Pengikut

Selasa, 22 Februari 2022

4. Public Speaking for Teacher

 Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    4
Waktu              :  Selasa, 22 Februari 2022 
Pukul                : 19.00  wib s.d selesai
Moderator        : Ibu Leni
Narasumber     : Bapak namin AB Ibnu Solihin
Judul                : Public Speaking For Teacher


Malam ini acara dibuka oleh moderator miss Leni yang cantik dan murah senyum dengan sebait pantun

Makan sate kambing wajah berseri

ditambah dengan sepiring nasi

belajar terus publik speaking di malam hari

dengan pak Namin pemberi Inspirasi.


Yah malam ini kita akan belajar public speaking for teacher dengan seorang guru yang sudah kenyang makan asam garam dari mulai smp, beliau sudah terlatih menjadi MC dadakan otodidak hingga akhirnya menjadikannya sebagai sarana berbagi ilmu baginya.

Bagi pak Namin, Berbagi itu tidak merugi dan prinsipnya adalah Teruslah belajar memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang menginspirasi menggerakkan dan meneladani.

Kegiatan pembelajaran di awali dengan berbagi cerita. Sosok sederhana, tenang dan murah senyum menunjukkan jika beliau adalah seorang trainer dengan jam terbang yang sudah tinggi.

Sebagian guru ditanya aktivitasnya sehari-hari, buku yang dibacanya dan tempat mengajarnya. Hal ini merupakan salah satu cara Pak Namin merangsang peserta webinar untuk berbicara. keren kan? tanpa sengaja sebenarnya kita sudah belajar public speaking.


Menurut beliau,  ada 8 cara guru belajar public speaking.

1. Rajin baca buku

  • Membaca buku adalah salah satu aktivitas wajib yang harus dilakukan oleh guru. Karena dengan membaca akan banyak kosakata yang dimiliki. Bacalah buku sesuai minat passionnya. Jika ingin memiliki kemampuan yang sistematis dengan kosakata yang banyak dan bicaranya lancar maka baca buku
2. Baca buku public speaking
  • Mau jago public speaking? sudah berapa banyak  buku tentang public speaking yang sudah dibaca?Banyak buku public speaking keren yang ditulis oleh praktisinya. selain membaca, melatih diri secara otodidak bisa jadi sebagai penguat pengetahuan kita
3. Aktif kegiatan berorganisasi dan komunitas
  • Aktif kegiatan berorganisasi dan komunitas adalah cara terbaik untuk melatih publik speaking karena di sana kita banyak kesempatan untuk bicara dalam berbagai kegiatan seperti rapat, diskusi, interaksi, pelatihan dan kegiatan lainnya.
4. Beranikan diri memberikan pertanyaan dan pernyataan
  • Pada berbagai kesempatan, seperti seminar, workshop dan diskusi, beranikanlah diri untuk bertanya atau memberanikan memberikan pernyataan karena dengan seperti itu, bisa melatih percaya diri dan berani berbicara di depan orang banyak
5. Memulai dari panggung kecil dengan peserta sedikit
  • Sebelum berbicara di depan ribuan orang, mulailah dari panggung kecil. Contoh dengan menjadi moderator rapat, pembina upacara, mengisi pelatihan osis, menjadi MC pada berbagai kegiatan sekolah dan lainnya
6. Jadi asisten pembicara/trainer
  • Bisa dimulai dengan menjadi operator laptop, membawakan ice breaking, atau photografer, gunakan kesempatan ini untuk belajar secara langsung
7. Cari mentor untuk belajar public speaking
  • Seorang mentor sangat punya pengaruh besar  bagi guru-guru yang ingin jago public speaking dimulai dari seorang guru biasa sehingga bisa dapat inspirasi bagaimana sang mentor mengembangkan dirinya.
8. Ikut TOT Public Speaking
  • Jika kita ingin makin jago public speaking, Ikut training TOT public speaking. Berinvestasilah jika kita ingin jadi guru di atas rata-rata. Jangan mau ikut pelatihan gratis melulu, sekali-sekali bisa ikut pelatihan berbayar.

Menurut Hadist Bukhori Muslim, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya bertutur kata yang baik atau diam"

Sebagian orang mengatakan bahwa berbicara di depan umum adalah sesuatu yang sangat menakutkan.
Sehebat-hebatnya google youtube, game, website, dan media sosial. Canggihnya teknologi dan internet belum bisa menggantikan kehbatan peran guru

Guru mampu menyentuh setiap hati peserta didik, menghapus air matanya dan memeluknya dengan kasih sayang. Jadi banggalah dengan tetap menjadi guru.

Kompetensi Guru Kreatif di Era New Normal
  1. Memiliki kemampuan public speaking
  2. Memiliki kemampuan Ice Breaking pembelajaran kreatif
  3. Menguasai teknologi
  4. Mampu mendesign media pembelajaran dan kelas pembelajaran
  5. Menguasai berbagai model pembelajaran
  6. Menguasai ilmu parenting / ilmu pengasuhan
Keterampilan Berkomunikasi (Communication Skill)
  1. Keterampilan komunikasi tulisan : 10 %
  2. Keterampilan komunikasi lisan : 40%
  3. keterampilan komunikasi non verbal (body language) : 50%

10 Keterampilan komunikasi
  1.  Percaya diri
  2. Ramah
  3. Kejelasan dan keringkasan
  4. Body language (bahasa tubuh)
  5. Mendengar
  6. Empati
  7. Berpikir terbuka
  8. Saling menghargai
  9. Memberikan feedback
  10. Memilih medium yang tepat
Enam alasan mengapa bicara itu penting
  1. Menyampaikan ide/gagasan
  2. Memotivasi tim kerja
  3. Mengkader orang lain
  4. Menjelaskan kebijakan organisasi
  5. Menjelaskan SOP
  6. Membangun budaya kerja

Tujuan Bicara :
  1. Mengajak
  2. Menyarankan
  3. Meminta
  4. Memberi
  5. Meyakinkan
  6. Menjual

Manfaat Berbicara :
  1. Self Improment
  2. Mengubah orang lain
  3. Networking/passive pahala
  4. Menciptakan mesin uang

Gejala Grogi
  1. Jantung berdetak lebih kencang
  2. Napas pendek
  3. Keringat dingin
  4. Sakit perut
  5. Gemetar
  6. Bicara terbata-bata
  7. Kehilangan kata
Cara Meengurangi Rasa Grogi
  1. Baca Doa
  2. Latihan di rumah
  3. datang sebelum acara
  4. pahami materi
  5. Buat catatan ringkas
  6. Cek penampilan
  7. Kenali panggung. audiens dan ruangan

Tanda Presentasi tidak Menarik lagi
  1. Lihat sikap peserta:
  2. Mulai gaduh dan berisik
  3. Menguap
  4. Sibuk dengan gudget
  5. Sibuk ngobrol
  6. Tidak fokus
  7. Banyak izin ke toilet


Rahasia Public Speaking

  1. Poise (Sikap Tenang)
  2. voice ( suara )
  3. Life (kehidupan)
  4. Eye Contak (kontak mata
  5. Gesture ( Gerak tubuh)
  6. Speed (Kecepatan


Latihan Public speaking profil sendiri

  1. Salam
  2. Senyum
  3. Sapa
  4. Energik



Senin, 21 Februari 2022

16. Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

 

Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    16
Waktu              :  Senin,21 Februari 2022 
Pukul                : 19.00  wib s.d selesai
Moderator        :Bapak Muliadi
Narasumber     : Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd
Judul                : Langkah Menyusun Buku secara Sistematis



Pantun dari Bapak Muliadi

 Jalan-jalan ke tanah toraja

jangan lupa membeli biskuit roma

Meski berkenalan baru saja

Waktu dan room buat bapak Roma 😊😊.....silahkan...


Balasan pantun dari Pak Roma

Hujan gerimis dingin melekat

Si kecil jajan enggan mendekat

Jalan panjang menulis kiat dekat

Pak Muliadi keren pantunnya, 

Langkah-langkah yang harus dilakukan seorang penulis dalam menulis buku secara sistematis menurut  Pak Roma adalah :

  1. Dalam menulis dan menyelesaikan tulisan, saya masih memegang prinsip CLBK. Apa itu CLBK?catatan lama belum kelar
  2. Menulis tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa semata tanpa ada percobaan. Bagi saya, COBA untuk menulis adalah satu kata romantis. Dengan mencoba maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba.
  3. Percobaan mendorong kita untuk berbuat lebih untuk menjawab rasa penasaran. Apakah sekedar selesai mencoba atau mau melanjutkan? Jika hendak melanjutkan, maka LAKUKAN dengan segera. Praktekkan sekaligus, bairkan ide itu mengalir bersama jari-jari mungil kita. Melakukan proses lebih dalam membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan ditulis.
  4.  Menulis harus menjadi budaya. So, BUDAYAKAN! Bagi orang Toraja, mengenakan sarung dalam berbagai aktifitas adalah bagian dari budaya yang tidak bisa terpisahkan dari perjalanan hidup. Menulis juga harus menjadi budaya yang menyatu dalam perjalanan hidup saya dan teman-teman. Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya. Sebuah buku yang terbit dari penerbit.
  5. Budaya seperti yang khalayak ramai pahami tentunya adalah kebiasaan. Menjadi kebiasaan belum tentu pula akan memberi dampak positif jika tidak ada konsistensi pelakunya. KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori menulis yang saya anut. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam prakteknya.
  6. Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten, inilah yang saya sebut CLBK dalam menulis. Istilah ini boleh menjadi pemberi semangat dan pendorong kepada teman-teman untuk memulai, meneruskan dan menciptakan karya tulisan.
  7. Nah, tentunya calon naskah teman-teman telah siap. PASTI YA. Minimal dari resume materi-materi yang telah disajikan puluhan narasumber sebelumnya. Lebih luar biasa lagi jika teman-teman telah memiliki naskah solo.
  8.  Seperti apa cara sistematis yang saya lakukan dalam menyelesaikan tulisan?
  9.  Saya melakukan seperti yang terdapat dalam tautan berikut ini. 

            


https://youtu.be/eePQwyHAcjw

 10.  Tambahannya ada di sini. https://youtu.be/jXPr59aWJSc



Menyelesaikan tulisan akan terjadi  karena konsistensi dalam menulis. Jadi, romansa menulis terasa indah ketika CLBK menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses mengumpulkan percikan-percikan ide kita, kemudian kita susun secara sistematis. 

Tanya jawab.

1. Maria_Jakarta

Pertanyaannya :

  • Bagaimana menyambung kembali?
  • Apa strategi untuk membuat judul yang tepat dan relevan?
  • Bagaimana cara paling mudah atau sederhana menulis sisetematis?

Jawabannya:

  • Strategi menyambung kembali.... versi saya..... menulis ketika lagi senang atau tanpa beban. Memang tak bisa dihindari bahwa kadang kala kita menulis, banyak ide yang mau dituliskan di kepala kita. Tapi, saat berproses, ide-ide itu mulai raib. Ketika ide-ide sulit disambungkan, biarkan saja dulu, jangan di hapus (delete)..... ketika kita membacanya nanti saat mengedit...ide-ide itu akan menemukan tempatnya. 
  • Strategi untuk membuat judul yang tepat dan relevan. Konsisten menuliskan naskah atas judul yang telah disiapkan. Buat judul pendek/singkat. Judul yang paling berkesan biasanya lebih singkat. Judul pendek mudah diingat dan seringkali bisa lebih menggugah dan kuat daripada judul yang lebih panjang. Judul sebaiknya mudah diingat dan unik,  mudah dikenali dan tak terlupakan. 
  • Cara paling mudah atau sederhana menulis sisetematis. Saya tak punya cara tercepat selain percaya pada diri saya sendiri bahwa saya bisa menyelesaikan tulisan itu.
 

2.  NAMA SRI W

Pertanyaannya :

  • Sebagai penulis pemula..kendala penulis menjaga konsistensi itu  menjadi kendala pak, bagaimana cara menumbuhkan konsistensi dalam menulis ini,? Apakah setelah buku solo ini terbit ..dan langkah selanjutnya seperti apa pak.alangkah ironi jika buku solo hanya dinikmati pengarang nya sendiri..bagaimana untuk mengembangkanny pak? Terimakasih

Jawabannya :

  •  Cara menumbuhkan konsistensi dalam menulis ini: fokus, bangun minat menulis dan miliki motivasi bahwa saya harus menghasilkan sebuah buku ber-ISBN. Awalnya memang tersendat oleh karena banyak faktor, seperti pekerjaan, capek, kegiatan sosial, dll. Konsistensi akan ada seiring minat menulis telah ada. Jika ada kendala, jangan mundur. 
  •  Buku solo, sebagai buku pertama, biasanya penulisnya sendiri malu-malu hehehe. Mulailah promosikan ke rekan-rekan kerja di sekolah atau komunitas. Tulisan ada pembaca atau tidak, sebenarnya menunggu waktu. Akan ada masanya buku itu terbaca. Ambil hikmahnya saja bu, terus menulis, pasti bisa. Selama niat menulis ada.

3.  syamsurizal SMKN 3. Padang

Pertanyaannya :

  • Langkah sistematis apa yang bisa dilakukan biar kita bisa menulis dengan cepat? 

Jawabannya :

  • Langkah sistematis sederhana sebenarnya sudah disipkan di Microsoft word pak. Hmm..kebetulan saya mencobanya seperti yang ada di link YouTube yang saya kirimkan.  

4.  Salam kenal saya ibu Elmiya Sari dari Pasuruan. 

Pertanyaannya :

  • Adakah trik memilih sub judul yang tepat supaya antara bab 1 dan lainnya tulisan saling terkait.
  • Bagaimana supaya buku yang kita buat banyak disukai pembaca?

Jawabannya : 

  • Trik saya adalah membaca naskah ketika mengedit. Contoh: Bisa saja Bab 5 cocoknya ada di Bab 2. Demkian halnya dengan sub judul. Kadang sub judul itu ada di bab lain, tapi cocoknya di bab sebelum atau sesudahnya. Dan tidak menutup kemungkinan, ada sub judul yang justru menjadi Bab. Ini terjadi ketika kita menulis tanpa outline yang ditentukan sebelumnya. Namun jika sebelumnya sudah ada outline penulisan, maka kita akan fokus.
  • Perbanyak promosi saja, misalnya lewat media sosial. Adakan kampanye menulis buku di sekolah, dengan demikian teman-teman lain akan penasaran. Selebihnya…cetak buku dan simpan di perpustakaan sekolah. Memulai dari hal-hal kecil.

6. Rini Sugi dari Bogor. 

Pertanyaannya 

  • Yang ingin saya tanyakan adalah apa langkah penulisan secara sistematis ini hanya untuk tulisan nonfiksi saja? Atau bisa juga untuk tulisan fiksi? 

Jawabannya :

  • Langkah-langkah tersbut bisa diterapkan untuk tulisan fiksi bu. Yang membedakan nantinya adalah tidak adanya sub judul/ kurangnya subjudul di tulisan fiksi. Bahkan untuk Thesis pun bisa diterapkan bu. Selamat menulis dan selamat mencoba.


6.   A. Amali K dari Bantul, 

Pertanyaannya :

  • Luar biasa dan menarik sekali materi pak Roma malam ini. Salut saaya meskipun baru saja kembali dari kegiatan di daerah namun dengan semangat membara tetap mebersamai kami di kelas BM. 
  • Baik pak, ada sedikit ganjalan sebagai penulis pemula terkait dengan teknik penulisan buku yg bisa diterbitkan penerbit mayor sebagaimana jejak pak Roma selama ini yang mampu menulis buku bersama Prof. Eko, bahkan ada 2 buku (Digital Trasformation dan Flipped Classroom). Bagaimana mensistematisir suatu sub tema menjadi satu kesatuan yang utuh, terutama dalam menulis buku Digital Transfrmation yang saya liat di Toko Buku Andi Jogja sangat tebal daripada buku-buku hasil kolabs bersama Prof Eko yg lainnya. 

Jawabannya :

  •  Terkait buku yang terbit di penerbit mayor…sepertinya ada materinya dari Penerbit ANDI. Boleh dikata saya beruntung pak, diajak menulis oleh prof. Eko yang kemudian diterbitkan di penerbit mayor.hehehehe. Kemudian, saya diajak lagi prof. Eko menulis buku ajar untuk Universitas Terbuka. Sementara saya edit dan perbaiki naskahnya sesuai permintaan UT. 
  • Kemudian, buku Digital Transformation itu tebal karena saya selalu menambahkan topik-topik yang ada kaitannya dengan judul. Dan luar biasanya prof. Eko dan penerbit ANDI tak pernah menolaknya.

 7. Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya, peserta dari gelombang 23:

Pertanyaannya :

  • Bagaimana caranya mengatur waktunya untuk bisa menulis di antara kesibukan lainnya? 
  • Bagaimana cara kerja yang biasa dilakukan ketika ada ide, lalu menuangkan nya dalam tulisan sampai mengedit nya. Apakah sudah di siapkan dari awal apa yang mau ditulis secara sistematis atau nanti baru diatur saat proses self editing?
  • Apa yang perlu disiapkan dalam proses penulisan terutama menyangkut bahan (foto, gambar, dll) dan sumber pustaka?
Jawabannya:
  • Ini pertanyaan sulit. Saya mulai kena imbas tulisan tidak selesai. Hehehe. Selama ini saya fokus menulis di akhir pekan dan hari Minggu selepas ibadah. Waktu lainnya saya manfaatkan jam tidak masuk di kelas di sekolahAda ide,langsung tulis pak. Taka da kertas, rekam di HP pak. Itu yang saya lakukan..ketika sudah mencapai 40 halaman A5..saya membacanya kembali dan memberikannya judul.  Baiknya menulis itu ada Outline, walaupun outline itu bisa berubah seiring isi tulisan. Selama ini, saya memilih self editing dengan tetap mengikuti pedoman dari penerbit. Nanti penerbit yang memberikan penyesuaian seperlunya.
  •  Baiknya gunakan foto karya sendiri. Jika gambar dari internet, pilih yang creative commons. Jika mengutip, cantumkan di dasangat tebal daripada buku-buku hasil kolabs bersama Prof Eko yg lainnya. Mohon pencerahan dan sharingnya..


8.   Sosialina dari Natuna

Pertanyaannya :

  • Apakah tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca?
  • Bagaimana memahami siapa sasaran pembaca dari naskah yang akan kita tulis?

Jawabannya :

  • Betul sekali bu. Tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca. Akan ada waktunya sampai pada jodohnya. Menulis sebaiknya tidak memakai judul viral di TikTok “Aku Bukan Jodohnya.” Hehehe. Setiap tulisan akan menemui pembacanya sendiri. Jadi, tuliskan saja bu. 
  •  Karena sampai sekarang saya tidak bisa memetakan pembaca buku saya. Oleh karena buku-buku itu buku non-fiksi. Jika arah tulisan kita sebagai pekerjaan yang menghasilkan, maka tentunya kita perlu memahami kemauan pembaca. 

Jawabannya : 

  • Tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca. Akan ada waktunya sampai pada jodohnya. Menulis sebaiknya tidak memakai judul viral di TikTok “Aku Bukan Jodohnya.” Hehehe. Setiap tulisan akan menemui pembacanya sendiri. Jadi, tuliskan saja bu. 
  •  Ini susah saya jawab. Hehehe. Karena sampai sekarang saya tidak bisa memetakan pembaca buku saya. Oleh karena buku-buku itu buku non-fiksi. Jika arah tulisan kita sebagai pekerjaan yang menghasilkan, maka tentunya kita perlu memahami kemauan pembaca. 


Jangan berhenti menulis sebelum terbit buku ber-ISBN. Fokus pada penyelesaian tulisan. Abaikan pembaca dan jumlahnya. Percaya diri pada kemampuan menulis pribadi lepas pribadi. Setiap penulis memiliki takdir tulisannya sendiri. Dan..... selalu siap CLBK kapan pun dan di mana pun.  


Bambangan hitam burung perkutut

Yang empunya sang konglomerat

walaupun malam semakin larut

Semangat pesertanya makin kuat

Minggu, 20 Februari 2022

DEBAT

 

Kata “debat” berarti pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal, disertai saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Alasan-alasan tersebut bisa didukung oleh informasi, data, dan fakta yang berkaitan dengan materi debat.

Dari sebuah debat, kamu bisa mendapatkan sudut pandang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan olehmu. Meskipun dalam sebuah debat kedua belah pihak tetap berupaya mempertahankan pendapatnya masing-masing, kedua belah pihak tersebut tetap akan mendapatkan wawasan baru mengenai hal yang diperdebatkan.



Pengertian Debat Menurut Para Ahli

Berikut merupakan beberapa pengertian debat menurut para ahli yang perlu kamu ketahui, antara lain:

  • G. Sukandi berpendapat bahwa debat pada hakekatnya saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.
  • Henry Guntur Tarigan mengartikan debat sebagai kegiatan saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.
  • Asidi Dipodjojo memberi pengertian debat sebagai proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat akan menyatakan argumen, serta memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan tersebut menjadi yakin dan berpihak kepadanya.

Jenis-Jenis Debat

Dalam pelaksanaannya, debat dibagi menjadi beberapa jenis. Adapun jenis-jenis debat adalah sebagai berikut:

Debat Parlemen atau Majelis (Parliamentary or Assembly Debating)

Sesuai dengan namanya, debat parlemen atau majelis terjadi di tatanan eksekutif, yudikatif, atau legislatif suatu negara. Debat ini biasanya membahas mengenai undang-undang, kebijakan, atau hal-hal yang berkaitan dengan ketatanegaraan.

Debat Pemeriksaan Ulangan (Cross-Examination Debating)

Debat pemeriksaan ulangan dilaksanakan untuk memeriksa ulang, dan mengetahui kebenaran pemeriksaan sebelumnya. Debat ini mengandung banyak pertanyaan yang saling berkaitan agar dapat mempertahankan posisi masing-masing tim. Jenis debat ini biasanya sering ditemukan dalam persidangan, yang terjadi antara jaksa dan pengacara.

Debat Formal, Konvensional, atau Debat Pendidikan (Formal, Conventional, or Educational Debating)

Debat formal, konvensional, atau debat pendidikan adalah debat yang bertujuan memberikan kesempatan pada dua tim yang berseberangan untuk mengungkapkan beberapa argumen untuk menguatkan materi debat, atau justru argumen untuk melawan materi tersebut. Berbeda dengan kedua jenis debat sebelumnya, debat jenis ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kedua tim dalam mengutarakan argumen secara logis, jelas, dan terstruktur.


Selain itu, debat ini juga mengasah kemampuan untuk mendengarkan dan menerima pendapat yang berbeda. Apabila debat ini dilaksanakan dalam bahasa asing, masing-masing tim debat juga bisa melatih kemampuan berbahasa asing mereka melalui debat ini. Jenis debat inilah yang sering kamu lihat di acara televisi maupun dalam kehidupan sehari-hari.



Tujuan dan Fungsi Debat

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, debat dilakukan untuk mencapai kemenangan dari beradu argumen. Argumen yang paling logis, jelas, dan memiliki struktur teks debat yang baik, biasanya memenangkan perdebatan. Selain untuk mencapai kemenangan argumen, tujuan debat dilakukan juga untuk menguji kebenaran pemikiran mengenai suatu hal.

Selain tujuan, pelaksanaan debat juga memiliki beberapa fungsi, antara lain melatih kemampuan berbicara di depan umum, kemampuan beradu argumen, berpikir kritis, serta mampu menghormati pendapat yang berbeda.

Unsur-Unsur Debat

Debat dapat dilaksanakan dengan memerhatikan beberapa unsur penting. Unsur-unsur debat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Mosi: Hal atau topik yang diperdebatkan.
  • Tim pro: Tim yang setuju pada topik yang diperdebatkan .
  • Tim kontra: Tim oposisi tim pro atau tim yang tidak setuju atau menentang topik yang diperdebatkan.
  • Tim netral: Tim yang memberikan dua sisi argumen, baik dukungan maupun sanggahan terhadap topik yang diperdebatkan.
  • Moderator: Orang yang memimpin dan memandu jalannya debat.
  • Notulen: Orang yang menulis jalannya perdebatan dan mengambil kesimpulan dari perdebatan tersebut.

Struktur Teks Debat

Sama seperti teks lainnya, teks debat juga memiliki struktur yang wajib kamu perhatikan. Struktur teks debat tersebut, meliputi:

  • Pengenalan: Bagian ini berisi perkenalan diri dari masing-masing tim debat.
  • Penyampaian argumen: Bagian ini berisi penyampaian argumen dari masing-masing tim mengenai mosi yang sudah ditentukan. Argumen harus didukung dengan data dan fakta.
  • Debat: Setelah masing-masing tim menyampaikan argumen, barulah mereka masuk ke bagian inti struktur teks debat, yaitu debat. Di bagian ini, setiap tim saling menyampaikan sanggahan mereka. Misalnya, tim pro menyanggah argumen tim kontra, atau sebaliknya, tim kontra menyanggah argumen tim pro. Dalam menyampaikan sanggahan, masing-masing tim harus menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung pihak tim lawan.
  • Kesimpulan: Bagian ini berisi kesimpulan dari setiap tim, kemudian diakhiri dengan kesimpulan hasil debat dari moderator.

Kaidah Kebahasaan Teks Debat

Selain memiliki struktur, teks debat juga memiliki kaidah kebahasaannya sendiri. Kaidah kebahasaan teks debat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kalimat Kompleks: struktur teks debat biasanya menggunakan kalimat kompleks, yang memiliki lebih dari satu struktur atau lebih dari satu kata kerja.
  • Konjungsi: teks debat biasanya memanfaatkan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan kata-kata atau kalimat.
  • Kata Rujukan,:teks debat biasanya menggunakan kata rujukan yang berfungsi untuk menjelaskan pemilik atau pemberi informasi, data, dan fakta yang digunakan dalam argumentasi. Misalnya, dia, beliau, ini, itu, di sana, di sini, dan sebagainya. 

Contoh Teks Debat

Mosi

Dibukanya sekolah tatap muka pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2000/2021 di masa pandemi COVID-19.

Moderator

Pada tanggal 20 November 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan bahwa pemerintah sudah mencabut aturan larangan sekolah tatap muka di masa pandemi COVID-19.

Berdasarkan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021, Mendikbud menjelaskan bahwa pemerintah akan mengizinkan sekolah tatap muka dan memberikan kewenangan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Bagaimana menurut kalian? Apakah Indonesia sudah siap membuka sekolah-sekolahnya dan menyelenggarakan sekolah tatap muka lagi?

Tim Pro

Kami sangat setuju pemerintah membuka kembali sekolah-sekolah dan menyelenggarakan sekolah tatap muka lagi karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kami nilai kurang efisien dalam proses belajar mengajar.

Apalagi, selama ini PJJ terbukti tidak dapat dilakukan di seluruh Indonesia. Masih banyak guru dan pelajar di desa yang tidak dapat menyelenggarakan PJJ karena kendala tidak memiliki peralatan yang memadai, seperti laptop atau smartphone.

Selain itu, internet di daerah-daerah masih belum stabil sehingga membuat para siswa di daerah semakin berpotensi mengalami ketertinggalan pendidikan.

Dampak-dampak negatif yang dikemukakan oleh Kemendikbud juga sangat beralasan. Oleh karena itu, kami mendukung dibukanya kembali sekolah-sekolah dan diadakannya kembali pembelajaran tatap muka.

Tim Kontra

Kami menolak dibukanya kembali sekolah-sekolah dan diadakannya kembali pembelajaran tatap muka. Dalam kondisi pandemi yang semakin memprihatinkan saat ini di Indonesia, lebih baik rencana pemerintah ini ditunda dulu.

Kami khawatir bila pemerintah masih bersikeras membuka sekolah dan mengadakan pembelajaran tatap muka, akan ada banyak klaster baru COVID-19.

Memang PJJ tidak dapat sepenuhnya dilaksanakan di seluruh Indonesia, tapi kami pikir, kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia jauh lebih penting dibandingkan memaksakan diri untuk membuka kembali sekolah-sekolah. Apalagi, data menunjukkan pada tanggal 8 Januari 2021, ada lonjakan kasus baru positif COVID-19 sampai 10.617 kasus. 

Tim Netral

Sebagai tim netral, kami bisa memahami masing-masing argumen dari tim pro dan tim kontra. Kami setuju PJJ yang tidak dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia membuat banyak siswa di daerah yang mengalami ketertinggalan, tapi kami juga setuju kalau dengan memaksakan dibukanya sekolah-sekolah pada masa pandemi yang semakin mengkhawatirkan ini dapat menimbulkan banyaknya klaster baru di sekolah-sekolah yang dipaksakan dibuka.

Sekalipun demikian, mungkin kita dapat menekan penyebaran dan penambahan kasus baru COVID-19 dengan mengetatkan protokol kesehatan di sekolah-sekolah yang akan dibuka kembali, serta mengikuti peraturan pemerintah mengenai penyelenggaraan pembelajaran tatap muka.

Adanya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, pihak rumah sakit, orang tua, dan masyarakat, tentu bisa membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini berjalan optimal.


Namun, bila memang nantinya terbukti kebijakan pemerintah ini menimbulkan klaster-klaster COVID-19 baru di sekolah-sekolah yang dibuka kembali, sebaiknya pemerintah menghentikan kebijakan pembukaan kembali sekolah-sekolah ini dan kembali menerapkan PJJ.

Moderator

Baik, setelah mendengarkan argumen dari masing-masing tim, kita bisa menarik kesimpulan bahwa dibukanya sekolah tatap muka pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2000/2021 di masa pandemi COVID-19 bisa dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, pihak rumah sakit, dan masyarakat.

Pelaksanaan tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mematuhi peraturan pemerintah mengenai penyelenggaraan sekolah tatap muka.

Namun, bila kebijakan sekolah tatap muka ini menimbulkan klaster-klaster baru, maka pemerintah harus menghentikan kebijakan pembukaan kembali sekolah-sekolah ini. Pemerintah harus berfokus pada penerapan PJJ yang jauh lebih baik dari sebelumnya, terutama untuk para guru dan siswa yang ada di daerah-daerah.

Jumat, 18 Februari 2022

15. KONSEP BUKU NONFIKSI

Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    15
Waktu              :  Jumat, 18 Februari 2022 
Pukul                : 19.00  wib s.d selesai
Moderator        :Bapak Dail Ma'ruf
Narasumber     : Ibu  Musiin, M.Pd
Judul                : Konsep Buku Nonfiksi



 Malam ini adalah jadwal kelas menulis. Seperti biasa akan ada moderator yang mendampingi narasumber. Untuk malam ini moderatornya adalah Mr. Dail Ma'ruf. Beliau membuka acara dengan doa, akan tetapi beliau masih diperjalanan sehingga dibantu oleh Ibu Rosminiyati.

Untuk narasumber malam ini adalah Ibu Musiin, M.Pd. Beliau adalah alumni kelas menulis juga yang berangkat dari nol, mulai tidak mempunyai blog. Namun beliau berpatokan pada ucapan Prof Rhenaldi Kasali,  jika dalam hidup ini tidak ada yang tidak mungkin.   kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan  selalu yakin ada pintu di tengah tembok rintangan.  Menulislah setiap hari, maka keajaiban akan datang.

 Ibu Musiin  adalah alumni kelas menulis Om Jay gelombang 8 yang juga mendapat kesempatan sekaligus tantangan menulis yang diberikan Prof. Ekoji. Mereka  bersembilan telah berhasil menaklukan tantangan menulis Prof Eko dan buku mereka telah berhasil dipajang di toko buku Gramedia secara online maupun offline. Buku karya Ibu Musiin  berjudul Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi. 

Deretan buku-buku di rak tengah adalah karya alumni gelombang 8 yang berhasil masuk ke penerbit mayor, Penerbit Andi.  Masya Allah.

Ibu Musiin  telah berhasil mengalahkan ketakutan dari dirinya sendiri. Ketakutan itu ternyata  merendahkan potensinya untuk menulis. Ketakutan  yang Ibu Musiin rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:

1. Takut tidak ada yang membaca.

2. Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.

3. Merasa karya orang lain lebih bagus.

Ketakutan itu yang sering kali membuat beliau merasa konyol dengan hanya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun.

Akhirnya beliau singgah di Kelas menulis Om Jay dan bertemu dengan banyak penulis pemula dan pemateri hebat, salah satunya adalah Prof Eko. Dan cahaya untuk berkarya berasal dari dirinya sendiri. Ibu Musiin yang minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis. Kegiatan menulis ternyata sangat menyenangkan.

Kekuatan menulis ini akan menjadi sangat berarti ketika  ingin menjadi  bagian dari Program Guru Penggerak. Dan cahaya untuk berkarya berasal dari diri  sendiri. Ibu Musiin yang minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis,Kita jangan sampai menjadikan kegiatan menulis  sebagai  sebuah mimpi buruk

Prof. Eko kita ibaratkan sebagai seorang Master  Chef  yang memberi kita banyak pilihan bahan masakan yang bisa kita olah menjadi berbagai jenis hidangan. Pilihannya ada pada diri masing-masing peserta. Bahan masakan yang disediakan Prof Eko, bisa kita peroleh di Prof  Ekoji Channel.  Seperti yang disampaikan Prof Eko,  bisa menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita,  atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai

Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. Ibu Kita semua memiliki buku, akan tetapi buku tersebut masih belum lahir.

Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. 




Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis  mengukir perjalanan  hidup kita. Jadi,  semua tergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak atau hanya dikeluarkan dalam bentuk pengajaran di kelas-kelas saja atau hanya dalam bentuk obrolan atau cerita kepada anak cucu saja, yang tidak meninggalkan jejak keabadian.

Menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir cinta menulis

AlasanIbu Musiin ingin menjadi penulis adalah berikut ini.

1. Mewariskan ilmu lewat buku.

2. Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.

3. Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.

Apakah kutipan di bawah ini masih relevan di era youtube, tiktok dan instagram?



Kekuatan youtuber hebat, selegram terkenal,salah satunya adalah komunikasi. Komunikasi bisa dibangun jika kita pandai merangkai kata dan kalimat.




 Kutipan ini membawa pesan menulislah jika engkau ingin dikenal orang banyak.

 Keinginan kuat  ternyata mengantarkan ke hukum tarik menarik di alam semesta ini. Hukum tarik-menarik dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan.  Pikiran menjadi penulis mengantarkan saya mengikuti kelas-kelas menulis (salah satunya kelas Om Jay dan  tantangan menulis selama 1 minggu bersama Prof. Eko.

 Kalau kita berpikir untuk menulis buku maka akan lahir buku. Kalau kita berpikir kegagalan, maka yang tersisa hanya kekecewaan.

 Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

  1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) Contoh: Buku Pelajaran
  2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses).Contoh: Buku Panduan
  3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara)

Pola yangIbu Musiin pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster. Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni

  1. Pratulis
  2. Menulis Draf
  3. Merevisi Draf
  4. Menyunting Naskah
  5. Menerbitkan

Langkah Pertama : Pratulis

  1. Menentukan tema
  2. Menemukan ide
  3. Merencanakan jenis tulisan
  4. Mengumpulkan bahan tulisan
  5. Bertukar pikiran
  6. Menyusun daftar
  7. Meriset
  8. Membuat Mind Mapping
  9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll. Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 

  1. Pengalaman pribadi
  2. Pengalaman orang lain
  3. Berita di media massa
  4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
  5. Imajinasi
  6. Mengamati lingkungan
  7. Perenungan
  8. Membaca buku
Jika ide itu datang segera ditulis. karena ide itu mudah datang dan juga mudah pergi. Tema yang Ibu Musiin  angkat di bukunya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020

Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.

  1.  Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
  2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
  3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
  4. Penemuan yang telah didapatkan.
  5. Pemikiran yang telah direnungkan

Kita patut bersyukur di era digital seperti sekarang ini, betapa mudahnya fasilitas untuk menulis buku, semua serba mudah. Bapak Ibu bisa bayangkan, penulis jaman dulu harus mengetik dengan mesin ketik manual. Mereka bisa menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Seharusnya generasi kita lebih luar biasa lagi. Sekarang nulis pakai rekam suara pun jadi tulisan

Bagaimana supaya kemampuan menulis Karya non fiksi kita makin terasah? membuat kerangka.Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia

A. Pembagian Generasi Pengguna Internet

B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet

BAB 2 Media Sosial

A. Media Sosial

B. UU ITE

C. Kejahatan di Media Sosial

BAB 3 Literasi Digital

A. Pengertian

B. Elemen

C. Pengembangan

D. Kerangka Literasi Digital

E. Level Kompetensi Literasi Digital

F. Manfaat

G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi

H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara

A. Keluarga

B. Sekolah

C. Masyarakat

BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62

A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia

B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia

C. Membangun Digital Mindset Warganet +62

 Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, saya mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)

Dengan mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis. Anotomi Buku

  1. Halaman Judul
  2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
  3. Halaman Daftar Isi
  4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
  5. Halaman Prakata
  6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
  7. Bagian /Bab
  8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
  9. Halaman Glosarium
  10. Halaman Daftar Pustaka
  11. Halaman Indeks
  12. Halaman Tentang Penulis


Langkah kedua : Menulis Draf

  1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
  2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan


 Langkah ketiga : Merevisi Draf

  1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
  2. Memeriksa gambaran besar dari naskah


Langkah keempat : Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)

  1. Ejaan
  2. Tata bahasa
  3. Diksi
  4. Data dan fakta
  5. Legalitas dan norma


Hambatan-hambatan dalam menulis antara lain :

  1. Hambatan waktu
  2. Hambatan kreativitas
  3. Hambatan teknis
  4. Hambatan tujuan
  5. Hambatan psikologis

 Cara mengatasi hambatan  untuk menulis. Solusi itu ada di diri kita sendiri.

  1. Banyak membaca
  2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
  3. Disiplin menulis setiap hari.
  4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)

  Tanya Jawab

1.  Ibu Umi Agus Farida dari Kalsel 

Pertanyaannya:

  • mohon izin bertanya, sering kali menulis fiksi itu susah bagi saya terutama dalam hal tanda2 baca, bagaimana menyikapi hal ini? 

Jawabannya:

  • Menurut saya Bu Umi menulis saja terus sampai selesai, jangan sampai berhenti hanya karena faktor tanda-tanda baca. Setelah selesai, Bu Umi bisa minta bantuan teman misalkan guru Bahasa Indonesia untuk membatu mengedit tulisan Bu Umi. Kita serahkan ke ahlinya.

 

2. Ibu Widuri Permata AR dari Lombok Barat

Pertanyaannya:

  •  Kesulitan  dalam mengisi urutan bab dan sub judul bab. Bab 1 itu tentang apa, kedua, ketiga dan seterusnya dan kesulitan juga mencari literatur. 

Jawabannya

  • Untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan banyak membaca materi-materi yang sesuai judul yang ibu ajukan. Dengan banyak membaca, pasti akan muncul ide. Di saat ide muncul segera tuliskan. Selain membaca,  bisa menyaksikan konten-konten di you tube. Insha Allah pasti akan timbul ide untuk menulis isi buku tersebut secara lengkap. Konten-konten di you tube banyak sekali yang memberi kita ide dan sifatnya kekinian.


3.  Ibu Mada dari Bali. 

Pertanyaannya :

  • Saya BM 24, baru mau tanya bunda, Dari Cv bunda ada buku : 

  1. Digital Brochure Mengasah Kemampuan Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z
  2. Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi (Karya bersama Prof Eko)
  3. Selaksa Hikmah dari Tarokan (Karya bersama siswa-siswa)
  4. Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)
  5. Cergam Panji Asmarabangun and Dewi Sekartaji
  6. Modul Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IX.
  7. Menulis Artikel populer di majalah online

  • Dari tujuh buku tersebut mana yang paling laku?

 Jawabannya :

  • No 2 karena ada nama besar Prof Ekoji

4. Ibu  Lely Suryani gel 23 dari Banjarnegara.

Pertanyaannya:

  •  Pada tahapan pra tulis ada tahapan membuat  mind Mapping. Mohon dijelaskan, bagaimana cara membuat mind mapping tersebut dan bentuk kongkritnya seperti apa ?

Jawabannya:

  •  Mind mapping adalah membuat peta konsep, Peta konsep ini semacam kerangka tulisan atau bentuk awal dari tulisan kita. Peta konsep ini berisi ide utama, ide pendukung, sumber data, bentuk data yang kita tampilkan dll. Jadi ini mendodriong kita untuk berkreasi mengembangkan ide kita.


5. Ibu  Ramadany Puspita Sari dari Surabaya.  

Pertanyaannya:

  • Saat membuat cerita jika sudah ditentukan Temanya  saya kesulitan membuat judul...saya ingin judul yang menarik sehingga pembaca penasaran

Jawabannya:

  • Judul itu menggambarkan isi cerita. Supaya pembaca itu tertarik, buatlah judul itu semenarik mungkin, mudah diingat dan menggambarkan isi dari buku itu.Saya pernah membaca buku dengan judul Normal is Boring. Judul itu menggambarkan sesuatu yang anti mainstream. Pembaca pasti tertarik karena kalimat normal is boring.Yang perlu diingat jangan sampai judul tersebut menarik namun menyesatkan, artinya antara judul dan isi tidak sesuai.


6. Ibu  Dwi Yanti, Asal    : Pemalang

Pertanyaan: 

  • Bagaimana untuk menghilangkan rasa tidak percaya diri serta mengembangkan ide untuk menjadi tulisan yang bagus dan manfaat?

Jawabannya:

  • Rasa percaya diri dan minder itu datangnya dari diri kita sendiri. Nomer satu buku yang ditulis terbit dahulu. Dengan terbit sebuah buku akan memupuk rasa percaya diri untuk menulis lagi. Ide yang datang harus kita kembangkan supaya bermakna, caranya dengan banyak membaca dan melihat fenomena yang terjadi saat ini. Kita harus pandai mengaitkan peristiwa masa lalu dengan kondisi saat ini dan yang akan datang. Tulisan yang terupdate dengan pembaharuan pasti diminati banyak orang dan bermanfaat.


7. Bapak  Riki dari Pandeglang

Pertanyaannya:

  • Ada 2 buku yang ibu jadi editornya : 
  1. Kaulah Sosok Inspiratif di Hatiku ( Antologi Sosok Inspiratif)
  2. Kisah Penyemangat Kalbu (Antologi Penyuluh Agama)
  • Mana lebih mudah antara menulis bareng Prof Ekoji atau Editor ? Dan mana yang lebih bikin ibu enjoy?

Jawabannya:

  • Semua proses bagi saya selalu menarik, karena setiap momen yang ada tidak akan datang 2 kali. Kita nikmati semuanya. Ketika menulis buku kita harus pandai menuangkan ide agar ide tersebut menarik pembaca. Kita harus bisa membangun jembatan antara kita penulis dan pembaca melalui tulisan. Jika kita menjadi editor kita harus bisa menerjemahkan makna yang ditulis penulis. Tulisan bagus namun tidak mengurangi makna yang ingin disampaikan penulis.


8. Ibu Aam Bantul Nganjuk  SMPN 1 Tarokan Kediri

Pertanyaannya :

  •  Suka duka menjadi penulis terutama saat menulis buku bersama Prof Ekoji. Kendala apa yg terbesar yg ibu rasakan?
  • bagaimana cara mendapatkan referensi yg berbahasa Indonesia tp sesuai dengan materi yg akan kita pilih di channel itu? 

Jawabannya:

  • Tantangan menulis bersama Prof Eko adalah mengembangkan ide tulisan kita. Silakan buka channel Prof Eko, pilih materi yang menarik dan sesuai dengan minat kita. Langkah selanjutnya cari referensi sesuai dengan materi yang disampaikan Prof Eko sebanyak-banyaknya.Ide-ide itu akan menarik jika dihubungkan dengan yang terjadi saat ini di sekitar kita. Refernsi banyak kita dapatkan di internet atau juga bisa berkunjung ke toko buku. Di Kediri ada toko Gramedia yang bisa digunakan untuk wisata literasi. Semoga tetap semangat. 


9. Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB 

Pertanyaannya:

  1. apakah semudah itu ibu langsung meloncat dan berkarya sehingga menjadi pemenang yaitu berhasil membuat buku seminggu bersama Prof Eko atau memang sudah ada modal khusus. Apa itu?
  2. Saya juga ikut tantangan Prof Eko. Namun ada ketakutan saya dalam melengkapi data termasuk referensi. 
  3. Ada beberapa link yang bisa saya cari. Apakah cukup itu? 
Jawabannya:
  •  saya tidak lantas tiba-tiba menjadi pandai menulis dalam 1 minggu. Sebelumnya saya memang suka menulis karena saya suka membaca. Membaca dan menulis itu korelasinya sangat kuat. Dengan membaca kita berlatih untuk kritis dan kreatif. Saya suka menulis namun tidak saya cetak menjadi buku. Momen di kelas Om Jay adalah batu loncatan untuk tampil menjadi pemenang mengalahkan ketakutan dari dalam diri.
  • Di internet banyak sekali artikel, e book, jurnal online yang bisa diunduh secara gratis. Bapak juga bisa menggunakan Mendeley, software pengelola referensi untuk memperkaya tulisan Bapak.
  • Surat kabar juga banyak yang terbit secara online, itu juga bisa digunakan untuk referensi.


10. Ibu Nelwiza dari SMPN 3 Tualang

Pertanyaannya :

  • Bagaimana tipsnya agar menulis bisa dilanjutkan setelah daftar isi sudah ada, dari mana mulai kita berangkat untuk menuju tetap menulis, saya di sini terkendalanya Bu? 
  • Bagaimana cara mengatasi malas menulis?
  • Bagaimana mencari referensi untuk bahan menulis sementara perpustakaan  jauh dari posko. Bagaimana cara  untuk  mencari referensi lewat internet ?
Jawabannya:

  • masalah yang dialami oleh semua penulis. Bingung, terjebak mulai dari mana, misalkan sudah menulis, terkadang macet. Itu wajar, tidak apa apa, dinikmati. Kalau ibu sudah membuat kerangka, lanjutkan menulis berdasar kerangka tersebut. Bagaimana cara kita mencari referensi? Banyak sekali artikel, makalah, e book di internet yang bisa kita unduh, namun ketika kita menulis untuk bahan buku kita, kita harus menulis sumbernya. Seperti yang saya gunakan katakan ide itu cepat datang namun juga cepat hilang, makanya ketika ide itu datang segera dituliskan, meski itu di selembar kertas


11.  Ibu Rismaya gelombang 23 dari Pangkalpinang.

Pertanyaannya:

  • Menurut penjelasan ibu bahwa ide yang menarik didapatkan dari imajinasi, sedangkan kita ketahui bahwa buku nonfiksi adalah tulisan berdasarkan fakta. 
Jawabannya:

  • Salah satu ide untuk menulis buku non-fiksi adalah imajinasi. Imajinasi ini artinya berdasarkan pemikiran-pemikiran, gagasan-gagasan yang tentu saja berdasarkan fakta dan angka. Dengan berimajinasi, kita akan bebas mencari solusi dari suatu permasalahan. Imajinasi ini akan mempunyai makna jika didukung oleh data yang akurat, misalnya infografis, grafik, hasil penelitian dll


12.  Ibu Zunnurin Isnaini dari Pasuruan 

Pertanyaannya:

  • Untuk penulisan buku panjenengan tentang Literasi Digital Nusantara apabila dilihat dari kerangkanya, apakah juga menggunakan 5W+ 1 H, dibab mana saja 5W+1H tersebut?

Jawabannya:

5 W + 1 H adalah metode dari Rudyatd Kipling, penulis dari Inggris. Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi secara kaya dan mendalam. Informasi ini bisa diperoleh dari berbagai sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Tentu saja, saya menggunakan metode ini dalam buku saya. Di mana letaknya? Di semua bab dari buku, saya menggunakan metode tersebut


13.  Ibu yandri novita sari asal padang. 

Pertanyaannya :

  • Yang menjadi pemikat agar buku kita banyak di minati dan dibaca orang apa ya bu?  

Jawabannya:

  • Mengutip dari pendapat Pak Joko Mumpuni Penerbit Andi, salah satu cara untuk mengetahui minat pasar adalah dengan menggunakan Google Trends. Google Trends adalah layanan dari Google yang menyediakan data dan grafik untuk rentang waktu tertentu mengenai popularitas yang sedang terjadi di halaman pencarian Google. Data ini bisa digunakan untuk mengukur minat orang di seluruh dunia, atau di suatu negara. Kita juga bisa menggunakan data yang sedang trending di media sosial, misalnya di Twitter, You Tube atau lainnya


14.  Ibu Maria dari Jakarta.

Pertanyaannya:

  • Bagaimana mengatasi, berbicara terkadang lebih mudah dari menulis?
  • Bagaimana memudahkan penulis untuk menuangkan ide dalam menulis buku non fiksi
  • Bagaimana menggabungkan teori yang dikutip dalam tulisan?

Jawabannya:

  • Kalau memang Ibu Maria lebih mudah berbicara daripada menulis, Ibu bisa menggunakan berbagai aplikasi yang mengubah bahasa Lisa menjadi bahasa tulis, contohnya Live Transcribe, Speechnote, Google Keyboard, Notulite. Hasil dari tulisan tersebut kemudian kita baca dan kita edit agar menjadi bahasa tulis yang bagus. Ibu Maria di era sekarang ini kita dipermudah oleh teknologi yang berkembang tiap detik di seluruh dunia. Oleh karena itu, mari mewujudkan mimpi kita menjadi nyata
  • Untuk menggabungkan teori dalam tulisan dengan menuliskan teori yang kita gunakan dan kita cantumkan sumber teori tersebut. Jika satu teori belum kuat untuk mendukung argumen kita, kita bisa menggunakan lebih dari satu teori. Agar teori tersebut sesuai, kita harus membaca secara utuh teori yang kita ambil, jadi jangan setengah setengah agar tidak menimbulkan polemik.

15. Ibu  Cici dari Tasik. 

Pertanyaannya:

  • Motivasi apa yang paling bikin ibu bersemangat utk menulis dan terus berkarya ?

Jawabannya: 

  •  Motivasi yang membuat selalu bersemangat adalah bentuk rasa syukur kita karena diberi rejeki sehat dan diberi kesempatan mengalami pengalaman yang luar biasa. Pengalaman ini bisa menjadi inspirasi untuk diri sendiri dan orang lain untuk menerima dan berbagi. Pengalaman yang kita miliki belum tentu dimiliki oleh orang lain, begitu juga sebaliknya. Dengan take and give, kita akan menjadi semakin kaya. 

hujan pasti akan terbit pelangi yang indah. Ketika buku itu terbit di tengah keterbatasan pasti akan menjadi sesuatu yang luar biasa untuk episode perjalanan hidup kita.

 Clossing statement

 Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar


Kamis, 17 Februari 2022

3. Jurus Ampuh Presentasi yang Keren

 Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    3
Waktu              :  Selasa, 15 Februari 2022 
Pukul                : 19.00  wib s.d selesai
Moderator        : Ibu Lilis Ernawati
Narasumber     : Bapak Adi Prastyanto, S.Pd, CT.PS
Judul                : Jurus Ampuh Presentasi yang Keren


Alhamdulillah malam ini saya bisa membersamai narasumber keren, Bapak Adi Prastyanto, S.Pd.. CT.PS. Beliau adalah seorang guru Bahasa Inggris  di MA  ANNAJAH.  Selain itu beliau juga seorang trainer public speaking yang merupakan lulusan kelas menulis  angkatan 15. Ada beberapa buku yang telah beliau terbitkan diantaranya buku english for teacher dan buku antologi Pena Digital  Guru Milenial,
Seperti biasa acara dibuka dengan senyum salam dan sapa, dilanjutkan dengan pembacaan sekilas profil narasumber.
 Pak Adi membuka kegiatan presentasi ini dengan sebuah permainan, agar peserta presentasi bisa konsentrasi kemateri yang akan disampaikan. Permainannya berupa acak kata dan tebak kata. seru juga sih...yah semoga cara seperti ini bisa saya terapkan di kelas juga nanti.

1. TANSHIGNAAF                                                            AFGANISTHAN
2. DANONESIA                                                                INDONESIA
3. NO HET STOP                                                                ON THE SPOT
4. TIMAH HITUP                                                                HITAM PUTIH
5. PORAENAVAVAJA                                                        OPERA VAN JAVA
6. KAJI KUAJAMENDI                                                    JIKA AKU MENJADI
7. SAPTABMAN                                                                PAS MANTAB
8. KUNABTEMPATAAM                                                   BUKAN EMPAT MATA

Sebelum memulai persentasi, buat kontrak belajar, yaitu dengan menuliskan apa yang akan menjadi satu perjanjian audiensnya dalam mengikuti persentasi. Misalnya hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat seminar/webinar.
Dan rata-rata mereka akan menulis tidak boleh menyalakan hp, tidak boleh mengobrol dll. Tapi semuanya serahkan kepada kita.
Selanjutnya para peserta ditanya, apakah pernah mengalami Glossophobia? Glossophia adalah semacam demam panggung yang sering kita alami saat presentasi di depan umum.




Kendala Presentasi antara lain :
  1. Takut untuk berbicara di depan umum
  2. Presentasi bukan hanya power point saja
  3. Sadar atau tidak, kita menjadi presenter dalam keseharian jadi kemampuan sudah ada hanya perlu dipelajari dan dilatih saja

Konsep Dasar Presentasi  adalah komunikasi antara pembicara dengan orang/kelompok orang yang disebut audiens



Apa tujuan presentasi

  1. Memberi Informasi : 
  2. Mempengaruhi /persuatif
  3. menghibur ini agak sulit karena mirip komika/stand up komedi yang tampilnya sejenak tapi persiapannya panjang bisa 3 sampai 4 hari


Siapa Audiennya?

Apakah guru-guru, kalangan tertentu, hal ini untuk memudahkan tujuan presentasi dan menyesuaikan gaya kita. sebelum memulai presentasi, bisa kita tanya apa yang mereka suka, hal-hal yang dekat dengan audiens.
Mengenal type Audien menurut Ongky Hojanto (public speaking mastery)
1. Type sheep
  • berfokus pada apa yang anda katakan dan menanti jawaban anda
  • tidak suka menunjukkan kemandirian dan kreativitas
2. Hotshot
  • audiens yang percaya diri dan nyaman dalam seminar
  • mereka belajar dengan cepat dan mengajukan pertanyaan yang mampu menggali informasi dari trainernya
3. Clown (badut)
  • suka interaksi sosial
  • cerewet dan suka bertanya di luar topik
  • suka berdiskusi
4. Sniper
  • memulai dengan sikap permusuhan dan sinis
  • menunggu waktu tepat untuk mengkritik tapi mengkritik doang tidak membangun
5. Snowman
  • Pasif tidak bersosialisasi

6. Black Cloud
  • bahasa tubuh negatif seperti mengernyitkan kening, tatapan tidak fokus dan melipat kedua tangan. agak sombong 
7. Unwanted Panelist
  • ahli yang hadir di ruangan tanpa diundang
  • menjawab pertanyaan pertama dan panjang

Jurus 3K dalam Presentasi

1. Kuat        : pemahaman  dan materi harus kita kuasai. kita harus selalu mencari tahu apa yang akan kita sampaikan, sehingga kita harus riset.  harus ada evidence (bukti nyata), Kekuatan itu kekuatan diri sendir, masyarakat sekitar dan kekuatan audiens.


2. Kreatif    : Penyusunan media sedemikian menarik, bisa video, game online, ppt, gunakan 5W +1H dll


Bisa awali dengan cerita, problem solution, dll
3. Keren       : Penyampaian aksi nyata sebagai out put dari yang kita sampaikan. bahasa tubuh  menentukan sebuah aksi sehingga bahasa tubuh hingga 55%,  kata-kata 7% Intonasi dan nada 38%






Bapak ibu hati-hati jangan sampai media menjadi senjata makan tuan, misalnya karena medianya bermasalah, sehingga harus disiapkan 1-2 jam  sebelumnya agar tidak membuat persentasi kita bermasalah.
harus ada interaksi dan tanya jawab serta eye contact.
Saat persentasi jangan sampai media mengalahkan perhatian audiens kepada kita. kita harus juga memperhatikan diri kita. Karena kita sebagai aktor utamanya bukan medianya sebagai aktornya

Tanya Jawab :
1. Ibu Vin dari kemayoran Jakarta
  • Presentasi tidak hanya membaca slide tapi harus menguasai materi, masalahnya ada tips gak agar kita dapat menguasai materi agar tidak miss komunikasi, tidak lupaan? karena waktunya yang cukup cepat.

Jawabannya.
  • Persentasi berhasil atau tidak bergantung kepada subjek materi, tipsnya salah satu learning teori itu adalah 90% kita menguasai materi jika kita ucapkan , lakukan dan latihan terlebih dahulu, Karena kita akan fokus hanya sekitar 7-10 menit saja sisanya sudah mulai terpengaruh.

2. Ibu Isna Makasar
  • Bagaimana menumbuhkan minat membaca?
Jawabannya :
  • Di jaman sekarang ini belajar tidak perlu hanya membaca saja, karena banyak media pendukung, bisa dengan gaya belajar auditory yaitu mengandalkan mendengarkan, ada gaya belajar visual yaitu gaya belajar dengan melihat, gaya belajar kinestetaik yaitu dia belajarnya harus menyentuh sesuatu dan penuh aktivitas dan gaya belajar kombinasi yaitu bisa semuanya. terkait dengan membaca, bagaimana menumbuhkan minat membaca, bergantung pada diri kita sendiri karena kita yang tahu akan ada waktunya, sehingga kita harus membuat run downnya atau schedulenya untuk membaca. dan untuk membangunkan mood boosternya kita mulai dengan membaca buku-buku yang kita suka dan kita kuasai. karena kalau sekedar baca memang kadang membuat kita bosan sehingga bisa dikombinasikan dengan tayangan youtube agar lebih enak dilihat,

3. Ibu Windarti Yogyakarta
  • Bagaimana jika kita sedang menjadi narasumber atau pembicara, tapi dicuekin sama audiens dan saat tanya jawab vacuum. Bagaimana teknik-tekniknya?

Jawabannya :
  • Sebelum memulai persentasi, buat kontrak belajar, yaitu dengan menuliskan apa yang akan menjadi satu perjanjian audiensnya dalam mengikuti persentasi. Misalnya hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat seminar/webinar.
    Dan rata-rata mereka akan menulis tidak boleh menyalakan hp, tidak boleh mengobrol dll. Tapi semuanya serahkan kepada kita.
  • Sapa audiens, misalnya bapak ibu bagaimana kabarnya? dll
  • Harus punya pegangan ice breaking banyak contohnya di youtube atau terapkan games walaupun cuma tebak-tebakan tapi itu bisa mencairkan suasana.
  • Jika vacuum saat tanya jawab, kita balik yang bertanya misalnya dan jika tidak bisa menjawab ada hukuman naik ke atas panggung misalnya

4. Ibu Rosminiati
  • Cara mengatasi blank jika audiens bertanya?
  • Tips menutup presentasi yang baik?
Jawabannya     :
  • Kita lempar lagi ke audieuns dan disaat jeda itu kita bisa berpikir, sambil duduk dan buka hp, kita main cantik dan kita atur sendiri gaya kita masing-masing.
  • Sesi akhir berikan kesimpulan kemudian, bisa dengan  muhasabah yaitu merenugkan materi, lagu, atau cerita motivasi atau tepok semangat atau games juga bisa
5. Ibu Devi
  • Ingin contoh persentasi yang menghibur
Jawabannya :
  • Harus dengan cerita lucu, tapi Pak Adi gakbisa karena beliau tidak bisa melawak. Namun jika persentasi formal usahakan tidak menghabiskan waktu dengan tertawa. 

Kalau ingin menyampaikan persentasi harus diperhatikan jika persentasi tidak hanya power point,  dan media tidak menjadi penghalang lancarnya kegiatan jadi harus di persiapkan benar-benar.

fiorentia viviane lesmana