Pengikut

Selasa, 01 Maret 2022

5. Guru Manusia di Masa Pandemi


Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    5
Waktu              :  Selasa, 1 Maret 2022 
Pukul                : 19.00  wib s.d selesai
Moderator        : Ibu Daru
Narasumber     : Bapak Munif Chatib
Judul                : Guru Manusia di Masa Pandemi

 Pembelajaran public speaking malam ini adalah Guru Manusia di Masa Pandemi dengan narasumber Bapak Munif, pasti asyik nih. Karena saya beberapa kali pernah ikut webinarnya. Berikut adalah profil beliau.


Pasti semua bingung? memangnya guru selama ini bukan manusia? 
Itulah masalahnya. Sudahkan kita menjadi manusia saat menjadi guru?Jangan sampai saat kita menjadi guru, kita memandang siswa-siswa kita selalu kurang dan negatif saja. karena setiap orang memiliki kelebihan yang diberikan Allah swt dalam menjalani hidupnya. Biasakan saat kita pertama bertemu dengan anak-anak kita, berikan pujian dan harapan ke depan untuk mereka. Misalnya dengan ungkapan "Anak-anakku yang hebat, para penguasa dunia di masa yang akan datang, ayo semangat membangun negeri ini karena di pundakmulah negeri ini maju mundurnya". Kata-kata semacam itu akan membangkitkan rasa kemanusiaan anak-anak dan membangun rasa kepercayaan diri yang tinggi pada mereka.

Pada masa sekarang ini, masalah yang dihadapi anak-anak kita sekarang adalah:

1. Masalah Akademis 20%. Mengapa? karena semua dapat dicari lewat gadget, jadi mereka tidak mengkhawatirkannya.

2. Masalah Non Akademis 80%, meliputi :

  • Adiktif gadget
  • Adiktif Pornografi
  • Abuse : pelecehan
  • .Anti sosial : tidak mau gaul
Saat seorang guru tidak bisa menjadi guru manusia, maka perannya akan digantikan oleh gadget. Oleh karena itu solusi cerdasnya adalah Inspire teacher alias guru manusia

Ciri-ciri The Inspired teacher adalah :

1. Kita harus berperan sebagai orangtua yang memberi nasehat

2. Guru yang memiliki pengetahuan lebih

3. Sahabat yang mau diajak berbagi

Kalau tidak bisa seperti begitu, maka kita bisa tergantikan oleh robot bahkan hologram yang bisa dibuat di tiap kelas atau bahkan bisa berperan di tiap negara dengan satu guru namun memiliki bahasa yang berbeda-beda.

Dijaman yang serba e-learning ini, kita harus memiliki sikap berikut ini.

1. Sikap Guru Teladan



jika guru keras maka siswa akan menjauh. anak-anak saat ini jika gurunya keras maka anak-anaknya akan malas dekat dengan gurunya. Mereka tidak suka dengan berbagai aturan yang penuh kekerasan. Namun jika guru tegas maka siswa akan mendekat karena mereka merasa lebih nyaman dan sesuai dengan apa yang mereka inginkan

2. Guru yang menganggap semua anak adalah bintang



karena saat kita tak memandang mereka mempunyai kelebihan, maka kita akan ditinggalkan. Maka seorang guru harus menggali kecerdasan dan bakat terpendam dengan multiple intelehences Research. Fokus kekelebihan jangan bangun penghalang  (discovering ability)

3. Kemampuan itu seluas samudera



  • psiko afektif  meliputi perasaan dan emosi. Ada empat karakteristik afektif yang penting dalam pembelajaran adalah: (1) minat, 2) sikap, 3) konsep diri, dan 4) nilai
  • psiko motorik adalah keberanian tampil yang dinanti-nanti.ranah yang berkaitan dengan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu
  • psiko kognitif adalah kemampuan pengetahuan
Saat ini yang dinilai dalam mencari pekerjaan adalah fortofolio, apa yang sedang anda kerjakan, apa prestasi anda, apa hasil karya kita dll. Bukan hanya kemampuan kognitif (pengetahuan) saja. 

Jika bisa saat pembagian raport jadi waktu untuk pameran karya siswa jangan hanya membanggakan nilai raport saja. sehingga ada kebanggaan hasil kerja /hasil penelitian yang dilakukan.

4.Setiap anak cerdas dengan multiple intelligence



Re-definisi kecerdasan : kebiasaan, perilaku yang diulang-ulang

  1. Creative ialah menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain, atau menghubungkan hal-hal yang tadinya tidak berhubungan. Menurut Shadiq (2010), kreatif adalah gagasan terhadap konsep dan rencana untuk kemajuan, gagasan ini dibutuhkan dalam pemikiran dan juga hasil karya seseorang di dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang sedang berkembang.
  2. Problem solving adalah sebuah kemampuan untuk mencari solusi atas segala halangan dari tujuanmu. 

  • Kecerdasan itu tidak bisa dinilai dengan angka-angka tapi harus dengan kreatifitas
  • saat pemberian stimulus itu tetap maka akan memunculkan kompetensi anak kita. Jadi sebenarnya yang membuat anak tepat kompetensinya jika kita memberikan stimulus yang tepat.
  • 8 kecerdasan multiple intelligences
  1.  Linguistik (bahasa)
  2. Mathematic logis (Matematika)
  3. Spesial visual)
  4. Special visual (angka dan logika)
  5. Musical (musik)
  6. Kinestetis (bergerak)
  7. Interpersonal (bergaul)
  8. Naturalis (alam)
Kecerdasan anak kita  tidak terkait dengan

  1. kondisi fisik misalnya autis, pasti memiliki kelebihan
  2. kondisi otak tidak bisa diwakili oleh hasil ulangan. karena otak terdiri dari komponen inti dan stimulus yang tepat yang menghasilkan kompetensi anak
  3. hasil tes standar. Terkait dengan hal berikut :

  1. Stimulus tepat
  2. Kreativitas
  3. Problem solving
5. Guru dimasa online dan pandemi ini harus  memiliki kemampuan teknologi dan multi media. Teknologi sekarang ini hioer friendly, makin mudah, modalnya tinggal pencet-pencet saja. kalau sulit pasti akan ditinggalkan. Tingkatan guru :

  • Medium teacher
  • Good teacher
  • excelence teacher
  • inspiring teacher  (gurunya manusia)



Tanya Jawab.

1. Bapak Muhammad Salimi

Pertanyaan :

  • Bagaimana kita menggali kemampuan anak, sedangkan kegiatan yang kita lakukan adalah kegiatan skill. Misalnya seorang guru ngaji yang hanya menggali skill khusus tidak skill yang lainnya.
Jawabannya:

  • Maka yang harus kita lakukan adalah mengangkat kelebihannya dulu, gencarkanlah yang kuatnya dulu, inshaallah yang lemah akan mengikuti. Jadi nomor satunya kita mulai dari kelebihan-kelebihannya yang diangkat.
2. Ibu Sunarmi

Pertanyaannya

  • Bagaimana menghadapi karakter yang salah kaprah karena teknologi?
  • Bagaimana  cara mengubah karakter siswa yang sama dengan orangtuanya?
Jawabannya:

  • Solusinya dari anak kita, agar anak kita belajar menyaring keterampilan literasi digital, jangan sampai anak memiliki perpustakaan pornografi di otaknya.
  • Jadi orangtua sekarang hingga tahun 2030 ini akan sulit membentuk karakter siswa karena orangtua saat ini memang kadang kurang menanamkan karakter terhadap anak kita. Oleh karena itu kita harus menyamakan persepsi paradigma guru dan orangtua dalam membentuk karakter siswa. Makanya perlunya kegiatan parenting dan lain-lain di sekolah agar orangtua tidak salah memahami cara pembentukan karakter siswa. Jadi saat kita menerima murid 50 orang di tahun ajaran baru, maka sebenarnya kita menerima 150 karakter karena ditambah orangtua siswa kita

3. Ibu I.S Agustiany Agoestin

Pertanyaannya:

  • Apakah guru perlu pembentukan karakter juga, karena guru juga ada yang like dan dislike
Jawabannya :

  • Perlu agar setiap guru mampu mengembangkan dirinya


4. Ibu Umi Agus Farida

Pertanyaannya:

  • Bagaimana pembelajaran digital di daerah terpencil yang sulit mengerti pentingnya pembelajaran teknologi?
  • Sebenarnya memang jaringan kuota segala macam adalah tanggungjawab pemerintah dan gawai menjadi tanggung jawab sekolah dan orangtua dan penguasaan digital dari gurunya

5. Ibu Maf Ula

Pertanyaannya :

  • Anak belum bisa membaca sedangkan sebentar lagi masuk SD bagaimana mengatasinya?
Jawabannya :

  • Munculkan dulu kelebihannya, kekurangannya nanti dipelajari sambil berjalan

6. Ibu Munawaroh 

Pertanyaannya :

  • Bagaimana jika gurunya sudah profesional tapi masih dibuli orangtua?
Jawabannya :

  • Orangtuanya yang harus diberi pengajaran karakter

7. Ibu Tutik Haryani TK Karang Tengah

Pertanyaannya :

  • Bagaimana cara mengatasi anak SMP yang kecanduan gadget untuk games?
Jawabannya:

  • Berikan pengetahuan tentang literasi digital sehingga anak mengerti mana yang sesuai dengan dirinya dan mana yang tidak jangan sampai otak anak dijejali dengan menu-menu pornografi


Simpulannya "Jadilah guru manusia yang memiliki hati dan pikiran positif terhadap semua siswanya sehingga  mereka merasa nyaman. Peran guru jangan sampai  tergantikan oleh gadget yang membuat siswa merasa lebih nyaman dalam mencari informasi dan pengetahuan."

Senin, 28 Februari 2022

19. PEMASARAN BUKU

 Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    19
Waktu              :  Senin,28 Februari 2022 
Pukul                : 19.00  wib s.d selesai
Moderator        :Ibu Helwiyah
Narasumber     : Bapak Agus  Subardana
Judul                : Pemasaran Buku



Pelatihan malam ini, menghadirkan bapak Agus Subardana, S.E., M.M. sebagai narasumber dari Penerbit ANDI Yogyakarta. Beliau sudah bekerja selama 17 tahun di Penerbit Andi. Sejak awal tahun 1999 s.d sekarang, beliau menggeluti Bidang Pemasaran karena background  S2 nya di Jurusan Manajemen Pemasaran. Beliau sering menjadi moderator berbagai event webinar. Malam ini beliau akan berbagi kepada kita semua mengenai Pemasaran Buku.

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku. 

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

 Di tengah melesunya bisnis di berbagai industri akibat pandemi Covid-19, industri penerbitan buku sekala Global - Dunia justru bertumbuh. Merujuk laporan Nielsen BookScan ICM, penjualan buku di secara global / Dunia hingga akhir 2021 (YTD) mengalami pertumbuhan cukup signifikan.



Data yang saya maksud sebagai berikut. Masih merujuk data tersebut, genre buku yang mengalami kenaikan adalah genre “Food & Drink” yang pertumbuhannya mencapai 33% atau menjadi 2,8 juta Euro. Selanjutnya, pada genre Fiksi tumbuh 9% (menjadi 7,1 juta Euro), genre Leisure & Lifestyle tumbuh 37% (menjadi 1,4 juta Euro), genre Personal Development tumbuh 11% (menjadi 2,2 juta Euro), dan genre Children & Young Adult Non-Fiction tumbuh 15% (menjadi 1,5 juta Euro).

Lalu pertanyaannya , untuk Bpk Ibu Guru yang hebat... apakah di Indonesia mengalami pertubuhan dalam Pemasaran Buku di masa Pandemi ?

Dari analisa pasar dan Diungkapkan Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), seperti yang dikutip dari situs resmi www.ikapi.org, industri penerbitan nasional terdampak cukup keras dalam terpaan pandemi. Lantaran, tutupnya toko-toko buku, sekolah-sekolah, dan pengadaan buku oleh dinas/perpustakaan.

Berdasarkan hasil survei Ikapi, sebanyak 58,2% penerbit mengeluhkan penjualan yang turun lebih dari 50%. Separuh penerbit juga menyebutkan merosotnya produktivitas karyawan secara tajam dalam kondisi work from home (WFH) saat ini. Bahkan, sebanyak 60,2% penerbit menyatakan bahwa mereka hanya sanggup menggaji karyawan selama tiga bulan dan hanya 5% yang menyatakan sanggup bertahan sampai satu tahun.

 Jadi Industri buku di saat pandemi di indonesia mengalami penurunan yang dratis mencapai 50% hingga 80 %. Namun kami Penerbit ANDI Offset Yogyakarta ..Alhamdulilah masih bisa bertahan dan bertumbuh...

 “Meski demikian, Kami penerbit ANDI Yogyakarta ada beberapa genre buku yang kontribusinya justru bertumbuh di masa pandemi. Antara lain, genre buku sekolah , buku anak, masak, self improvement, hukum, Bisnis, parenting & family, dan computing & technology,







 Fenomena menarik di industri penerbitan buku pada masa pendemi adalah bertumbuhnya penjualan di kanal online dan Directselling .

 Fenomena lain yang perlu dicatat oleh para pemasar di industri penerbitan buku, saya tegaskan, adalah perubahan pola perilaku konsumen, khususnya segmen remaja. “Konsumen remaja tidak lagi melihat harga, tapi gimmick. Mereka juga selalu ingin menjadi orang yang pertama mendapatkan produk bukunya,”

 Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian , hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).

 Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1. Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Saat ini kami dalam menjalankan bisnis Penerbitan Buku yang sedang kami terus jalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 42 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 15.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori (dapat di kunjungi ke website kami : www.andipublisher.com ).

Strategi Pemasaran buku yang telah kami petakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara (on line) dan strategi pemasaran buku serangan Darat ( off line ), dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. Dua strategi tersebut dapat kita jelaskan secara singkat sebagai berikut :

 A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara. (On Line )

 1. Pentingnya Transformasi Digital 

Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low-touch, keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di sektor-sektor industri., terutama sektor Industri Perbukuan. Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal, mulai dari tempat bekerja, Cara belajar – mengajar ,  kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial. Strateginya yang utama yang kita pakai adalah Digital Marketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitan buku .

Adapun Manfaat Digital Marketing antara lain :

o Biaya lebih relatif terjangkau atau murah

o Daya Jangkauan sangat luas 

o Mudah menen…

 Strategi On Line ini kurang lebih ada lima stretegi yang kami lalukan yaitu

Pertama, melakukan pengelolaan secara intens terhadap buku-buku best seller-nya, yang saat ini jumlahnya mencapai 100 best seller.

 Kedua, Kami Penerbit ANDI  juga massif menggelar program Pre Order melalui toko buku online, e-Commerce, maupun reseller individu. “Tak hanya itu, kami juga menjual merchandise, e-book, hingga buat content.

Ketiga, Penerbit ANDI  juga melakukan optimalisasi di semua lini produk, baik optimalisasi promosi, branding, hingga reseller. “Objektifnya, buku sudah bukan lagi untuk dibaca, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat".

 Keempat, Penerbit ANDI juga melakukan optimalisasi stock produk melalui program bundling dan online.

 Kelima, Penerbit ANDI Offset juga mengelola Dead Stock, yakni mengelola buku-buku yang tidak terjual melalui program diskon dan melakukan books fair / pameran buku secara On Line.

 2. Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

Kami Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemarasan lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link  Zoom , Live ..Youtube TV. ANDI, dengan tema – tema yang menarik.

B. Strategi pemasaran buku serangan Darat (OF LINE ).

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :

 1. Strategi Pemasaran di Toko Buku 

Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.

 Berikut data Toko Buku di Indonesia yg masih aktive

 Kami Marketing khusus toko buku..

Salah satu tugas marketing toko buku yaitu chek stok

 Tugas lain maketing toko buku yaitu menjalin hubungan baik

Marketing Toko Buku juga harus bisa Selling skills , artinya kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk menjual produk, baik itu berupa barang ataupun jasa. Selling skills ini sangat menentukan apa yang akan dapat kita raih ke depannya; sukses dan tidaknya Kita dalam berbisnis secara tidak langsung juga dipengaruhi oleh bagaimana kemampuan kita dalam menjual produk yang kita miliki.

 Untuk mempertajam pemasaran di toko buku dapat kita lakukan Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :

- Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .

- Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner

- Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.

- Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )

- Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.

Dalam satu tahun kita dapat merencanakan Program Promo antara lain sebagai berikut :

 Contoh Program Promo diskon di Gramedia

Program edisi Yahun Ajaran Mahasiswa dan akhir tahun

Buku best seller di toko

Contoh buku best seller saat ini

Bpk Ibu Guru yang Hebat ... strategi pemasaran buku yang terakhir yaitu Directselling

 Bpk Ibu Guru yang Hebat ... strategi pemasaran buku yang terakhir yaitu Directselling

 Direct selling atau penjualan langsung dapat menjadi cara yang efektif untuk membangun bisnis yang fleksibel dan berbiaya rendah. Cara ini memungkinkan kita untuk mengurangi biaya iklan, menghindari biaya overhead, dan membangun hubungan pelanggan yang tahan lama dan jangka panjang.

 Produk-produk Penerbit ANDI Offset tersebut dipasarkan dan dijual langsung melalui perwakilan penjualan independen yang dikenal juga sebagai Sales Direct selling .

 Ini menghilangkan perantara yang terlibat dalam distribusi, seperti pedagang grosir dan pusat distribusi regional. Sebaliknya, produk dikirim langsung dari produsen ke perusahaan penjualan, lalu ke perwakilan atau distributor, dan terakhir ke konsumen.

Produk yang dijual melalui penjualan langsung biasanya tidak ditemukan di lokasi ritel tradisional. Ini berarti menemukan distributor atau perwakilan adalah satu-satunya cara untuk membelinya.

Pemasaran Buku melalui Directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah

- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .

Tugas Tenaga Penjual / sales DIRECT SELLING tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping areanya masing – masing yang bertugas :

- Kunjungan langsung ke tiap sekolah PAUD-TK, SD,SMP,SMA,SMK

- Kunjungan langsung ke setiap Kampus / Perguruan Tinggi  untuk temui Dosen, tiap Kaprodi, tiap Dekan, ke LPPM dan sampai ke para Rektor .

- Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.

Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat

 1.  Helmi Supriyanti, S.Psi., M.Pd  MAN KOTA PALANGKARAYA KALTENG

Pertanyaannya :

  • Bagaimana syarat-syarat dan perhitungan biaya apabila ingin menerbitkan buku di ANDI OFFSET?

Jawabannya :

  • Kami mempunyai 3 jenis kerjasama Bu... untuk terbit di ANDI Offset. Jenis Kerjasama yang pertama yaitu Kerjasama secara reguler , yaitu Ibu langsung mengirimpak naskah ke ANDI Offset... dan naskah ibu akan di nilai di penerbitan kami dengan nilai standar dari kami yang menentukan dan bila Naskah Ibu dinyatakan diterima maka akan di terbitkan tanpa biaya apapun . dan bila naskah Ibu di tolak berarti gugur.
  • Kedua yaitu kerjasama Perorangan , hal ini berdasarkan kebutuhan dari penulis dan naskah Ibu Kami terbitkan berdasarkan pesanan khusus dari Ibu Helmi , dengan kalkulasi harga berdasarkan Jumlah halaman, jenis kertas dan warna atau hitam putih..
  • Ketiga Kerjasama antar lembaga (Penerbit dengan Institusi) yaitu kerjasama Pecintraan Bersama dengan paket minimal 300 Exs untuk kebutuhan lembaga tersebut
 2.  pak Zaki dari SMP BAHAGIA Jakarta Timur.

Pertanyaan nya:

Apa syaratnya jika buku karya saya diterbitkan secara digital?

Jawabannya :

  •  syarat untuk diterbitkan secara digital yaitu Naskah Bpk di review terlebih dahulu dari pihak Kami... setelah direview akan di jawab oleh tim development kami ... untuk di terima atau tidak Naskah Bapak... berdasarkan standar penilaian kami... untuk itu ikuti sesi berikutnya khusus tentang  syarat-syarat bisa terbit di ANDI Offset ... yang akan dibawakan oleh pak Edi s Mulyanta. Saya Fokus di bidang pemasaran buku 

3. Ibu Maria dari Jakarta, Gel 24.

Pertanyaannya :

  • Bagaimana membuat angle foto  sebagai cover  buku supaya menarik dan menggugah selera pembaca?
  • Bagaimana strategi jitu penerbit ANDI sehingga mampu bertahan melewati badai pendemi Covid-19?
  • Apa saja strategi yang mampu memantik masyarakat sehingga buku terjual dengan manis dan lancar memadai?
  • Bagaimana cara mempromosikan buku pada masa saat ini? 

4.  yandri novita sari asal padang. 

  • Saya tertarik dgn kalimat bapak "Melakukan pengelolaan secara intens terhadap buku-buku best seller-nya, yang saat ini jumlahnya mencapai 100 best seller" yang ingin saya tanyakan. 

Pertanyaannya :

  • Kriteria buku yang tergolong best seller itu seperti apa pak? Tergantung genre nya atau bagaimana pak? 
  • Apakah buku yang banyak laris dipasaran itu hanya buku buku dari penulis ternama?
  • Adakah strategi khusus bagi penulis pemula agar buku mereka juga bisa laris dan dilirik pasar?
Jawabannya :

  • Best seller adalah buku-buku yang saat ini tiap bulannya banyak terjual sesuai dengan ranking penjualan terbanyak berdasarkan oplahnya. genrenya buku-buku jenis novel, fiksi, religi, bisnis, anak
  • Buku-buku yang terlaris belum tentu dari penulis ternama karena banyak buku fiksi anak yang tipis-tipis laku terjual
  • Caranya dengan membaca pasar atau trend, misalnya tentang cara memelihara tanaman yang praktis dan dijual melalui marketplace juga

5. Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB dari Gel. 23

Pertanyaannya :

  • Dari 32 kategori buku yang tetap eksis di Penerbit Andi. Kira-kita bagi kami guru Indonesia secara umum, maupun secara khusus sesuai bidang studinya: buku apa saja yang menjadi saran pak Agus untuk di tulis oleh kami ini apalagi menyangkut ke kurikulum baru dan angka kredit guru?
  • Syarat penulisannya mungkin bisa dibagikan pak? ukuran kertas, banyak halaman, jenis hurus, dll. sampai dengan informasi apakah buku tersebut diterima atau tidak. 
  • sebagai Penulis yang bukunya sudah diterbitkan apakah ada 'tugas selanjutnya' dalam pemasarannya?

Jawabannya :

  • Sekarang ini yang sedang kami cari adalah buku-buku baru tentang profil pancasila, kurikulum terbaru tentang perampingan materi di SMK, SMA, SMP,SD. Buku ini angka kreditnya bisa sampai 40
  • syarat penulisannya bisa dilihat diblog literasi kang Agus
  • Biasanya kami dengan penulis yang sudah diterbitkan saling membantu untuk mempromosikan


 "Tantangan terbesar dalam hidup adalah mengubah tragedi menjadi kemenangan, kesedihan menjadi kesuksesan, dan kebingungan menjadi kepercayaan diri." - Richie Norton

Teruslah menulis dalam bentuk buku Cetak atau buku digital... karena dengan menulis maka karya Bpk Ibu akan di kenang selama-lamanya .

Hidup memberikan tantangan dan setiap tantangan dilengkapi dengan pelangi dan lampu untuk menaklukkannya

 Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kelapangan dan semangat untuk bisa menghadapi tantangan dan tetap terus mengupgrade diri. Aamiin.


Minggu, 27 Februari 2022

Guyonan Anak Yatim


Ini adalah photo kami sekeluarga, ketika Ibu dari suamiku masih ada. Sedangkan Bapak dari suamiku sudah meninggal 15 tahun yang lalu. Jadi suamiku kini telah yatim piatu. lain halnya dengan  aku sendiri yang masih memiliki orangtua yang lengkap.

Hari ini anakku yang bontot, sepulang ngaji tiba-tiba nyeletuk, "Mah, mamah ngerti gak tentang kewajiban kita terhadap anak yatim?, "tanyanya polos

"Ngerti, "jawabku sambil menyetrika.

"Apa kewajiban kita terhadap anak yatim?, "tanyanya lagi. Aku kemudian menjelaskan dengan perlahan, sambil ngintip di mbah google.

"Al-Qur'an menjelaskan perintah dan kewajiban umat muslim terhadap anak yatim. Dikutip dari buku Drs. Muhsin M.K, S.Ag, MSc berjudul Mari Mencintai Anak yatim, berikut ulasannya:

1. Berbuat baik

"Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat dan anak-anak yatim." (An-Nisaa: 36)

Ayat ini memerintahkan kita untuk selalu berbuat baik pada anak yatim. Termasuk memberikan ketenangan dan kesejahteraan bagi hidup mereka. Perlakuan baik akan membantu meringankan beban serta meningkatkan semangat hidup anak yatim.

2. Memuliakan anak yatim

Memuliakan anak yatim juga wajib dilakukan oleh sesama umat muslim, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an:

"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim." (Al-Fajr: 17)

Anak yatim tidak boleh dihina, apalagi direndahkan. Hindari berkata kasar dan menyinggung perasaannya, karena ini tidak disukai oleh Allah SWT. Terlebih berperilaku kasar dan sampai memukul, ini dapat membuat anak yatim semakin merasa terpuruk.

3. Mengurus secara patut dan adil

Orang tua asuh maupun mereka penanggung jawab panti asuhan perlu mengurus anak yatim secara patut dan adil. Dengan demikian, hidup para anak yatim ini tidak terlantar. Ingat bahwa mereka juga memiliki hak untuk hidup dengan sebaik-baiknya seperti anak lain.

4. Tidak membedakan dan menganggap seperti saudara

Allah SWT juga memerintahkan umat muslim untuk bersikap peduli terhadap anak yatim, termasuk dengan menganggapnya seperti saudara sendiri. Sikap seperti ini diharapkan dapat membuat anak yatim merasa diterima dan tidak diasingkan.

5. Memberi harta dan makanan

Anak yatim yang hidup miskin dan tidak memiliki harta warisan peninggalan orang tua perlu diberikan bantuan, termasuk dalam bentuk makanan. Mereka juga perlu mendapatkan kelayakan dalam hidup. Ini terutama wajib bagi sesama umat muslim yang berkecukupan. 

".. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim.." (Al-Baqarah: 177)

6. Memperbaiki rumah

Rumah menjadi salah satu kebutuhan utama manusia, terutama untuk hidup dan berlindung dari dunia luar. Nah, hal ini juga berlaku pada anak-anak yatim, Bunda. Perilaku terpuji ini dicontohkan oleh Nabi Khidir a.s ketika Nabi Musa a.s mengikutinya untuk berguru.

7. Melindungi harta anak yatim

Jika anak yatim memiliki harta peninggalan orang tua, sesama umat muslim (terlebih yang memiliki amanah), wajib memelihara dan melindungi harta benda tersebut. Menjadi dosa apabila yang dilakukan justru menggunakan harta yang bukan haknya. 

Bahkan dalam Alquran ditegaskan larangan untuk mendekati harta anak yatim, apalagi mengambilnya.

"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik.." (Al-Israa': 34)

"Katanya jika kita mengelus kepala anak yatim, akan mendapatkan pahala yang banyak?, "tanyanya lagi.

"Maksud mengelus di sini, bukan hanya mengelus kepalanya saja de,"jawabku

"Lalu apa dong?, "tanyanya lagi

"Arti mengelus di sini adalah menyayangi mereka, memberi makan, sandang dan papannya de, "jawabku menjelaskan.

"Kalau begitu, mamah udah banyak pahalanya dong?, "tanya nya.

"Tentu tidak dek, Mamah belum bisa berbuat banyak kepada anak yatim piatu selain memberi bekal yang tak seberapa, "jawabku lagi

"Mamah udah banyak berbuat kebaikan kok kepada anak yatim piatu, "jawab anakku lagi

"Kenapa begitu?, "tanyaku

"Karena mamah sudah banyak ngurus anak yatim piatu, "jawab si bontot

"Gak juga,  "jawabku sambil tersipu-sipu.

"Mamah kan sudah membelai anak yatim piatu, ngasih makan, tempat tinggal dan lain-lain, "jawab si bontot. 

"Terus mamah juga sering membelikan bajunya dan lain-lain, "kata anakku yang bontot  yang berumur 9 tahun.

Aku tersenyum sambil berpikir, "kapan aku ngurusin anak yatim piatu secara mendetail? aku belum bisa."

Kemudian tiba-tiba anakku berkata,  "mamahkan ngurusin Papah sehari-hari, mengelus-elus kepala Papah, nyiapin makan Papah, pakaiannya, dan saat Papah sakit diurusin sama mamah juga. Berarti mamah sudah dapat pahala dari Allah karena ngurusin anak yatim piatu."

Aku ngakak tertawa, sambil memandang wajah suamiku yang sedang mencium si bontot, tak tahu harus berkata apa. ada-ada saja  jawaban anakku yang bontot ini. 

Inilah hikmah jika kami berkumpul, bisa belajar sambil bercanda.




Sabtu, 26 Februari 2022

ICE BREAKER BERSAMA KAK KUSUMO





 Ini merupakan  salah satu ice braker bersama kak kusu
mo . Dinyanyikan menggunakan lagu Anak Kambing Saya


where is dimana 

in Front of didepan 

behind dibelakang 

beside is disamping


up above is diatas

under beneath di bawah

here overthere disini dan disana


 Aina : dimana

Amama : di depan

Waroa : di belakang

Bijiwari : di samping


Fauqo 'ala : di atas

Tahta : di bawah

Huna Hunaka : di sini dan di sana


Masih banyak lagi ice breaker yang beliau miliki dan patut kita contoh

Selamat mencoba

Jumat, 25 Februari 2022

18. MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

 Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    18
Waktu              :  Jumat,25 Februari 2022 
Pukul                : 19.00  wib s.d selesai
Moderator        :Ibu Rosminiyati
Narasumber     : Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd
Judul                : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie


Tak terasa, malam ini sudah pertemuan ke-18.  Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. atau lebih akrab dikenal dengan nama Om Brian akan mengupas tuntas dua penerbit Indie yang menjadi rekanan beliau dalam menerbitkan buku📚

Wah ternyata, Om Brian ini masih muda banget yah. saya SMA beliau baru lahir he..he...Om Brian lahir  di Jakarta, 30 Juni 1992, tinggal di Bekasi, dan berprofesi sebagai guru SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang. Berbagai capaian telah diraih beliau terkait blog dan tulisan. 

Beliau adalah alumnus Belajar Menulis PGRI gelombang 4 yang mengabdikan diri sebagai pengurus kegiatan Pelatihan Belajar Menulis ini, termasuk menerbitkan sertifikat peserta yang lulus.

Jika ada yang penasaran dengan profilnya, ada di link berikut.

https://www.praszetyawan.com/p/profil.html

Pelajaran malam ini  dibagi menjadi 4 sesi:

1. Pembukaan

2. Pemaparan materi 

3. Tanya Jawab 

4. Penutup 


Dahulu pelatihan belajar menulis ini belum menghadirkan narasumber yang membahas tentang teknis menerbitkan buku di penerbit Indie. Sehingga peserta harus mencari sendiri mau ke penerbit mana

Maka sekarang ada materi tentang penerbit indie. Seperti yang kita ketahui, salah satu syarat lulus pelatihan ini adalah menerbitkan buku solo. Lewat pertemuan ini, Om Brian mau membantu bapak/ibu dengan memberi informasi yang lengkap dan jelas tentang penerbit indie. Agar nanti bapak/ibu segera terbitkan buku setelah memiliki 20 resume

Mengapa menerbitkan buku dikatakan semakin mudah ? karena sekarang ini ada penerbit indie yang melayani penerbitan buku tanpa seleksi. Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Erlangga, Grasindo, Elex media, Andi, dll. 

Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut

Mari kita simak lebih lanjut ciri-ciri penerbit indie dari potongan slide berikut



Bagi penulis pemula  tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri.  Memang  kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.

Om Brian sudah menerbitkan 3 buku solo. Semuanya di penerbit Indie.

1. https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html

2. https://www.praszetyawan.com/2020/06/buku-aksi-literasi-guru-masa-kini.html

3. https://www.praszetyawan.com/2020/10/buku-solo-terbaru-menerjang-tantangan.html

 Penerbit Indie itu banyak. Maka bapak/ibu perlu pertimbangan dalam memilih penerbit. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie.

Biaya penerbitan

fasilitas penerbitan

Batas maksimal jumlah halaman

Ketentuan dan Biaya cetak ulang

Apakah dapat Master PDF

Lama penerbitan

Jumlah buku yang didapat penulis

 Jadi dari awal bapak/ibu harus mengetahui hal-hal tersebut. Jangan sampai baru tahu belakangan. Kadang ada penerbit yang bilang gratis. Tapi kita tidak tahu ketentuan yang belum terungkap. Misalnya ternyata kita tidak dapat cetakkan bukunya, dapat master PDF saja. Kita mesti cari percetakkan sendiri, atau misalnya gratis tapi harus cetak minimal 20 eksemplar. Itulah Teknik marketing penerbit beraneka rupa

 1. Penerbit Depok

https://www.praszetyawan.com/2021/10/murah-banget-menerbitkan-buku-ber-isbn.html

 2. Penerbit Malang

https://www.praszetyawan.com/2021/09/ini-cara-menerbitkan-buku-dengan-mudah.html

 ketentuan lengkap sudah tertera jelas di postingan blog saya tersebut

Saya mau membahas apa bedanya. Saya termasuk salah satu yang bisa membantu bapak/ibu menerbitkan buku. Saya sudah pilihkan penerbit yang enak banget. Kinerjanya sudah tidak diragukan lagi. Saya sudah melihat sendiri kedua penerbit tersebut menerbitkan buku tidak lebih dari 2 bulan. Hasil cetakkannya bagus. Bapak/ibu bisa buktikkan sendiri.  Bapak/ibu tidak perlu mengalami pengalaman yang mengecewakan saat menerbitkan buku, karena ada saya yang mengawal dan menjamin buku sampai terbit.

Bapak/ibu memiliki kondisi dan keinginan/rencana yang berbeda-beda terhadap buku yang akan diterbitkan. Maka saya coba akomodir dengan menyediakan 2 penerbit tersebut yang bisa bapak/ibu pilih.

Perhatikan perbedaan 2 penerbit rekanan saya tersebut, yang saya beri huruf tebal merupakan letak perbedaannya.  Saya sampaikan juga bahwa penerbit Depok juga ada paket gratis seperti ini. Tapi ada minimal cetak 40 eksemplar. Paket ini biasanya dipakai untuk sekolah yang memang cetak banyak. Sehingga tidak perlu memikirkan biaya penerbitan lagi

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerbit Depok cocok untuk bapak/ibu yang memang hanya sekedar menerbitkan buku saja, dan tidak berencana cetak ulang,  untuk pribadi saja, sehingga  tidak perlu jumlah buku yang banyak. Maka biaya penerbitannya lebih terjangkau. Biaya penerbitan yang terbilang murah, membuat biaya cetak ulang di penerbit depok cukup lumayan.

 Penerbit Malang cocok untuk bapak/ibu yang  berencana menjual bukunya, karena jumlah buku yang diberikan lebih banyak. Dengan biaya penerbitan 650.000 terhitung lebih hemat. Jika stok buku habis, bisa cetak ulang lagi dengan biaya cetak per buku lebih murah dibanding penerbit depok.

Pada paket penerbitan ini Bapak/ibu cukup mengirim naskah saja ke saya, tidak usah langsung melakukan transfer biaya penerbitan. Pembayaran biaya penerbitan buku dilakukan setelah buku dikirim dan diterima oleh bapak/ibu. 

Selain ketentuan pada gambar di atas, silakan perhatikan ketentuan lainnya sebagai berikut. 

Sertakan Kelengkapan naskah:

- halaman depan ( judul buku dan nama penulis saja),

- prakata 

-daftar isi (tanpa nomor halaman), 

- profil penulis

- sinopsis

  • Kelengkapan naskah dan isi naskah digabung  dalam 1 file Word. Jadi jangan dipisah-pisah menjadi beberapa file
  • File naskah dikirim dalam bentuk Microsoft Word 
  • Proses penerbitan hanya 15-20 hari. Namun, tetap jangan memberi target kapan harus selesai. Karena naskah harus mengantri untuk diproses.

Ketentuan dan Biaya Cetak Ulang Buku

  • Cetak ulang minimal 5 eksemplar
  • Biaya cetak per buku tergantung jumlah halaman. Saya beri contoh: 100 hal A5 = 25.000, 130 hal = 28.000. 150 hal = 30.000

Khusus untuk paket 650 ribu, boleh minta master PDF



Tanya Jawab

1.  bu vitriah dari MTsN Sumba Timur mohon izin bertanya 

Pertanyaannya :

  • Apa sajakah program yang ditawarkan / disiapkan bagi penulis dari program Indie?

Jawaban

  •  Penerbit indie menawarkan paket penerbitan.

2. Theresia Martini, Sekolah : SMP Negeri 6 Pangkalpinang, Gelombang 24.

Pertanyaan : 

  • Selain dengan tulisan resume apakah kita juga bisa mengirimkan puisi ? Bagaimana syarat dan upaya untuk menerbitkan puisi ?

Jawabannya :

  •  Iya bisa bu. Boleh jenis tulisan lain. Tidak harus resume untuk syarat menerbitkan buku Termasuk puisi boleh.  Biasanya kalau puisi minimal 30 puisi. Untuk puisi syarat khususnya itu saja bu. Ketentuan lainnya sama seperti tulisan lain. Seperti yang ada di postingan blog saya tadi

3. Ibu Parni- gelombang 23 - Wonosari Gunungkidul

Pertanyaannya :

  • Mohon bimbingan membuat buku dari resume PM ini, sehingga cepat antri di penerbit

Jawabannya: 

  •  iya siap bu. Oh iya saya jadi ingat. Pastikan naskah yang dikirim ke saya, sudah lengkap.  jika ingin diterbitkan lewat saya. Jangan sudah kirim naskah, tapi kata pengantarnya ketinggalan. Dikirimnya menyusul. Jadi pastikan betul-betul naskahnya tidak ada bagian yang ketinggalan. Cek lagi sebelum kirim ke saya

4. Ibu Siti Rohani  SMP Negeri I Kalirejo Lampung Tengah 

Pertanyaan :

  • Jenis buku yang diterima di penerbit Indie yang dapat untuk kenaikan pangkat juga.Seperti apa ya Pak?

Jawabannya :

  •  Iya buku solo yang terbit dari pelatihan ini bisa juga untuk kenaikkan pangkat.  Buku kumpulan resume bisa termasuk buku dalam bidang pendidikan. Penerbit indie terima semua jenis buku. Justru kita perlu menyesuaikan apa saja jenis buku yang diterima untuk kenaikkan pangkat,  setahu saya: buku dalam bidang pendidikan, kumpulan puisi, kumpulan cerpen. Sepertinya masih ada lainnya. Lebih lengkapnya silakan nanti di pertemuan ke 24 ada materi  Buku untuk Kenaikan Pangkat PNS

5. Ibu Mutmainah Lebak

Pertanyaannya :

  • Setelah menerbitkan buku di penerbit indie depok lalu dikemudian hari ada yang harus di revisi dalam buku tersebut. Apakah draf naskahnya dikembalikan kepada penulis  atau penerbit itu sendiri yang akan mengeditkannya  ? 

Jawabannya :

  •  betul nanti dalam prosesnya ada pengecekkan kembali oleh penulis,  baik penerbit depok maupun malang, sama seperti itu.  Jadi nanti penulis akan dikirimkan pdf naskah fix,  kemudian penulis mengecek isi pdf. Siapa tahu ada yang perlu direvisi jika ada yang direvisi, penulis menulis revisinya di format revisi yang akan saya berikan

6. I bu Elmiya Sari dari Pasuruan.  

Pertanyaan :

  • Apa kelebihan penerbit Malang dari penerbit lainnya?
  • Apa syarat-syarat ( kriteria)yang harus dipenuhi dari penerbit  Malang untuk penulis?

Jawabannya :

  • Jangan bingung bu, silakan nanti cobain saja satu-satu. 
  • Kelebihannya adalah biaya cetak ulang yang lebih murah, ada editing, jumlah maksimal halaman lebih banyak (150 halaman A5)bisa dibilang tidak ada syarat, seperti penerbit indie pada umumnya. Namun perlu dipahami ketentuannya. Bisa simak lebih lengkap disini: https://www.praszetyawan.com/2021/09/ini-cara-menerbitkan-buku-dengan-mudah.html

7.  Pertanyaannya :

  • Puisi minimal 30 kalau cerpen minimal berapa pak makasih.

Jawaban : 

  • Sebenarnya untuk keperluan penerbitan, jumlah minimal yang dimaksud adalah jumlah halaman agar tidak terlalu tipis. Saya katakan puisi minimal 30 karena puisi itu kan pendek-pendek. Sebenarnya tidak harus 30. Kurang boleh tapi setidaknya bisa mencapai 70 halaman A5.  A5 itu lebih kecil dari A4. Sekitar setengahnya A4. Nah untuk cerpen mungkin bisa 15-20

8. Ibu Sri Mulyani Wibusana SMAN Tanjungsari ,Sumedang,

Pertanyaannya :

  • Langkah apa yang harus saya tempuh ketika ingin menerbitkan buku?
  • Kalau ingin menerbitkan Jurnal untuk kenaikan pangkat apakah prosedurnya sama dengan buku buku yang lainnya?

Jawabannya :

  •  langkahnya, tentu pertama menulis naskahnya. tulisan-tulisan resume boleh dijadikan naskah buku. Kemudian membuat kelengkapan naskah yaitu halaman depan, prakata, daftar isi tanpa nomor halaman, profil penulis, sinopsis.
  •  Kalau jurnal beda lagi. Sekarang ini khusus buku saja. Tapi karya penelitian seperti PTK, skripsi, bisa dijadikan buku.

9. Pertanyaannya :

  • Ketika menebitkan buku secara Indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. dan itu saya pikir sebuah kekurangan dari penerbit Indie, dan kekurangan lainnya misalkan Editor di penerbit Indie itu dari penulis sendiri yang terkesan kurang profesional (mungkin banyak salah ketik atau typo). Apakah di dua rekanan penerbit Om Brian menyediakan editor yang profesional, minimal memiliki sertifikasi sebagai Editor buku Fiksi atau Non Fiksi
  • Bagaimana sih aturan baku dalam menentukan harga dari sebuah buku yang diterbitkan secara Indie..apakah berdasarkan jumlah halamannya atau karena temanya menarik? Saya terkadang kurang berminat membeli buku Indie karena harganya saya pikir kemahalan. 

Jawabannya :

  •   Iya betul keluar biaya menjadi kekurangannya penerbit indie. Seperti yang tadi saya sampaikan, itu konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi. Memang idealnya adalah menerbitkan di penerbit mayor. Namun menerbitkan di penerbit indie bisa sebagai batu loncatan untuk kemudian mencoba di penerbit mayor. Kalau langsung ke penerbit mayor, perlu perjuangan dan proses bertahun-tahun
  • Untuk editor penerbit rekanan saya, saya tanyakan dulu sudah bersertifikasi atau belum.
  • untuk harga buku ditentukan sendiri oleh penulis. Jumlah halaman berpengaruh terhadap harga, karena makin tebal, maka modal biaya cetaknya lebih besar.

10.  Ibu Rina Harwati MTsN 6 Bantul

Pertanyaannya :

  • Saya membaca biodata Bapak tentang prestasi pernah menjuarai lomba penulisan best practice. Kalau boleh tahu pengalaman praktik baik tentang apa dan bagaimana trik2nya utk dapat juara.

Jawabannya :

 Iya untuk tingkat kecamatan. Best practicenya tentang mengembangkan budaya menulis melalui pembuatan buku antologi karya siswa. Triknya tentu menulis hal yang pernah kita lakukan tapi belum pernah dilakukan orang lain di sekolah tempat kita mengajar. Di luar sana pembuatan buku masih menjadi hal istimewa, sehingga bisa juga menjadi kuncinya

11. Ibu  Zainab MTs  Negeri Sumba Timur

Pertanyaannya :

  • Untuk ISBN apakah di ajukan oleh penulis ataukah penerbit?

Jawabannya :

  •  Tentu oleh penerbit.  sudah tercantum di fasilitas penerbitan 
12. Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB, gelombang 23 

Pertanyaannya :

  •  Apakah bisa di kirim naskah buku pelajaran juga atau semacam diktat?
  • Bagaimana cara memohon Kata Pengantar, misalnya ke Om Jay?
  • Apakah dalam naskahnya sudah lengkap dengan halaman nya. Atau dibiarkan kosong agar di atur oleh penerbit?
  •  Apakah harus membuat semacam glosarium, index, daftar pustaka, dll. Untuk non fiksi?
  • Karya tulis apa saja yang bisa dihitung dalam Angka Kredit Guru sebagai syarat naik pangkat
Jawabannya:
  •  bisa
  • langsung japri orangnya. Mohon minta dibuatkan kata pengantar sambil disertakan file word naskah bapak
  • dibiarkan kosong nanti nomor halaman diatur penerbit
  • glosarium dan indeks tidak harus. Daftar pustaka jika memang ada kutipan yang bapak ambil dari buku lain.

 13. Ibu Sri  BM 24.

 Pertanyaannya :

  • Bagaimana untuk  syarat penerbitan buku di penerbit gamala pak, mohon penjelasannya  mengenai biaya, fasilitas; maksimum halaman dan ketentuan cetak biaya ulang pak, terimakasih

 silakan dibaca: https://www.praszetyawan.com/2021/10/murah-banget-menerbitkan-buku-ber-isbn.html

14.  Ibu Satrianah dari SDN 163 REJANG LEBONG BENGKULU

  • Sebenarnya saya tertarik untuk menerbitkan buku di penerbit Depok dengan pertimbangan lebih murah dan saya tidak perlu banyak buku. Apakah di penerbit Depok naskah tidak di edit lagi..? kalau tidak diedit oleh penerbit jadi kurang PD sebab kita masih pemula.

Jawabannya :

  •  Sebenarnya editor penerbit depok akan mengoreksi naskah kita. Tapi untuk kesalahan yang terlihat jelas secara sekilas. Misalnya kalimat yang belum selesai, kalimat yang kurang dimengerti, gambar yang seharusnya ada tapi tidak ada, dll. Editor akan menghubungi saya untuk konfirmasi ke penulis

15. Pak Sigit Bekasi.

Pertanyaannya :

  • saya ingin bertanya cita2 saya pingin penerbit yang nyari saya bukan saya yang datang ke penerbit apakah bisa?menghayal dulu gak apa-apa ya Pak

Jawabannya :

  •  Iya bisa saja pak. menulis di blog menjadi salah satu caranya. Bisa saja editor sebuah penerbit tertarik melihat tulisan-tulisan di blog kita kemudian berminat membukukannya


Kamis, 24 Februari 2022

Kak Uun Samsa

 



Setiap mendengar nama beliau, ada nyeri yang tak kumengerti. Air mataku tiba-tiba menetes tak terbendung. Ada penyesalan yang terus menggelayutiku. Padahal aku belum pernah bertemu dengan beliau, akan tetapi beberapa kali beliau menelponku dan ingin bertemu.
Ka Uun Samsa adalah pengarang lagu api unggun yang selalu dinyanyikan saat perkemahan. Lagu ini pertama kali dinyanyikan tahun1978. Beliau terlahir di Selaawi 6 September 1954 dan meninggal 24 November 2020.

Ka Uun adalah salah seorang guru yang mengabdikan hidupnya di SMPN 1 Selaawi. Garut. Beliau juga adalah salah satu inohong pramuka yang benar-bemar tanpa tanda jasa, karena sampai akhir hayatnya, tak ada penghargaan khusus dari pemerintah, padahal lagunya selalu dinyanyikan di setiap api unggun.

Saat itu saya tak sempat silaturahmi kepada beliau karena sedang pandemic covid 19. Aku tak berani untuk mengunjungi beliau karena aku takut jika aku membawa virus sehubungan dengan kondisi beliau yang saat itu sedang kurang sehat. Aku sempat mengajak Kak Amud, Kak Imat, Kak Ateng dan kakak-kakak yang lainnya untuk bersilaturahmi dan sekedar ngeliwet di Selaawi. Semuanya sudah direncanakan, akan tetapi saat itu memang pandemic membuat gerak kami sangat terbatas. 

Awal pertemuan via teleponku dengan beliau, karena saat itu ada tugas dari pengurus pusat Purna Jamnas 1991 untuk menyalurkan bantuan kepada yang terdampak covid 19. Namun diutamakan mereka yang aktif dalam pramuka. Saat itu aku mengusulkan kepada pengurus Purna Jambore Nasional 91, untuk wilayah garut, Kita bersilaturahmi kepada sesepuh pramuka di kabupaten Garut. 

Alhamdulillah semua sesuai rencana. Saat itu sedang bulan puasa, Aku, Ka Atep, Kak Widya dan Kak Ida, ditemani oleh Sesepuh Pramuka Garut yaitu Kak Ateng dan Kak Imat dan didukung oleh Kak Usep Basuki Eko yang saat itu menjadi Ketua Gugus Dharma Pramuka Kiansantang Kabupaten Garut, bersilaturahmi kepada beberapa inohong pramuka di kabupaten Garut, diantaranya, kak Aang, Kak edi (almarhum), Kak...., Kak.... . Sedangkan untuk Kak UUn karena jaraknya jauh, aku tidak ikut kesana. Kebetulan Kak Ida, lokasinya lebih dekat dengan Kak Uun sehingga Kak Ida yang mewakili Purna Jamnas 91 ke Kak Uun. 

Berikut ini adalah photo kegiatan silaturahmi kami ke inohong-inohong pramuka garut. mendengar nama beliau, ada nyeri yang tak kumengerti. Air mataku tiba-tiba menetes tak terbendung. Ada penyesalan yang terus menggelayutiku. Padahal aku belum pernah bertemu dengan beliau, akan tetapi beberapa kali beliau menelponku dan ingin bertemu. 
Saat itu pandemic covid sedang marak-maraknya. Aku tak berani untuk mengunjungi beliau karena aku takut jika aku membawa virus sehubungan dengan kondisi beliau yang saat itu sedang kurang sehat. 

Aku sempat mengajak Kak Amud, Kak Imat, Kak Ateng dan kakak-kakak yang lainnya untuk bersilaturahmi dan sekedar ngeliwet di Selaawi. Semuanya sudah direncanakan, akan tetapi saat itu memang pandemic membuat gerak kami sangat terbatas.
Awal pertemuan via teleponku dengan beliau,  karena saat itu ada tugas dari pengurus pusat Purna Jamnas 1991 untuk menyalurkan bantuan kepada yang terdampak covid 19. Namun diutamakan mereka yang aktif dalam pramuka. 


Saat itu aku mengusulkan kepada pengurus Purna Jambore Nasional 91,  untuk wilayah garut, Kita bersilaturahmi kepada sesepuh pramuka di kabupaten Garut. Alhamdulillah semua sesuai rencana. Saat itu sedang bulan puasa, Aku, Ka Atep, Kak Widya dan Kak Ida, ditemani oleh Sesepuh Pramuka Garut yaitu Kak Ateng dan Kak Imat dan didukung oleh Kak Usep Basuki Eko yang saat itu menjadi Ketua Gugus Dharma Pramuka Kiansantang Kabupaten Garut, bersilaturahmi kepada beberapa inohong pramuka di kabupaten Garut, diantaranya, kak Aang, Kak edi (almarhum), Kak...., Kak.... . Sedangkan  untuk Kak UUn karena jaraknya jauh, aku tidak ikut kesana. Kebetulan Kak Ida, lokasinya lebih dekat dengan Kak Uun sehingga Kak Ida yang mewakili Purna Jamnas 91 ke Kak Uun. 











fiorentia viviane lesmana