Pengikut

Kamis, 24 Februari 2022

Ketika Gawai Mengalahkan Moral

Pengertian gawai menurut ahli

Widiawati, Sugiman, dan Edy (2014) yang mengatakan bahwa gawai merupakan barang canggih yang diciptakan dengan berbagai aplikasi yang dapat menyajikan berbagai media berita, jejaring sosial, hobi, bahkan hiburan.

Gadget dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) peranti elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis 

Gadget atau dalam Bahasa Indonesia gawai adalah suatu peranti atau instrument yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Gadget baik laptop, ipad, tablet, atau smartphone adalah teknologi yang berisi aneka aplikasi dan informasi mengenai semua hal yang ada di dunia ini.

Gadget selalu diartikan lebih tidak biasa atau didesain secara lebih pintar dibandingkan dengan teknologi normal pada masa penemuannya. Gadget merupakan salah satu teknologi yang sangat berperan pada era globalisasi ini. Sekarang gadget bukanlah benda yang asing lagi, hampir semua orang memilikinya. Tidak hanya masyarakat perkotaan, gadget juga dimiliki oleh masyarakat pedesaan

Di era serba modern ini, gadget atau  gawai merupakan kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan. Semua orang membutuhkannya, hingga membeli pulsa bisa mengalahkan kebutuhan mengisi perut. 

Kemajuan digital jika tidak dibarengi dengan kemampuan menyeleksi, akan menjerumuskan setiap insan menjadi pribadi yang egois dan tak tahu diri. 

Namun sebaliknya jika kita tahu cara memanfaatkannya, maka gawai akan membuat kita semakin hidup, karena dengan gawai mendekatkan yang jauh dan memudahkan mencari ilmu. 

Tapi kadang, gawai bisa menjadi momok yang menakutkan bagi pasangan yang memanfaatkannya untuk perselingkuhan. Karena gawai, membuat orang menjadi mudah melakukan kekerasan. Dan karena gawai pula kebohongan mulai timbul, demi nafsu syetan yang berusaha menghembuskan rayuan-rayuan gombalnya.

Gawai menjadi candu bagi anak bangsa, saat permainan-permainan online dimainkan tak kenal waktu. Lupa makan, lupa belajar, lupa mengaji bahkan lupa mandi.

 Gawaipun menjadi arena judi yang tidak bisa dibendung seperti halnya dulu, saat togel merajalela, saat gaplehan menjadi pengisi luang, bisa dengan mudah dibubarkan oleh aparat setempat. Namun kini siapa yang bisa menangkapnya, setiap orang memiliki privasi dengan gawainya.

Dan baru-baru ini karena gawai, seorang santri berani membunuh gurunya. Naudzhubillahimindzalik. Kemana tatakromomu nak, mereka adalah pengganti orangtuamu di sekolah, di pesantren. Di mana rasa hormatmu kepada orangtua yang telah membesarkan dan mendidikmu dengan ilmu.


https://www.tribunnews.com/regional/2022/02/23/4-fakta-santri-bunuh-ustaz-di-samarinda-pelaku-mau-ambil-ponsel-dan-dilakukan-usai-korban-salat Download aplikasi Tribunnews untuk update berita terbaru Dapatkan untuk Android: https://bit.ly/30Qi46k

Ternyata kali ini gawai telah melibas etika dan moral yang harusnya dimiliki seorang murid terhadap gurunya. miris sekali, perkembangan teknologi membuat anak-anak harapan bangsa menjadi manusia yang tidak bermoral dan tidak berkemanusiaan.

Ini semua merupakan tugas kita sebagai orangtua dan pendidik yang harus membatasi penggunaan gadget/gawai sesuai dengan kebutuhannya.

Jangan sampai orangtuanya sendiri yang malah memberi contoh penggunaan gadget yang tidak sesuai dengan kebutuhannya, sehingga akibat gadget orangtuanya sering terjadi percekcokan bahkan kekerasan rumah tangga.

Seharusnya seorang siswa memiliki etika yang baik terhadap gurunya seperti yang dijelaskan dalam kitab Ta’lim Muta’allim.


Etika Murid Terhadap Guru 

Metode dalam Ta’lim bukan hanya dinamakan dalam aktivitas ceramah, diskusi, resitasi dan semacamnya yang lebih mengedepankan pencapaian “kecerdasan intelektual” sebagaimana sering dipahami di zaman ini. Metode dimaknakan lebih jauh, yaitu pada cara pencapaian “kecerdasan emosional yang religius”, sehingga dapat memangun watak perspektif ini, maka akhlak baik yang dimiliki oleh subyek didik termasuk bagian dari wacana metode. 

  1. Etika Murid terhadap Guru dalam kitab Ta’lim Muta’allim Dijelaskan dalam kitab Ta’lim Muta’allim bagi setiap pelajar sebaiknya mempunyai etika terhadap gurunya. Karena begitu tinggi penghargaan itu sehingga menerapkan kedudukan guru setingkat di bawah kedudukan Nabi. Agar siswa bisa memuliakan gurunya. (Az Zarnuji: 91). Maka sebaiknya seorang murid diperlukan internalisasi sikap wara’ dalam beretika terhadap guru, sikap ini akan menjadikan ilmu yang didapat mempunyai berdaya guna lebih banyak. Di antara sikap Wara’ adalah:               

  • Menghindari rasa kenyang.                                                                                                        
  • Menjaga diri dari dari kebanyakan tidur.                                                                                       
  • Menjaga diri agar tidak terlalu banyak bicara yang tidak bermanfaat.                                          
  •  Menjaga diri dari ghibah (memberikan kejelekan orang lain                                                     
  • Menjaga diri dari perkumpulan yang isinya hanya gurau. Perkumpulan semacam itu hanya akan mencuri umur, menyianyiakan waktu.                                                                                    
  • Menjauhkan diri dari orang-orang yang suka berbuat kerusakan dan maksiat. Sebaiknya siswa hendaknya berdekat-dekat dengan orangorang sholeh (pada bait lain, Az Zarnuji juga menyampaikan bahwa maksiat menghambat proses hafalan). 
  • Rajin melaksanakan perbuata-perbuatan baik dan sunah-sunah Rasul. 
  • Memperbanyak shalat sebagaimana shalatnya orang-orang khusyuk. 
  • Selalu membawa buku dalam setiap waktu untuk dianalisa. 
2. Para siswa dinasehatkan dan dibekali dengan petunjuk, yang terpenting di antaranya adalah: 
  • Seorang murid harus membersihkan hatinya dan kotoran sebelum ia menuntut ilmu, karena belajar adalah semacam ibadah dan tidak sah ibadah kecuali dengan bersih hati. 
  • Hendaklah tujuan belajar itu ditujukan un ntuk menghiasi ruh dengan sifat keutamaan, mendekatkan diri dengan Tuhan, dan bukan untuk bermegahmegahan dan mencari kedudukan. 
  • Dinasehatkan agar para pelajar tabah dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan supaya merantau. Sesuai dengan itu pula Al ‘Abdari pun menasehatkan para seorang murid agar jangan mengganggu guru dengan banyak pertanyaan bila ternyata bahwa ia tidak suka dengan demikian.
  • Jangan berlari dibelakangnya jika di jalanan. Dalam kitab Ta’lim Muta’allim telah dijelaskan bahwa seorang murid itu harus patuh kepada guru, dan dalam hal ini Az Azarnuji berkata, sebagian dari kewajiban para murid ialah jangan berjalan di depan guru, jagan duduk di tempat guru, dan jangan berbicara kecuali sesudah meminta ijin dari guru. (Fahmi, t.th: 174-175).

Adapun sikap murid terhadap guru antara lain adalah penghormatan dan pengahargaan kepada ilmu dan guru. Az Zarnuji tidak menjadikan keduanya analistik, sebagaimana ia juga tidak memisahkan antara intelektualitas pendidikan dan spiritualnya. 

Seorang murid tidak dibenarkan hanya menimba intelektualitas seseorang, tetapi hak yang melekat padanya ditelantarkan. Pendidikan mempunyai dasar “hak atas karya intelektual” yang pantas dihargai dengan sikap pemuliaan dan penghargaan material. Etika murid terhadap guru dalam perilaku taat pada perintah dan menjauhi larangan-Nya selama masih dalam koridor kepatuhan kepada Allah, bukan sebaliknya. 

Tampilan rinci lain lebih mengarah pada “budi pekerti” yang di masa sekarang perlu ditegakkan, tetapi berangsur luntur. “Barang siapa berkeinginan anaknya menjadi ilmuan, maka sebaiknya ia bersedia untuk merawat, memuliakan, memberi sesuatu dan mengagungkan ahli”. (Az Zarnuji, t.th: 17). 

Dalam kitab Ta’lim Muta’allim menjelaskan bahwa “keberhasilan seseorang tergantung dari penghormatannya, kegagalannya adalah karena meremehkannya”. Sesunguhnya bagi seorang murid yang baik, agar mendapatkan ilmu dari gurunya hendaknya mempunyai etika yang baik di setiap menerima, mendengarkan, mengerjakan apa yang disampaikan gurunya dan jangan sekali-kali sebaliknya (meremehkan guru). 

Selanjutnya seorang pelajar juga harus bersikap rendah hati pada ilmu dan guru. Seorang murid juga harus mencari kerelaan guru, harus menjauhi hal-hal yang menyebabkan ia murka, mematuhi perintahnya asal tidak bertentangan dengan agama. 

Dengan cara demikian ia akan tercapai cita-citanya. Ia juga harus menjaga keridhaan gurunya. Ia jangan menggunjing gurunya. Dan jika ia tidak sanggup mencegahnya, maka sebaiknya ia harus menjauhi orang tersebut. 

Selanjutnya seorang murid hendaknya tidak memasuki ruangan kecuali setelah mendapat izinnya. Seorang pelajar tidak akan memperoleh ilmu dan tidak akan mengambil manfaatnya, tanpa mau menghormati ilmu dan guru. Karena ada yang mengatakan bahwa orang-orang yang telah berhasil,  mereka ketika menuntut ilmu sangat menghormati tiga hal tersebut. Dan orang-orang yang tidak berhasil dalam menuntut ilmu, karena mereka tidak mau menghormati atau memuliakan ilmu dan gurunya. Karena ada yang mengatakan bahwa menghormati itu lebih baik daripada mentaati. (Az Zarnuji, t.th: 16). 

Az-Zarnuji mengatakan bila seorang murid lebih menghormati seorang guru itu menaikkan tingkat ketakwaan kepada Allah SWT sangat tinggi, ketinggian beretika terhadap guru, pada orang lain yang lebih tua, apalagi kepada Allah SWT dalam ketakwaannya semakin meningkat maka Allah akan mengangkat harkat dan martabatnya. sangatlah penting seorang murid menghormati, menghargai, rendah hati, dan tidak menyakiti hati gurunya. 

Hal ini ditegaskan agar murid nantinya benar-benar mendapat ilmu yang berguna serta bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. 

Hubungan Murid dan Guru 

Az Zarnuji dalam kitabnya Ta’lim Muta’allim berpendapat tentang persoalan hubungan guru dan murid, menganggap guru sebagai elemen terpenting dalam pembelajaran. Karena guru harus dihormati dan diikuti tidak boleh dibantah atau disanggah sedikitpun. 

Menurut Az Zarnuji berpindah ilmu dengan berpindah guru atau tempat dapat mengakibatkan ketidak berkahan membuat waktu sia-sia dan dapat menyakiti hati seorang guru. Az Zarnuji menyebut hal ini sebagian bentuk dari ketidakpahaman dan ketidaksabaran serta hawa nafsu. 

Tentang hubungan guru dan murid adalah bahwa guru memiliki kedudukan yang sedemikian rupa, sehingga murid harus menghormatinya dengan sedemikian rupa pula. 

Syaikh Sadiduddin Asy Syairozi, menceritakan nasehat dari gurunya “siapapun yang menghendaki anaknya menjadi seorang alim, maka hendaklah ia memelihara, menghormati, rendah hati dan memberikan sesuatu kepada ahli agama”. 

Andaikata hukum anaknya yang alim pasti cucunya yang akan menjadi alim. Karena itulah, siapapun yang menyakiti hati gurunya maka ia tak akan mendapat kemudahan dalam berilmu dan hanya sedikit ilmunya yang berguna. 

Sesungguhnya guru dan dokter keduanya tidak akan menasehati kecuali bila dimuliakan. Maka rasakan penyakitmu jika pada dokter, dan terimalah kebodohanmu bila kamu membangkang pada guru. (Az Zarnuji, t.th: 18). 

Pendidikan Islam mewajibkan kepada setiap guru untuk senantiasa mengingatkan bahwa kita tidaklah sekedar membutuhkan ilmu, tetapi senantiasa membutuhkan etika yang baik di kalangan pelajar dapat dilakukan dengan latihan-latihan berbuat baik, berkata benar, menepati janji, ikhlas dan jujur dalam bekerja dan menghargai waktu. (Daudy, 1986: 62)

SALAHKAH SAAT PENGUASA ALAM KITA AGUNGKAN?

Fenomena baru kembali menyeruak setelah berulangkali kebijakan islam banyak dipertentangkan. Kaum muslimin kembali tersayat sembilu hatinya, karena setelah berulangkali diam, kini yang terjadi lebih kejam.

Persoalan suara adzan dipermasalahkan, padahal dari jaman dulu kala tak pernah semua itu terjadi kecuali dipertentangkan oleh kaum PKI yang notabene menentang islam.

Kementrian agama, terus mencari sensasi. Bukan menunjukkan prestasi kerja yang mumpuni. Islam terus dinodai.  Mulai dari celana komprang khas kaum laki-laki,  kemampuan pengurus DKM yang diragukan dalam mengelola keuangan dan administrasi mesjid, hingga para ulama yang harus dites dan diuji kemampuannya. Luar biasa.

Celana komprang yang tak pernah menyakiti siapapun, jadi bahan unjuk kerja. Apa tidak ada pekerjaan lain, hingga hal-hal kecil seperti itu dicungkil-cungkil hingga mendetail?

Pengurus DKM yang tanpa gaji, diragukan kemampuannya, mereka itu para relawan yang ingin memakmurkan mesjid, membantu menjaga dan memelihara mesjid dengan ikhlas lho. kalaupun diberikan honor, mungkin bagi pejabat honor mereka sebulan, adalah bayaran sekali sarapan saja. Karena kalau makan siang para wakil rakyat, ada menu pembuka, menu inti dan penutupnya, agar kenyang dan puas. Sehingga tak mungkin cukup membayarnya dengan honor pengurus DKM sebulan. 

 Ini yang paling  lucu, banyak ulama besar yang sudah berumur tidak lulus sebagai seorang ulama. ha...ha...ha.....mereka itu telah mencetak ratusan bahkan jutaan  kepala manusia Indonesia yang berakhlak dan bermoral mulia, ternyata tidak lulus tes menjadi ulama. Luar biasa. 

Seperti adegan lawak disiang bolong yang dianggap lucu, akan tetapi penontonnya hanya memicingkan mata saja. sambil mengangkat ujung bibirnya.

Indonesia, ada apa denganmu hingga lantunan ayat-ayat suci illahi disamakan dengan gonggongan anjing bersahutan. Masih waraskah kita? Anjing yang dianggap najis, bahkan saat air liurnya menetes dibadan kita atau ditempat suci kita harus dicuci hingga tujuh kali bahkan dengan tanah, semua itu saking hinanya kotoran anjing. Mau disamakan dengan lantunan adzan yang mengagungkan penguasa alam?


Ingat, jangan membuat Sang Penguasa murka, walau hanya satu kepala yang berbuat. Akibatnya bisa ditanggung oleh seluruh umat  manusia. Jangan hanya diam, kalau memang kita manusia yang beragama.

Ingatlah himbauan ini.


Adzan yang berkumandang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Tidak hanya di Indonesia saja, melainkan gemanya menyeruak di seluruh penjuru dunia, dengan waktu yang bersamaan, dengan suara yang bersahutan, dengan lantunan ayat-ayat illahi yang membuat hati setiap insan bergetar hingga meneteskan air mata. Karena mengagungkan kebesaran sang penguasa. Takada satupun yang menutup telinga dan memprotesnya.

Kini, suara adzan di setiap mesjid, harus diatur durasinya, harus diatur kekerasan bunyinya, harus diatur jaraknya? andai itu yang terjadi, bagaimana persepsi tepat waktu menjalankan ibadah sholatnya, sementara mesjid yang satu dan yang lainnya harus bergantian berkumandang...ha...ha...ha... lucu sekali. Aku seperti sedang mendengarkan dagelan drama yang dialognya harus saling timpal bergantian karena menghargai hak orang berbicara.

Adzan adalah bukti kasih sayang sang penguasa, agar kita tak terlena dengan gila kerja, ada waktu untuk istirahat, melepas lelah dengan mensyukurinya. Bersujud sambil berserah diri  tentang apa yang telah dirasa dalam hidup yang penuh perjuangan ini. 

Perjuangkan keselamatan dan kemerdekaan bangsa kita, jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga.

Salam Indonesia.....Allahuakbar....Allahuakbar

Rabu, 23 Februari 2022

17. Mengenal Penerbit indie

Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    17
Waktu              :  Senin,23 Februari 2022 
Pukul                : 19.00  wib s.d selesai
Moderator        :Ibu Helwiyah
Narasumber     : Bapak Mukminin, S.Pd, M.Pd
Judul                : Langkah Menyusun Buku secara Sistematis



 
Kelas belajar menulis malam ini akan dibawakan oleh Ibu Moderator  bunda   Helwiyah. Beliau   menjelaskan  jika  pertemuan ini  kita akan dibagi  dalam 4 sessi yaitu:
1. Pembukaan
2. Paparan materi melalu chat WA grup
3. Tanya jawab
4. Penutup


Mari kita kenalan......
Karya beliau sering muncul di grup kita.....
Pasti semua sudah mengenalnya....bapak yang luar biasa  dengan  semangat dan  motivasi
Kini kita kenalan lebih jauh ..... 
Kita sambut dengan meriah.  
Cak Inin, 

👏👏👏🏆

itulah kata sambutan yang bunda Helwiyah katakan pada kesempatan ini.
Untuk mengenal lebih dekat  dengan narasumber malam ini, bisa dibuka di link berikut.
 

 
 
Uintuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis.

Berbicara motivasi, ada banyak kata-kata agar kamu terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya.

Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib

"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". - Imam Al-Ghazali
 
Setelah itu mari kita pahami cara menulis dan menerbitkan buku.
[Untuk mewujudkan itu  memang butuh ketekunan,  perjuangan dan juga tekad serta  motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis.

Agar Anda  terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya.


Seorang yang ingin  bisa menulis dan menerbitkan buku, maka perlu memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5 tahapan yg harus dilalui: 

1. Prawriting

a.. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dengan peka terhadap sekitar ( Pay attention).
b. Penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
c. Penulis banyak membaca buku.

2. Drafting

Penulis mulai membuat Draf ( outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan menulis naskah buku sesuai  draf tadi.  

Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai ( passion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dengan penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

3. Revisi
Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang,   naskah mana yang perlu ditambahkan. 

4. Editting/ Swasunting

Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit, kan malu kalau banyak kesalahan. Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai denga PUEBI. 

5. Publikasi  

Jika tulisan Anda yang berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan  buku.


Bapak ibu sekalian yg hebat, penerbit buku ada macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Apa perbedaanya? mari kita ikuti uraian berikut ini  : 

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 

# Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

#Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.


2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

# Penerbit mayor : 

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

# Penerbit indie : 

Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

# Penerbit mayor : 

Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

# Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas coklat halus awet ( bookpapar).

4.  Waktu Penerbitan

# Penerbit mayor : 

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

# Penerbit indie :
 Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

# Penerbit mayor : 

kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

# Penerbit indie : 

umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

# Penerbit mayor : 

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 

# Penerbit indie : 

Berbayar sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yang diterbitkan tidak sama.

# Penerbit mayor : 

Naskah harus melewati beberapa tahap …


Tips Menerbitkan Buku di CV KAMILA PRESS LAMONGAN

Melayani cetak buku, dan mencetak ulang.

# Syarat-syarat:

1. Kirimkan naskah lengkap mulai judul, kata pengantar, daftar isi, naskah lengkap sesuai urutan daftar isi, daftar pustaka, biodata penulis dg fotonya dan Sinopsis utk cover belakang.

2. Ketik A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran fon 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf

Arial, calibri atau Cambria dan masukkan dalam 1 file word dikirim ke WA saya atau email gusmukminin@gmail.com

3. Fasilitas di Penerbit KAMILA PRESS LAMONGAN

Penulis mendapat fasilitas dibuatkan cover buku, layout, edit dan No.ISBN,  PO buku, mendapat sertifikat penulis dari penerbit. 
✓ Biaya Cetak buku  A5, kertas "Bookpapar (coklat halus)", 
termasuk biaya ISBN, Layuot, edit, cover buku: 

A. 60 halaman: 

#  Cetak 5 buku/ eksp. =  566.000
# Cetak 10 buku/ eksp. =  632.000, 
plus ongkir

B. 70 hlm:  

#  Cetak 5 buku = 570.000
# Cetak 10 buku = 650.000,
. Plus Ongkir

C. 85 hlm : 

 # Cetak 5 buku = 580.000
# Cetak 10 buku = 
660.000

D. 90 hlm:

# Cetak 5 buku = 600.000
# Cetak 10 Buku = 715.000

E. 100 hlm: 

# Cetak 5 buku = 635.000
# Cetak 10.Buku = 725.000

F. 125 hlm: 

# Cetak 5 buku = 650.000
# Cetak 10 buku = 751.000

G. 150 hlm= 

# Cetak 5 buku = 665.000
# Cetak 10 buku = 800.000


Tanya Jawab

1. Ibu Lilis garut
Pertanyaan
  • Apakah ada diskon buat peserta webinar malam ini?
  •  Berarti harga itu sudah termasuk sertifikat dan coveryah? Atau termasuk ngedit juga?
Jawaban
  •  Itu sudah harga net. Jadi cetak 20 buku umpamanya, dengan 60 halaman. Maka yang 10 buku harga atas termasuk (Cover buku, ISBN, Layout, edit, PO Buku dan Sertifikat) harga 632.000. Yang 10 buku dihargai cetak ulang harga bawah perbuku X @ 20.000 = 200.000. Ditambah ongkir. 

2.  Bapak Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB dari gelombang 23 bertanya:

Pertanyaannya :
  • Bagaimana prosedurnya untuk mendirikan badan usaha penerbitan termasuk SDMNYA?
  • Selain promo lewat FB atau media online lainnya, untuk buku penerbitan indie apakah bisa dipasarkan di toko-toko buku oleh pihak penerbit? 
  • Motivasi Cak Inin yang paling menarik bagi saya adalah tak ada kata terlambat dalam menulis. Buktinya Cak Inin mulai menulis pada usia 55 tahun. Dan langsung melesat dengan karyanya. Apa motivasi awalnya, dan bagaimana menjaga agar semangat ini tidak padam bahkan terus terpancar. Apakah ada trik waktu menulisnya?

Jawabannya:
  • Jika kita ingin mendirikan badan usaha penerbitan maka kita mengajukan surat ijin usaha ke kantor perijinan kabupaten dengan membawa Kartu keluarga, KTP suami istri, suarat pajak tanah dll. maka nanti akan keluar surat ijin usaha (SIUP/SIP)
  • untuk dipenerbitan indie promonya di Fb dan grup menulis serta instagram, sedangkan untuk untuk ke toko buku oleh penulisnya
  • Tidak ada kata terlambat untuk menulis walaupun usia sudah 55 tahun. Intinya saya ingin bermanfaat untuk orang lain. Tertantang oleh Ibu Emi, guru berprestasi nasional yang murid saya sendiri

3. Bapak Damar dari Banten 
Pertanyaannya:
  •  Jika terbitkan buku di penerbit Indi kamila Press, dengan tebal dan harga yang sudah ditayangkan ... Berapa  lama dari sejak naskah dari penulis dikirim lengkap hingga buku terbit ber ISBN?
Jawabannya
  • Dari naskah dikirim lalu kami ajukan ISBN turunnya sekarang rata-rata 4 Minggu kadang bisa lebih dan kadang bisa kurang. Karena habis PKKM dan banyak buku masuk dari guru-guru yang menulis. Sebelum turun kami buatkan cover buku sesuai permintaan. Setelah turun kami proses Layout..setelah selesai kami kirim ke penulis utk dicek lagi. Jika ada yang masih kurang pas kata atau ejaan bisa diajukan revisi. Lalu kami revisi Sampai ideal. Lalu naik cetak dan bayar biaya. Dari naskah Sampai terbit sekitar 8 Minggu 
4.  pak Miswan 
Pertanyaannya:
  •  jika kita sudah menerbitkan   sampai 10 buku,  dan tiba2 ada kesalah tulisan dan mau cetak buku 10 buku lagi,  apakah perlu ada biaya tambahan  atau tidak? 
  • Bagaimana kiat-kiat agar kita bisa membuka penerbitan buku seperti penerbit indie?
  •  Apa motivasi tertinggi bapak menjadi penulis yang handal diusia tidak muda lagi tapi tetap berkarya dan hasilnya luar biasa
Jawabannya:

  •  Jika ada revisi untuk cetak ulang kami revisi tanpa bayar lagi gratis.
  • Sudah saya jawab di atas. Setelah dapat SIUP ( surat izin usaha) maka.kita daftar ke Perpusnas dengan mengisi beberapa persyaratan surat-surat  izin dll. Jika.sudah kita bisa ajukan no. ISBN
  • Motivasi saya,  Saya ingin berbagi pengalaman lewat tulisan dan memberi.contoh anak didik saya, anak-anak saya, teman-teman guru yang muda bahwa semua orang bisa menulis asal ada niat kuat, nekat, cari mentor ( ikut pelatihan) dan segera menulis apa.saja yang kita bisa ( sesuai passion.kita ). Dan menulis itu ibadah bisa memotivasi orang lain dan berbagi ilmu. Dan harus menjaga semangat menulis dengan sharing dengan teman-teman grup. Serta rajin blogworking ( mengunjungi blog teman untuk tambahan ilmu dan cara menulis). Dan iri pada teman. Bu Helwiyah bisa terbitkan.beberapa buku solo dan antologi, maka saya harus bisa. Semakin terus menulis maka semakin tajam tulisan kita seperti pisau. 
5. Ibu Elmiya Sari dari Pasuruan. 
Pertanyaannya:
  • Apakah motivasi utama bapak untuk menulis?
  • Adakah waktu khusus yang bapak sediakan untuk menulis melihat kesibukan bapak?
  •  Pak tolong beri kami kemudahan ( penulis pemula) dg adanya harga khusus 🙏😊
Jawabannya:
  • Pertanyaan nomor 1 baru saya jwb di atas.
  • Ya Bu saya Senin sampai Sabtu ngajar, lalu sore, malam melayani teman-teman yang menerbitkan buku dari minta cover, revisi dan minta kata pengantar saya sampai jam 11 malam. Dan siangnya setelah ngajar dengan anak-anak ngedit naskah. Waktu yang paling tepat bagi saya menulis adalah usai shalat jama'ah subuh di masjid pulang, ngaji sebentar langsung nulis sampai jam 6 terus persiapan ke sekolah. Ketika.di jalan ada ide masuk buat puisi, pantun, atau certita inspiratif maka di sekolah saya tulis harus besarnya. Subuh dijadikan tulisan. 
  • Utk harga itu semua sama. Om Jay, Pak.Rahmadi Kalimantan, Cing Ato dan temannya, Pak Sudomo NTT, Pak.Mashudi.Banyuwangi dan byk tak bisa Dy sebutkan harta…

6. Ibu Maria dari Jakarta. 
  • Bagaimana menulis resume yang benar tanpa berkesan plagiarisme?
  • Bagaimana menyegarkan gagasan ketika kehilangan kata-kata untuk menyambung menjadi paragraf baru dan mengandung  makna ?
  • Apa saja strategi agar menulis itu selesai?

Jawabannya :
  •  Ibu menulis Resume dari materi grup PGRI tolong diambil intinya dengan dikembangkan menggunakan kalimat sendiri. Terus cari referensi dari internet atau buku utuk memperkaya materi itu. Jika mengambil pendapat tokoh, tulislah namanya. Resume buku saya jurus jitu itu alhamdulilah bagus berdasarkan testimoni teman2 pembeli dan bisa dijadikan contoh dan model menulis dan menerbitkan buku. Karena setiap materi kuliah menulis di grup PGRI pasti saya beri pendahuluan / pengantar menuju ke materi dengan mengambil di internet lalu saya parafrasekan.
  • Untuk menyegarkan jika kehilangan kata-kata utk menyambung paragraf baru. Maka kita istirahat dulu,sebentar mungkin jenuh. Minum kopi, teh atau dengar musik sebentar lalu fres nyambung lagi. 
  •  Strategi menulis itu harus selesai jangan dipotong seperti pertanyaan no.2. jangan berhenti dulu. Tulis saja apa yg ada di benak kita, lanjut terus jangan hiraukan EYD salah kata atau kurang kata. Tuntaskan ide yang ada dalam benak kita. Jika sudah berhentilah. Besoknya kita baca ulang untuk diperbaiki teramsuk Langkah-langkah di PPT yang saya share tadi. 
7.  Bapak  Amali Kurniawan,bantul
pertanyaan:
  • Dalam menerbitkan buku ber-ISBN apakah kelebihan penerbit Indie milik Cak Inin dibandingkan dengan penerbit lainnya?Misalnya dengan promo untuk penulis akan mendapatkan fasilitas dipublish di google play book?
  • Saya pernah mendengar untuk kenaikan pangkat Guru PNS, dengan membuat buku solo Ber-ISBN berupa puisi, Penerbit harus menyediakan/memiliki Editor Sastra,kalau tidak nanti bukunya tidak akan dinilai, bagaimana menurut pandangan Cak Inin mengenai hal ini?
  • Bagaimana suka dukanya Cak Inin dalam mendirikan penerbitan?apakah bisnis penerbitan masih memiliki prospek yang menjanjikan di era digital saat ini?
Jawabannya.
  • Kelebihan penerbit Kamila Press milik saya sendiri saya melayani dengan sepenuh hati sesuai permainan. Kemudian yang menilai ya yang pernah menerbitkan buku ke saya seperti guru kita dan teman-teman di atas terus jadi langganan baik.cetak langsung atau cetak ulang juga mengajak teman-temannya cetak ke saya. 
  • Untuk terbitan buku puisi atau pantun, setelah selesai menulis bisa minta penilaian teman yang bisa tentang itu. Atau minta dieditkan Jika ada yang salah kepada teman. Ada juga yang langsung ke saya. lalu kita proses. Jika ISBN turun buku solo insya Allah dapat nilai 3. 
  • Ya banyak sukanya Karena saya dapat ilmu dari buku-buku yang saya terbitkan sudah 200 lebih judul. Dan senang dapat membantu teman-teman untuk memperbaiki pantun, puisi 2.0 ( 2 buku sudah terbit). Sehingga terbit buku untuk bisa kenaikan kenaikan pangkat dll. 
  • Bisnis peberbitan saya kira masih diperlukan walau sudah ada diterbitkan secara digital. 
...

Penambah imun dan booster menulis nih....... 👍

Selasa, 22 Februari 2022

4. Public Speaking for Teacher

 Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    4
Waktu              :  Selasa, 22 Februari 2022 
Pukul                : 19.00  wib s.d selesai
Moderator        : Ibu Leni
Narasumber     : Bapak namin AB Ibnu Solihin
Judul                : Public Speaking For Teacher


Malam ini acara dibuka oleh moderator miss Leni yang cantik dan murah senyum dengan sebait pantun

Makan sate kambing wajah berseri

ditambah dengan sepiring nasi

belajar terus publik speaking di malam hari

dengan pak Namin pemberi Inspirasi.


Yah malam ini kita akan belajar public speaking for teacher dengan seorang guru yang sudah kenyang makan asam garam dari mulai smp, beliau sudah terlatih menjadi MC dadakan otodidak hingga akhirnya menjadikannya sebagai sarana berbagi ilmu baginya.

Bagi pak Namin, Berbagi itu tidak merugi dan prinsipnya adalah Teruslah belajar memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang menginspirasi menggerakkan dan meneladani.

Kegiatan pembelajaran di awali dengan berbagi cerita. Sosok sederhana, tenang dan murah senyum menunjukkan jika beliau adalah seorang trainer dengan jam terbang yang sudah tinggi.

Sebagian guru ditanya aktivitasnya sehari-hari, buku yang dibacanya dan tempat mengajarnya. Hal ini merupakan salah satu cara Pak Namin merangsang peserta webinar untuk berbicara. keren kan? tanpa sengaja sebenarnya kita sudah belajar public speaking.


Menurut beliau,  ada 8 cara guru belajar public speaking.

1. Rajin baca buku

  • Membaca buku adalah salah satu aktivitas wajib yang harus dilakukan oleh guru. Karena dengan membaca akan banyak kosakata yang dimiliki. Bacalah buku sesuai minat passionnya. Jika ingin memiliki kemampuan yang sistematis dengan kosakata yang banyak dan bicaranya lancar maka baca buku
2. Baca buku public speaking
  • Mau jago public speaking? sudah berapa banyak  buku tentang public speaking yang sudah dibaca?Banyak buku public speaking keren yang ditulis oleh praktisinya. selain membaca, melatih diri secara otodidak bisa jadi sebagai penguat pengetahuan kita
3. Aktif kegiatan berorganisasi dan komunitas
  • Aktif kegiatan berorganisasi dan komunitas adalah cara terbaik untuk melatih publik speaking karena di sana kita banyak kesempatan untuk bicara dalam berbagai kegiatan seperti rapat, diskusi, interaksi, pelatihan dan kegiatan lainnya.
4. Beranikan diri memberikan pertanyaan dan pernyataan
  • Pada berbagai kesempatan, seperti seminar, workshop dan diskusi, beranikanlah diri untuk bertanya atau memberanikan memberikan pernyataan karena dengan seperti itu, bisa melatih percaya diri dan berani berbicara di depan orang banyak
5. Memulai dari panggung kecil dengan peserta sedikit
  • Sebelum berbicara di depan ribuan orang, mulailah dari panggung kecil. Contoh dengan menjadi moderator rapat, pembina upacara, mengisi pelatihan osis, menjadi MC pada berbagai kegiatan sekolah dan lainnya
6. Jadi asisten pembicara/trainer
  • Bisa dimulai dengan menjadi operator laptop, membawakan ice breaking, atau photografer, gunakan kesempatan ini untuk belajar secara langsung
7. Cari mentor untuk belajar public speaking
  • Seorang mentor sangat punya pengaruh besar  bagi guru-guru yang ingin jago public speaking dimulai dari seorang guru biasa sehingga bisa dapat inspirasi bagaimana sang mentor mengembangkan dirinya.
8. Ikut TOT Public Speaking
  • Jika kita ingin makin jago public speaking, Ikut training TOT public speaking. Berinvestasilah jika kita ingin jadi guru di atas rata-rata. Jangan mau ikut pelatihan gratis melulu, sekali-sekali bisa ikut pelatihan berbayar.

Menurut Hadist Bukhori Muslim, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya bertutur kata yang baik atau diam"

Sebagian orang mengatakan bahwa berbicara di depan umum adalah sesuatu yang sangat menakutkan.
Sehebat-hebatnya google youtube, game, website, dan media sosial. Canggihnya teknologi dan internet belum bisa menggantikan kehbatan peran guru

Guru mampu menyentuh setiap hati peserta didik, menghapus air matanya dan memeluknya dengan kasih sayang. Jadi banggalah dengan tetap menjadi guru.

Kompetensi Guru Kreatif di Era New Normal
  1. Memiliki kemampuan public speaking
  2. Memiliki kemampuan Ice Breaking pembelajaran kreatif
  3. Menguasai teknologi
  4. Mampu mendesign media pembelajaran dan kelas pembelajaran
  5. Menguasai berbagai model pembelajaran
  6. Menguasai ilmu parenting / ilmu pengasuhan
Keterampilan Berkomunikasi (Communication Skill)
  1. Keterampilan komunikasi tulisan : 10 %
  2. Keterampilan komunikasi lisan : 40%
  3. keterampilan komunikasi non verbal (body language) : 50%

10 Keterampilan komunikasi
  1.  Percaya diri
  2. Ramah
  3. Kejelasan dan keringkasan
  4. Body language (bahasa tubuh)
  5. Mendengar
  6. Empati
  7. Berpikir terbuka
  8. Saling menghargai
  9. Memberikan feedback
  10. Memilih medium yang tepat
Enam alasan mengapa bicara itu penting
  1. Menyampaikan ide/gagasan
  2. Memotivasi tim kerja
  3. Mengkader orang lain
  4. Menjelaskan kebijakan organisasi
  5. Menjelaskan SOP
  6. Membangun budaya kerja

Tujuan Bicara :
  1. Mengajak
  2. Menyarankan
  3. Meminta
  4. Memberi
  5. Meyakinkan
  6. Menjual

Manfaat Berbicara :
  1. Self Improment
  2. Mengubah orang lain
  3. Networking/passive pahala
  4. Menciptakan mesin uang

Gejala Grogi
  1. Jantung berdetak lebih kencang
  2. Napas pendek
  3. Keringat dingin
  4. Sakit perut
  5. Gemetar
  6. Bicara terbata-bata
  7. Kehilangan kata
Cara Meengurangi Rasa Grogi
  1. Baca Doa
  2. Latihan di rumah
  3. datang sebelum acara
  4. pahami materi
  5. Buat catatan ringkas
  6. Cek penampilan
  7. Kenali panggung. audiens dan ruangan

Tanda Presentasi tidak Menarik lagi
  1. Lihat sikap peserta:
  2. Mulai gaduh dan berisik
  3. Menguap
  4. Sibuk dengan gudget
  5. Sibuk ngobrol
  6. Tidak fokus
  7. Banyak izin ke toilet


Rahasia Public Speaking

  1. Poise (Sikap Tenang)
  2. voice ( suara )
  3. Life (kehidupan)
  4. Eye Contak (kontak mata
  5. Gesture ( Gerak tubuh)
  6. Speed (Kecepatan


Latihan Public speaking profil sendiri

  1. Salam
  2. Senyum
  3. Sapa
  4. Energik



Senin, 21 Februari 2022

16. Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

 

Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    16
Waktu              :  Senin,21 Februari 2022 
Pukul                : 19.00  wib s.d selesai
Moderator        :Bapak Muliadi
Narasumber     : Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd
Judul                : Langkah Menyusun Buku secara Sistematis



Pantun dari Bapak Muliadi

 Jalan-jalan ke tanah toraja

jangan lupa membeli biskuit roma

Meski berkenalan baru saja

Waktu dan room buat bapak Roma 😊😊.....silahkan...


Balasan pantun dari Pak Roma

Hujan gerimis dingin melekat

Si kecil jajan enggan mendekat

Jalan panjang menulis kiat dekat

Pak Muliadi keren pantunnya, 

Langkah-langkah yang harus dilakukan seorang penulis dalam menulis buku secara sistematis menurut  Pak Roma adalah :

  1. Dalam menulis dan menyelesaikan tulisan, saya masih memegang prinsip CLBK. Apa itu CLBK?catatan lama belum kelar
  2. Menulis tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa semata tanpa ada percobaan. Bagi saya, COBA untuk menulis adalah satu kata romantis. Dengan mencoba maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba.
  3. Percobaan mendorong kita untuk berbuat lebih untuk menjawab rasa penasaran. Apakah sekedar selesai mencoba atau mau melanjutkan? Jika hendak melanjutkan, maka LAKUKAN dengan segera. Praktekkan sekaligus, bairkan ide itu mengalir bersama jari-jari mungil kita. Melakukan proses lebih dalam membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan ditulis.
  4.  Menulis harus menjadi budaya. So, BUDAYAKAN! Bagi orang Toraja, mengenakan sarung dalam berbagai aktifitas adalah bagian dari budaya yang tidak bisa terpisahkan dari perjalanan hidup. Menulis juga harus menjadi budaya yang menyatu dalam perjalanan hidup saya dan teman-teman. Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya. Sebuah buku yang terbit dari penerbit.
  5. Budaya seperti yang khalayak ramai pahami tentunya adalah kebiasaan. Menjadi kebiasaan belum tentu pula akan memberi dampak positif jika tidak ada konsistensi pelakunya. KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori menulis yang saya anut. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam prakteknya.
  6. Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten, inilah yang saya sebut CLBK dalam menulis. Istilah ini boleh menjadi pemberi semangat dan pendorong kepada teman-teman untuk memulai, meneruskan dan menciptakan karya tulisan.
  7. Nah, tentunya calon naskah teman-teman telah siap. PASTI YA. Minimal dari resume materi-materi yang telah disajikan puluhan narasumber sebelumnya. Lebih luar biasa lagi jika teman-teman telah memiliki naskah solo.
  8.  Seperti apa cara sistematis yang saya lakukan dalam menyelesaikan tulisan?
  9.  Saya melakukan seperti yang terdapat dalam tautan berikut ini. 

            


https://youtu.be/eePQwyHAcjw

 10.  Tambahannya ada di sini. https://youtu.be/jXPr59aWJSc



Menyelesaikan tulisan akan terjadi  karena konsistensi dalam menulis. Jadi, romansa menulis terasa indah ketika CLBK menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses mengumpulkan percikan-percikan ide kita, kemudian kita susun secara sistematis. 

Tanya jawab.

1. Maria_Jakarta

Pertanyaannya :

  • Bagaimana menyambung kembali?
  • Apa strategi untuk membuat judul yang tepat dan relevan?
  • Bagaimana cara paling mudah atau sederhana menulis sisetematis?

Jawabannya:

  • Strategi menyambung kembali.... versi saya..... menulis ketika lagi senang atau tanpa beban. Memang tak bisa dihindari bahwa kadang kala kita menulis, banyak ide yang mau dituliskan di kepala kita. Tapi, saat berproses, ide-ide itu mulai raib. Ketika ide-ide sulit disambungkan, biarkan saja dulu, jangan di hapus (delete)..... ketika kita membacanya nanti saat mengedit...ide-ide itu akan menemukan tempatnya. 
  • Strategi untuk membuat judul yang tepat dan relevan. Konsisten menuliskan naskah atas judul yang telah disiapkan. Buat judul pendek/singkat. Judul yang paling berkesan biasanya lebih singkat. Judul pendek mudah diingat dan seringkali bisa lebih menggugah dan kuat daripada judul yang lebih panjang. Judul sebaiknya mudah diingat dan unik,  mudah dikenali dan tak terlupakan. 
  • Cara paling mudah atau sederhana menulis sisetematis. Saya tak punya cara tercepat selain percaya pada diri saya sendiri bahwa saya bisa menyelesaikan tulisan itu.
 

2.  NAMA SRI W

Pertanyaannya :

  • Sebagai penulis pemula..kendala penulis menjaga konsistensi itu  menjadi kendala pak, bagaimana cara menumbuhkan konsistensi dalam menulis ini,? Apakah setelah buku solo ini terbit ..dan langkah selanjutnya seperti apa pak.alangkah ironi jika buku solo hanya dinikmati pengarang nya sendiri..bagaimana untuk mengembangkanny pak? Terimakasih

Jawabannya :

  •  Cara menumbuhkan konsistensi dalam menulis ini: fokus, bangun minat menulis dan miliki motivasi bahwa saya harus menghasilkan sebuah buku ber-ISBN. Awalnya memang tersendat oleh karena banyak faktor, seperti pekerjaan, capek, kegiatan sosial, dll. Konsistensi akan ada seiring minat menulis telah ada. Jika ada kendala, jangan mundur. 
  •  Buku solo, sebagai buku pertama, biasanya penulisnya sendiri malu-malu hehehe. Mulailah promosikan ke rekan-rekan kerja di sekolah atau komunitas. Tulisan ada pembaca atau tidak, sebenarnya menunggu waktu. Akan ada masanya buku itu terbaca. Ambil hikmahnya saja bu, terus menulis, pasti bisa. Selama niat menulis ada.

3.  syamsurizal SMKN 3. Padang

Pertanyaannya :

  • Langkah sistematis apa yang bisa dilakukan biar kita bisa menulis dengan cepat? 

Jawabannya :

  • Langkah sistematis sederhana sebenarnya sudah disipkan di Microsoft word pak. Hmm..kebetulan saya mencobanya seperti yang ada di link YouTube yang saya kirimkan.  

4.  Salam kenal saya ibu Elmiya Sari dari Pasuruan. 

Pertanyaannya :

  • Adakah trik memilih sub judul yang tepat supaya antara bab 1 dan lainnya tulisan saling terkait.
  • Bagaimana supaya buku yang kita buat banyak disukai pembaca?

Jawabannya : 

  • Trik saya adalah membaca naskah ketika mengedit. Contoh: Bisa saja Bab 5 cocoknya ada di Bab 2. Demkian halnya dengan sub judul. Kadang sub judul itu ada di bab lain, tapi cocoknya di bab sebelum atau sesudahnya. Dan tidak menutup kemungkinan, ada sub judul yang justru menjadi Bab. Ini terjadi ketika kita menulis tanpa outline yang ditentukan sebelumnya. Namun jika sebelumnya sudah ada outline penulisan, maka kita akan fokus.
  • Perbanyak promosi saja, misalnya lewat media sosial. Adakan kampanye menulis buku di sekolah, dengan demikian teman-teman lain akan penasaran. Selebihnya…cetak buku dan simpan di perpustakaan sekolah. Memulai dari hal-hal kecil.

6. Rini Sugi dari Bogor. 

Pertanyaannya 

  • Yang ingin saya tanyakan adalah apa langkah penulisan secara sistematis ini hanya untuk tulisan nonfiksi saja? Atau bisa juga untuk tulisan fiksi? 

Jawabannya :

  • Langkah-langkah tersbut bisa diterapkan untuk tulisan fiksi bu. Yang membedakan nantinya adalah tidak adanya sub judul/ kurangnya subjudul di tulisan fiksi. Bahkan untuk Thesis pun bisa diterapkan bu. Selamat menulis dan selamat mencoba.


6.   A. Amali K dari Bantul, 

Pertanyaannya :

  • Luar biasa dan menarik sekali materi pak Roma malam ini. Salut saaya meskipun baru saja kembali dari kegiatan di daerah namun dengan semangat membara tetap mebersamai kami di kelas BM. 
  • Baik pak, ada sedikit ganjalan sebagai penulis pemula terkait dengan teknik penulisan buku yg bisa diterbitkan penerbit mayor sebagaimana jejak pak Roma selama ini yang mampu menulis buku bersama Prof. Eko, bahkan ada 2 buku (Digital Trasformation dan Flipped Classroom). Bagaimana mensistematisir suatu sub tema menjadi satu kesatuan yang utuh, terutama dalam menulis buku Digital Transfrmation yang saya liat di Toko Buku Andi Jogja sangat tebal daripada buku-buku hasil kolabs bersama Prof Eko yg lainnya. 

Jawabannya :

  •  Terkait buku yang terbit di penerbit mayor…sepertinya ada materinya dari Penerbit ANDI. Boleh dikata saya beruntung pak, diajak menulis oleh prof. Eko yang kemudian diterbitkan di penerbit mayor.hehehehe. Kemudian, saya diajak lagi prof. Eko menulis buku ajar untuk Universitas Terbuka. Sementara saya edit dan perbaiki naskahnya sesuai permintaan UT. 
  • Kemudian, buku Digital Transformation itu tebal karena saya selalu menambahkan topik-topik yang ada kaitannya dengan judul. Dan luar biasanya prof. Eko dan penerbit ANDI tak pernah menolaknya.

 7. Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya, peserta dari gelombang 23:

Pertanyaannya :

  • Bagaimana caranya mengatur waktunya untuk bisa menulis di antara kesibukan lainnya? 
  • Bagaimana cara kerja yang biasa dilakukan ketika ada ide, lalu menuangkan nya dalam tulisan sampai mengedit nya. Apakah sudah di siapkan dari awal apa yang mau ditulis secara sistematis atau nanti baru diatur saat proses self editing?
  • Apa yang perlu disiapkan dalam proses penulisan terutama menyangkut bahan (foto, gambar, dll) dan sumber pustaka?
Jawabannya:
  • Ini pertanyaan sulit. Saya mulai kena imbas tulisan tidak selesai. Hehehe. Selama ini saya fokus menulis di akhir pekan dan hari Minggu selepas ibadah. Waktu lainnya saya manfaatkan jam tidak masuk di kelas di sekolahAda ide,langsung tulis pak. Taka da kertas, rekam di HP pak. Itu yang saya lakukan..ketika sudah mencapai 40 halaman A5..saya membacanya kembali dan memberikannya judul.  Baiknya menulis itu ada Outline, walaupun outline itu bisa berubah seiring isi tulisan. Selama ini, saya memilih self editing dengan tetap mengikuti pedoman dari penerbit. Nanti penerbit yang memberikan penyesuaian seperlunya.
  •  Baiknya gunakan foto karya sendiri. Jika gambar dari internet, pilih yang creative commons. Jika mengutip, cantumkan di dasangat tebal daripada buku-buku hasil kolabs bersama Prof Eko yg lainnya. Mohon pencerahan dan sharingnya..


8.   Sosialina dari Natuna

Pertanyaannya :

  • Apakah tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca?
  • Bagaimana memahami siapa sasaran pembaca dari naskah yang akan kita tulis?

Jawabannya :

  • Betul sekali bu. Tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca. Akan ada waktunya sampai pada jodohnya. Menulis sebaiknya tidak memakai judul viral di TikTok “Aku Bukan Jodohnya.” Hehehe. Setiap tulisan akan menemui pembacanya sendiri. Jadi, tuliskan saja bu. 
  •  Karena sampai sekarang saya tidak bisa memetakan pembaca buku saya. Oleh karena buku-buku itu buku non-fiksi. Jika arah tulisan kita sebagai pekerjaan yang menghasilkan, maka tentunya kita perlu memahami kemauan pembaca. 

Jawabannya : 

  • Tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca. Akan ada waktunya sampai pada jodohnya. Menulis sebaiknya tidak memakai judul viral di TikTok “Aku Bukan Jodohnya.” Hehehe. Setiap tulisan akan menemui pembacanya sendiri. Jadi, tuliskan saja bu. 
  •  Ini susah saya jawab. Hehehe. Karena sampai sekarang saya tidak bisa memetakan pembaca buku saya. Oleh karena buku-buku itu buku non-fiksi. Jika arah tulisan kita sebagai pekerjaan yang menghasilkan, maka tentunya kita perlu memahami kemauan pembaca. 


Jangan berhenti menulis sebelum terbit buku ber-ISBN. Fokus pada penyelesaian tulisan. Abaikan pembaca dan jumlahnya. Percaya diri pada kemampuan menulis pribadi lepas pribadi. Setiap penulis memiliki takdir tulisannya sendiri. Dan..... selalu siap CLBK kapan pun dan di mana pun.  


Bambangan hitam burung perkutut

Yang empunya sang konglomerat

walaupun malam semakin larut

Semangat pesertanya makin kuat

Minggu, 20 Februari 2022

DEBAT

 

Kata “debat” berarti pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal, disertai saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Alasan-alasan tersebut bisa didukung oleh informasi, data, dan fakta yang berkaitan dengan materi debat.

Dari sebuah debat, kamu bisa mendapatkan sudut pandang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan olehmu. Meskipun dalam sebuah debat kedua belah pihak tetap berupaya mempertahankan pendapatnya masing-masing, kedua belah pihak tersebut tetap akan mendapatkan wawasan baru mengenai hal yang diperdebatkan.



Pengertian Debat Menurut Para Ahli

Berikut merupakan beberapa pengertian debat menurut para ahli yang perlu kamu ketahui, antara lain:

  • G. Sukandi berpendapat bahwa debat pada hakekatnya saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.
  • Henry Guntur Tarigan mengartikan debat sebagai kegiatan saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.
  • Asidi Dipodjojo memberi pengertian debat sebagai proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat akan menyatakan argumen, serta memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan tersebut menjadi yakin dan berpihak kepadanya.

Jenis-Jenis Debat

Dalam pelaksanaannya, debat dibagi menjadi beberapa jenis. Adapun jenis-jenis debat adalah sebagai berikut:

Debat Parlemen atau Majelis (Parliamentary or Assembly Debating)

Sesuai dengan namanya, debat parlemen atau majelis terjadi di tatanan eksekutif, yudikatif, atau legislatif suatu negara. Debat ini biasanya membahas mengenai undang-undang, kebijakan, atau hal-hal yang berkaitan dengan ketatanegaraan.

Debat Pemeriksaan Ulangan (Cross-Examination Debating)

Debat pemeriksaan ulangan dilaksanakan untuk memeriksa ulang, dan mengetahui kebenaran pemeriksaan sebelumnya. Debat ini mengandung banyak pertanyaan yang saling berkaitan agar dapat mempertahankan posisi masing-masing tim. Jenis debat ini biasanya sering ditemukan dalam persidangan, yang terjadi antara jaksa dan pengacara.

Debat Formal, Konvensional, atau Debat Pendidikan (Formal, Conventional, or Educational Debating)

Debat formal, konvensional, atau debat pendidikan adalah debat yang bertujuan memberikan kesempatan pada dua tim yang berseberangan untuk mengungkapkan beberapa argumen untuk menguatkan materi debat, atau justru argumen untuk melawan materi tersebut. Berbeda dengan kedua jenis debat sebelumnya, debat jenis ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kedua tim dalam mengutarakan argumen secara logis, jelas, dan terstruktur.


Selain itu, debat ini juga mengasah kemampuan untuk mendengarkan dan menerima pendapat yang berbeda. Apabila debat ini dilaksanakan dalam bahasa asing, masing-masing tim debat juga bisa melatih kemampuan berbahasa asing mereka melalui debat ini. Jenis debat inilah yang sering kamu lihat di acara televisi maupun dalam kehidupan sehari-hari.



Tujuan dan Fungsi Debat

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, debat dilakukan untuk mencapai kemenangan dari beradu argumen. Argumen yang paling logis, jelas, dan memiliki struktur teks debat yang baik, biasanya memenangkan perdebatan. Selain untuk mencapai kemenangan argumen, tujuan debat dilakukan juga untuk menguji kebenaran pemikiran mengenai suatu hal.

Selain tujuan, pelaksanaan debat juga memiliki beberapa fungsi, antara lain melatih kemampuan berbicara di depan umum, kemampuan beradu argumen, berpikir kritis, serta mampu menghormati pendapat yang berbeda.

Unsur-Unsur Debat

Debat dapat dilaksanakan dengan memerhatikan beberapa unsur penting. Unsur-unsur debat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Mosi: Hal atau topik yang diperdebatkan.
  • Tim pro: Tim yang setuju pada topik yang diperdebatkan .
  • Tim kontra: Tim oposisi tim pro atau tim yang tidak setuju atau menentang topik yang diperdebatkan.
  • Tim netral: Tim yang memberikan dua sisi argumen, baik dukungan maupun sanggahan terhadap topik yang diperdebatkan.
  • Moderator: Orang yang memimpin dan memandu jalannya debat.
  • Notulen: Orang yang menulis jalannya perdebatan dan mengambil kesimpulan dari perdebatan tersebut.

Struktur Teks Debat

Sama seperti teks lainnya, teks debat juga memiliki struktur yang wajib kamu perhatikan. Struktur teks debat tersebut, meliputi:

  • Pengenalan: Bagian ini berisi perkenalan diri dari masing-masing tim debat.
  • Penyampaian argumen: Bagian ini berisi penyampaian argumen dari masing-masing tim mengenai mosi yang sudah ditentukan. Argumen harus didukung dengan data dan fakta.
  • Debat: Setelah masing-masing tim menyampaikan argumen, barulah mereka masuk ke bagian inti struktur teks debat, yaitu debat. Di bagian ini, setiap tim saling menyampaikan sanggahan mereka. Misalnya, tim pro menyanggah argumen tim kontra, atau sebaliknya, tim kontra menyanggah argumen tim pro. Dalam menyampaikan sanggahan, masing-masing tim harus menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung pihak tim lawan.
  • Kesimpulan: Bagian ini berisi kesimpulan dari setiap tim, kemudian diakhiri dengan kesimpulan hasil debat dari moderator.

Kaidah Kebahasaan Teks Debat

Selain memiliki struktur, teks debat juga memiliki kaidah kebahasaannya sendiri. Kaidah kebahasaan teks debat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kalimat Kompleks: struktur teks debat biasanya menggunakan kalimat kompleks, yang memiliki lebih dari satu struktur atau lebih dari satu kata kerja.
  • Konjungsi: teks debat biasanya memanfaatkan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan kata-kata atau kalimat.
  • Kata Rujukan,:teks debat biasanya menggunakan kata rujukan yang berfungsi untuk menjelaskan pemilik atau pemberi informasi, data, dan fakta yang digunakan dalam argumentasi. Misalnya, dia, beliau, ini, itu, di sana, di sini, dan sebagainya. 

Contoh Teks Debat

Mosi

Dibukanya sekolah tatap muka pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2000/2021 di masa pandemi COVID-19.

Moderator

Pada tanggal 20 November 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan bahwa pemerintah sudah mencabut aturan larangan sekolah tatap muka di masa pandemi COVID-19.

Berdasarkan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021, Mendikbud menjelaskan bahwa pemerintah akan mengizinkan sekolah tatap muka dan memberikan kewenangan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Bagaimana menurut kalian? Apakah Indonesia sudah siap membuka sekolah-sekolahnya dan menyelenggarakan sekolah tatap muka lagi?

Tim Pro

Kami sangat setuju pemerintah membuka kembali sekolah-sekolah dan menyelenggarakan sekolah tatap muka lagi karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kami nilai kurang efisien dalam proses belajar mengajar.

Apalagi, selama ini PJJ terbukti tidak dapat dilakukan di seluruh Indonesia. Masih banyak guru dan pelajar di desa yang tidak dapat menyelenggarakan PJJ karena kendala tidak memiliki peralatan yang memadai, seperti laptop atau smartphone.

Selain itu, internet di daerah-daerah masih belum stabil sehingga membuat para siswa di daerah semakin berpotensi mengalami ketertinggalan pendidikan.

Dampak-dampak negatif yang dikemukakan oleh Kemendikbud juga sangat beralasan. Oleh karena itu, kami mendukung dibukanya kembali sekolah-sekolah dan diadakannya kembali pembelajaran tatap muka.

Tim Kontra

Kami menolak dibukanya kembali sekolah-sekolah dan diadakannya kembali pembelajaran tatap muka. Dalam kondisi pandemi yang semakin memprihatinkan saat ini di Indonesia, lebih baik rencana pemerintah ini ditunda dulu.

Kami khawatir bila pemerintah masih bersikeras membuka sekolah dan mengadakan pembelajaran tatap muka, akan ada banyak klaster baru COVID-19.

Memang PJJ tidak dapat sepenuhnya dilaksanakan di seluruh Indonesia, tapi kami pikir, kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia jauh lebih penting dibandingkan memaksakan diri untuk membuka kembali sekolah-sekolah. Apalagi, data menunjukkan pada tanggal 8 Januari 2021, ada lonjakan kasus baru positif COVID-19 sampai 10.617 kasus. 

Tim Netral

Sebagai tim netral, kami bisa memahami masing-masing argumen dari tim pro dan tim kontra. Kami setuju PJJ yang tidak dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia membuat banyak siswa di daerah yang mengalami ketertinggalan, tapi kami juga setuju kalau dengan memaksakan dibukanya sekolah-sekolah pada masa pandemi yang semakin mengkhawatirkan ini dapat menimbulkan banyaknya klaster baru di sekolah-sekolah yang dipaksakan dibuka.

Sekalipun demikian, mungkin kita dapat menekan penyebaran dan penambahan kasus baru COVID-19 dengan mengetatkan protokol kesehatan di sekolah-sekolah yang akan dibuka kembali, serta mengikuti peraturan pemerintah mengenai penyelenggaraan pembelajaran tatap muka.

Adanya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, pihak rumah sakit, orang tua, dan masyarakat, tentu bisa membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini berjalan optimal.


Namun, bila memang nantinya terbukti kebijakan pemerintah ini menimbulkan klaster-klaster COVID-19 baru di sekolah-sekolah yang dibuka kembali, sebaiknya pemerintah menghentikan kebijakan pembukaan kembali sekolah-sekolah ini dan kembali menerapkan PJJ.

Moderator

Baik, setelah mendengarkan argumen dari masing-masing tim, kita bisa menarik kesimpulan bahwa dibukanya sekolah tatap muka pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2000/2021 di masa pandemi COVID-19 bisa dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, pihak rumah sakit, dan masyarakat.

Pelaksanaan tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mematuhi peraturan pemerintah mengenai penyelenggaraan sekolah tatap muka.

Namun, bila kebijakan sekolah tatap muka ini menimbulkan klaster-klaster baru, maka pemerintah harus menghentikan kebijakan pembukaan kembali sekolah-sekolah ini. Pemerintah harus berfokus pada penerapan PJJ yang jauh lebih baik dari sebelumnya, terutama untuk para guru dan siswa yang ada di daerah-daerah.

fiorentia viviane lesmana