sekali, di satu sisi gawai diperlukan, akan tetapi di sisi lain oleh peserta didik sering disalah gunakan. Semoga dengan adanya My.Id bisa mengatasi permasalahan ini.

fiorentia viviane lesmana