Pengikut

Senin, 07 Februari 2022

BAB 10 MENULIS RESENSI

 

Pengertian resensi

Resensi berasal dari bahasa Latin recensere yang berarti menimbang-nimbang atau menilai kembali. Pendapat lain mengungkapkan resensi berasal dari kata re dan scenaRe berarti kembali dan scene berarti pemandangan, resensi berarti memandang kembali, atau memandang berulang. Dari keduanya dapat disimpulkan bahwa resensi adalah kegiatan menilai atau menimbang kembali sebuah karya.

Menurut KBBI, resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau bisa disebut sebagai ulasan buku. Resensi juga diartikan sebagai pendapat atau pertimbangan redaksi tentang hasil kesenian, kesusastraan, dan sebagainya.

Resensi adalah kegiatan menilai baik tidaknya sebuah buku atau karya. Dalam membuat resensi, penulis perlu menulis seobjektif mungkin. Resensi tidak hanya diperuntukkan bagi sebuah buku melainkan pada film, drama, musik, dan karya lainnya. Resensi harus lebih dari sekadar ringkasan isi buku. Resensi harus menjadi respons yang terlibat dan terinformasi terhadap gaya, tema, dan konten. untuk memberikan tanggapan dan penilaian terhadap isi buku yang kita baca. Biasanya buku yang diresensi adalah buku terbitan baru, jadi melalui resensi ini para pembaca dapat menentukan menarik atau tidaknya buku yang mereka ingin baca. Penulis resensi seringkali mendapat kesulitan saat meresensi sebuah buku dan juga dikarenakan tidak boleh sembarang orang untuk meresensi sebuah buku dengan baik dan benar maka diharapkan langkah-langkah berikut ini dapat memberikan gambaran lebih jelas untuk dapat meresensi sebuah buku dengan baik dan benar.

Menentukan Buku yang Akan Diresensi

Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah menentukan genre dan jenis buku yang akan kalian resensi. Buku yang pantas dan layak untuk di resensi  memiliki beberapa persyaratan. Diantaranya adalah :

  • Buku yang memiliki kualitas baik
  • Buku yang belum pernah di resensi sama sekali
  • Buku terbitan baru
  • Buku yang membahas mengenai persoalan – persoalan aktual dan nyata

Mencatat Identitas Buku

Langkah selanjutnya kalian harus menuliskan identitas buku yang akan kalian resensi. ketika ingin menulis tanda pengenal dari buku tersebut yang harus kalian perhatikan adalah judul, penulis buku tersebut, penerbit, nama kota penerbit, cetakan, jumlah halaman pada buku, dan harga buku. Point – point ini penting untuk memberikan gambaran kepada orang yang akan mencari resensi buku baru.

Ikhtisar merupakan bentuk rangkuman sebuah buku. Ikhtisar buku disusun berdasarkan pokok – pokok yang terkandung dalam buku. Untuk menentukan pokok – pokok buku fiksi dan nonfiksi tentu berbeda. Untuk pokok dan isi rangkuman buku fiksi/novel dapat ditentukan berdasarkan peristiwa dan kejadian penting pada buku tersebut sedangkan untuk buku nonfiksi merangkum secara garis besar mengenai penjelasan tentang isi buku tersebut.

Kepengarangan

Pengarang seringkali dikisahkan di dalam buku tersebut. Ini dapat berkaitan dengan latar belakang, keahlian, sikap, dan karya – karya yang dibuat olehnya. Masing – masing bagian dikisahkan secara ringkas biasanya tidak melibihi satu paragraf. Biasanya bagian kepengaran ini akan dicantumkan dibagian halaman pertama atau halaman belakang dari sebuah buku, dari sana kalian dapat meringkas kepengarangan dari buku yang ingin kalian resensikan. Namun untuk pengarang yang sudah terkenal kalian dapat mencari informasi mereka langsung dari internet dan sumber -sumber lainnya.

Menjelaskan Kelebihan dan Kekurangan Buku

Jika ingin meresensi buku, penulis harus dapat menulis kelebihan dan kekurangan pada buku tersebut. kelebihan dan kekurangan pada buku dapat berkaitan dengan unsur – unsur buku tersebut. Ketika kalian sedang merangkum sebuah buku, maka kalian juga harus dapat menilai buku yang kalian rangkum. Penilaian pada buku harus dilakukan secara jujur dan objektif. Unsur – unsur yang dapat kamu berikan penilaian pada buku yang ingin di resensi seperti kejelasan, kekhasan, penguasaaan masalah, dsb.

Menulis Resensi Secara Lengkap

Ini adalah langkah terakhir dalam meresensi sebuah buku. Setelah kalian memperoleh data yang lengkap, selanjutnya data tersebut kalian rangkum ke dalam satu tulisan yang padu. Selain itu jangan lupa untuk mencantumkan sebuah rekomendasi atas kelayakan dan kepantasan buku tersebut untuk para pembaca. Resensi dapat berupa sumber utama, opini, ulasan ringkasan, atau ulasan ilmiah. Sebuah resensi dapat dimuat di majalah, surat kabar, atau media online. Tujuan resensi merujuk pada bagaimana sebuah karya dideskripsikan atau dianalisis berdasarkan isi, gaya, dan keunggulannya.

Tujuan resensi berbeda dengan sinopsis. Jika sinopsis bertujuan gambaran tentang alur cerita atau poin utama dan faktor penentu lainnya dari karya, tujuan resensi adalah mengeksplorasi tema dasar dari sebuah karya. Tujuan resensi harus dipahami para penulis resensi.

Tujuan resensi dimaksudkan untuk memicu diskusi intelektual tentang sebuah karya,  atau setidaknya keingintahuan di pihak calon pembaca. 

Beda resensi dan sinopsis

Perbedaan terbesar antara resensi dan sinopsis adalah apa yang sedang dijelaskan. Resensi harus mengeksplorasi tema dasar dari sebuah karya, sedangkan sinopsis hanya berkaitan dengan deskripsi plot. Baik resensi maupun sinopsis akan mendeskripsikan apa yang terjadi dalam sebuah karya, tetapi resensi lebih mungkin untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi dan apa artinya.

ini mungkin berbicara tentang motivasi karakter, bagaimana peristiwa tertentu dari plot memengaruhi mereka, apa yang coba dikatakan penulis dengan cerita, dan apa yang dapat diambil pembaca darinya.

Resensi dimaksudkan untuk memicu diskusi intelektual tentang sebuah karya, atau setidaknya keingintahuan di pihak calon pembaca. Pada saat yang sama, ulasan tidak harus menceritakan kembali cerita dengan cara yang sama seperti sinopsis. Faktanya, resensi buku terbaik tidak akan mengungkapkan segalanya tentang sebuah cerita buku.

Tujuan resensi

Menurut Jauhari, tujuan resensi adalah menyampaikan kepada pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya sastra patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Intinya, tujuan resensi adalah mengevaluasi/mengulas/mengkritik sebuah karya seperti film, pertunjukan, buku, dan lain-lain.

Tujuan resensi sebuah karya di antaranya adalah:

- Membantu pembaca untuk paham gambaran serta penilaian umum sebuah hasil karya dengan ringkas.

- Paham kelebihan dan kelemahan karya yang diresensi.

- Paham latar belakang serta alasan sebuah karya dibuat.

- Memberi masukan pada pembuat karya berupa kritik dan saran.

- Ajak pembaca mendiskusikan karya yang diresensi.

- Memberi pemahaman serta informasi dengan komprehensif pada pembaca, mengenai karya yang diresensi.

- Menguji kualitas karya dan membandingkan dengan karya lain.

Unsur resensi

Unsur resensi memastikan tujuan resensi tersampaikan pada pembaca. Unsur-unsur resensi di antaranya adalah:

Informasi tentang karya yang diulas

Unsur resensi yang pertama adalah informasi lengkap tentang karya yang diulas. Ini meliputi judul, penulis/pemilik karya, penerbit, tanggal publikasi, jumlah halaman, harga, edisi, volume, dan informasi dasar lainnya.

Pembuka

Pengulas harus menulis pembuka yang kuat untuk menawarkan panduan tentang isi ulasan lainnya dan untuk mendorong pembaca membaca lebih lanjut. Pembuka yang menarik bisa memaparkan informasi seperti tujuan karya, menghindari memberikan latar belakang yang luas tentang penulis atau subjek, dan menggunakan kata kerja aktif.

Deskripsi Konten

Unsur selanjutnya yang sangat penting adalah deskripsi konten. Setelah membuat pembuka yang menarik, kamu bisa mulai mendeskripsikan konten yang kamu resensi. Deskripsi meliputi plot, sudut pandang, keahlian pembuat karya, audiens yang dituju. Pada bagian ini, hindari mengomentari format atau pengeditan materi kecuali jika tidak biasa atau dilakukan dengan buruk.

Evaluasi

Evaluasi dalam unsur resensi mencakup seberapa baik pembuat karya menyajikan karyanya. Evaluasi ini harus lebih dari sekadar bahasa hambar seperti baik, menarik, atau mengecewakan untuk menjelaskan karya tersebut.

Evaluasi juga meliputi apakah penulis menyajikan argumen yang meyakinkan jika karyanya merupakan nonfiksi, apakah penulis menyajikan plot yang kohesif dan pengembangan karakter jika karyanya fiksi, dan apa yang membuat cerita dan bahasanya menarik atau tidak menarik.

Perbandingan

Dalam unsur resensi kamu juga bisa memberi perbandingan. Kamu bisa menyatakan bagaimana materi dibandingkan dalam bentuk dan konten dengan item sejenis lainnya. Peresensi harus merekomendasikan alternatif jika karya yang diresensi dinilai tidak baik.

Rekomendasi

Peresensi juga harus bisa memberi pernyataan bahwa sebuah karya terekomendasi atau tidak.

Bahasa Resensi

Dalam menulis resensi kamu bisa menggunakan kalimat-kalimat aktif. Berhati-hatilah untuk tidak mengulangi bahasa yang ditemukan dalam materi promosi. Kamu perlu menghindari klise dan jargon, penulisan yang lebih memperhatikan review itu sendiri daripada item yang sedang direview.

Hindari juga bahasa yang berlebihan, baik positif atau negatif, yang dapat merusak pemahaman pembaca tentang keadilan ulasan,bahasa kosong (bagus, menarik) yang tidak benar-benar menunjukkan nilai karya.

menulis resensi buku itu nggak boleh ngasal. Struktur resensi buku, terutama resensi buku non-fiksi, mencakup unsur-unsur penting yang harus dicantumkan, yaitu:

1. Judul resensi buku

2. Data/identitas buku

Terdiri dari:

- Judul buku

- Nama penulis, serta penyunting atau penerjemah bila ada

- Nama penerbit buku

- Tahun terbit buku, serta cetakan ke-sekian atau nomor edisi bila ada

- Dimensi buku, berapa cm ketebalannya atau berapa jumlah halamannya

- Harga buku

3. Pembukaan

Berisi tentang siapa penulis buku, prestasi yang pernah diraihnya, ciri khasnya, keunikan buku yang diulas dibandingkan dengan buku lain yang sejenis, kesan yang dirasakan terhadap buku, membuka dialog dengan pembaca resensi.

4. Isi

Bagian isi resensi mencakup:

- Sinopsis buku

- Ulasan, kutipan-kutipan dari buku

- Keunggulan

- Kelemahan

- Kerangka buku

- Tinjauan bahasa di dalam buku

5. Penutup

Berisi kesimpulan, rekomendasi buku ditujukan bagi siapa, mengapa buku tersebut direkomendasikan.

 

Buku Fiksi

Identitas Buku

Judul Buku: Koala Kumal
Penulis: Raditya Dika
Tebal Buku: 250 halaman
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2015

Ringkasan Koala Kumal

Raditya Dika adalah salah satu insan kreatif Indonesia yang karyanya selalu sukses diterima masyarakat. Kesuksesannya berawal dari aktivitas isengnya, yaitu nge-blogging.

Tulisan di blognya lalu diadaptasi menjadi sebuah buku fiksi berjudul Kambing Jantan, yang merupakan hasil karya perdana Raditya Dika.

Kelebihan 

Menuangkan kisah cinta yang sangat cocok untuk dibaca para remaja. Konsep temanya berbeda dengan buku-buku sebelumnya yang memang selalu sama. Menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami secara universal. Tata tulisan jauh lebih baik dibanding karya tulis perdananya “Kambing Jantan”.

Kekurangan 

Secara menyeluruh kekurangan hanya pada tebal bukunya saja yang lebih tipis dari karya tulis lainnya.

(Contoh resensi buku disalin dari Saintif)

 

Buku Non Fiksi

Identitas Buku

Judul : Pantai dan Kehidupannya

Pengarang : Edy Karsono

Penerbit : PT. INDAHJAYA Adipratama

Tahun terbit : Cetakan I tahun 1996

                          Cetakan V tahun 2003

Kota terbit : Bandung

Jumlah halaman : 64

Edy Karsono ialah pengarang dari buku berjudul Pantai dan Kehidupannya yang mengungkapkan bahwa pantai itu manfaatnya bukan hanya sebagai tempat berekreasi, banyak sekali manfaat-manfaat pantai yang sangat penting bagi manusia. Contohnya saja dalam bidang ekonomi, pantai sangat bermanfaat bagi penduduk sekitarnya untuk mencari nafkah sebagai nelayan.  Selain sebagai mata pencaharian, pantai juga banyak sekali makhluk hidup yang hidup di sana yang memilki berbagai manfaat yang beragam. Misalnya burung-burung laut yang bisa diambil telur dan dagingnya. Siput, udang, lokan, tiram, dan remis untuk dimakan atau dijual ke pasar. Anjing laut yang bisa dimanfaatkan dagingnya untuk dimakan dan bulunya untuk bahan pakaian orang-orang kaya di kota-kota besar.

Buku ini juga bukan hanya sekedar menjelaskan manfaat-manfaat pantai saja, melainkan buku ini juga menjelaskan tentang bagaimana sejarahnya pantai, apa saja bencana yang dapat terjadi di pantai, mengapa pantai harus dijaga kelestariannya, dan juga contoh-contoh negara yang menyalahgunakan pantai sehingga menyebabkan pantai dan makhluk hidup di sekitarnya menjadi terganggu. Selain itu pula, buku ini juga menceritakan berbagai macam hewan dan tumbuhan yang hidup di pantai, mulai dari kebiasaannya, caranya hidup dan mencari makan, caranya menghindari pemangsanya, dan lain-lain hal yang dapat kalian pelajari dari buku ini.

Buku ini juga menjelaskan dalam bentuk kalimat yang tidak terlalu rumit sehingga mudah dipahami oleh pembacanya. Walaupun disajikan dalam kalimat simpel yang sederhana, buku ini tidak menyajikan gambar-gambar berwarna melainkan hitam-putih saja namun relevan dengan topik yang dibicarakan dan cukup memberi gambaran informasi yang jelas. Itulah yang menyebabkan buku ini terasa sedikit membosankan, namun sangat berguna bagi kita.


Kelebihan

Informatif, lengkap, dan logis

Menggunakan kalimat yang sederhana sehingga memudahkan yang membacanya

Terdapat gambar yang relevan

Kekurangan

Desainnya tidak menarik

Gambar yang disajikan tidak berwarna

(Contoh resensi buku disalin dari Dosen Pendidikan)

 

Novel

Identitas Buku

Judul Buku: Negeri 5 Menara
Penulis: Ahmad Fuadi
Tebal Buku: 423 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009

Sinopsis

Novel karya Ahmad Fuadi ini sudah difilmkan. Tokoh utama di dalam novel ini adalah Alif. Ia lahir di Minangkabau. Sejak kecil, Ia mempunyai cita-cita menjadi seperti B. J. Habibie. Oleh karena itu, setelah SMP Ia berencana melanjutkan SMU di Padang. Ia berharap dapat kuliah di jurusan yang diinginkannya.

Amak Alif berkeinginan Ia menjadi penerus Buya Hamka. Hal ini membuat impian Alif kandas. Orang tuanya menawari untuk sekolah agama atau pergi ke pondok pesantren. Alif sempat kesal, namun Ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Akhirnya, Ia masuk pondok. Pamannya memberi saran untuk masuk ke Pondok Pesantren modern Gontor di Jawa Timur.

Awalnya Alif menjalaninya dengan setengah hati, namun akhirnya Ia tetap ingin melanjutkan di pondok posantren karena mendengar kalimat bahasa Arab “Man Jadda Wajada” yang artinya adalah barang siapa bersungguh-sungguh pasti bisa.

Di pondok, Ia memiliki teman baru yang berasal dari berbagai daerah. Mereka adalah Raja, Dulmajid, Said, Atang dan Baso. Mereka habiskan waktu sehari-hari dengan hafalan Al-Qur’an, belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris siang malam. Pada tahun pertama, mereka merasa berat namun tahun-tahun berikutnya mereka jalani dengan penuh warna dan pengalaman.

Suatu hari Baso keluar dari pondok, hal ini menggugah semangat Alif dan teman-temannya untuk segera lulus dan menjadi orang sukses serta mewujudkan impiannya untuk pergi ke benua Eropa dan Amerika.

Akhirnya, impian merekan terwujud. Alif berada di Amerika, Atang di Afrika, Raja di Eropa, Baso di Asia, Said dan Dulmajid di Indonesia. Anda dianjurkan untuk tidak meremehkan suatu impian karena Allah Maha Mendengar.

Kelebihan

Ceritanya menarik dan membuat pembaca penasaran untuk mengetahui lebih lanjut kehidupan di dunia pesantren. Di dalam novel ini banyak dijumpai motivasi.

Kekurangan
Bagian klimaks ceritanya kurang menonjol dan penjelasan mengenai kehidupan beberapa tokoh dalam novel tersebut kurang.

Contoh resensi novel fiksi di atas dapat bermanfaat bagi Anda untuk dijadikan sebagai sumber referensi. Dengan demikian, dapat memudahkan Anda dalam memahami isi dari masing-masing novel best seller yang ada di Indonesia.

(Contoh resensi buku disalin dari Sekolahnesia)

 

Buku Pengetahuan

Identitas Buku

Judul Buku: Satwa Terancam Bahaya
Penulis Buku: Jen Green
Penerbit Buku: Pakar Raya
Cetakan: Tahun 2006
Tebal: 32 Halaman

Ringkasan Satwa Terancam Bahaya

Banyak diantara kita yang sangat menyukai hewan liar. Akan tetapi, sekarang banyak hewan liar yang terancam punah. Bahkan beberapa diantaranya mungkin sudah punah.

Di dalam buku karangan Jen Green ini banyak sekali pengetahuan yang akan mengajak kita untuk lebih mengenal dan mengetahui penyebab satwa menjadi langka dan bagaimana cara menyelamatkannya dari kepunahan. Hewan dan tumbuhan punah merupakan hewan dan tumbuhan yang telah mati secara keseluruhan. Hewan yang sangat langka adalah hewan yang terancam kepunahan atau populasinya akan musnah.

Pada zaman dahulu, sudah banyak spesies yang telah punah. Hal ini dikarenakan hewan tersebut tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

Pada zaman sekarang ini sedang terjadi pemanasan global yang merupakan perubahan suhu bumi dengan cepat. Banyak sekali penyebab hewan menjadi langka bahkan punah.

Pencemaran, penebangan liar, perburuan secara besar-besaran, penangkapan ikan yang berlebihan, hujan asam, itu semua dapat menyebabkan satwa menjadi langka.

Untungnya masih ada kelompok atau komunitas pecinta alam yang bersedia menyelamatkan satwa langka. Seharusnya tidak hanya pecinta alam saja yang membantu menjaga melestarikan satwa langka. Akan tetapi masyarakat juga harus bertindak, salah satunya dengan mematuhi UU yang berlaku tentang perlindungan satwa langka.

Kelebihan 

Jika dari tata bahasa, buku ini mampu membantu siswa dengan kemampuan baca yang berbeda dan dapat menikmati buku yang sama. Baik itu secara materi di kelas maupun bacaan kelompok sendiri.

Kekurangan 

Masih terdapat beberapa istilah asing yang tidak ada penjelasannya. Sehingga masih menimbulkan tanda tanya untuk para pembacanya.

(Contoh resensi buku disalin dari Saintif)


Teks eksplanasi

 



Teks eksplanasi memiliki fungsi untuk menjelaskan atau menerangkan bagaimana atau mengapa suatu hal terjadi. Teks eksplanasi ini berisi penjelasan rinci suatu fenomena.

Segala proses yang terjadi akan dijelaskan secara rinci dan logis dalam teks eksplanasi. Untuk mengenali teks eksplanasi, kamu perlu mengetahui ciri-ciri dan juga strukturnya. Tentunya melengkapinya dengan melihat contoh akan membuat kamu lebih memahaminya.

Teks eksplanasi biasanya berkaitan dengan fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lain sebagainya. Teks eksplanasi bisa kamu temukan dalam bacaan sehari-hari, terutama pada artikel.

Eksplanasi berarti tindakan menerangkan atau menjelaskan baik berupa  keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan. Jadi, teks eksplanasi bisa dimaknai sebagai teks yang menceritakan bagaimana atau mengapa sesuatu terjadi.

Teks eksplanasi adalah sebuah teks yang berisi tentang proses-proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya. Apa itu teks eksplanasi akan memberi tahu pembaca bagaimana sesuatu bekerja atau mengapa sesuatu terjadi. Teks ini berisi penjelasan rinci dan secara logis menggambarkan tahapan dalam suatu proses.


Pengertian teks eksplanasi menurut ahli

- Anderson.  Teks eksplanasi adalah  bentuk teks yang menyajikan serangkaian peristiwa. Tujuan dari teks eksplanasi adalah untuk memberitahukan setiap langkah proses (bagaimana) dan memberi alasan (mengapa).

- Priyatni. Menurut Priyatni,  teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan tentang proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya. Sebuah teks eksplanasi berasal dari pertanyaan penulis terkait „mengapa‟ dan „bagaimana‟ suatu fenomena terjadi.

- Isnatun dan Farida. Isnatun dan Farida mendefinisikan  teks eksplanasi sebagai teks yang menjelaskan tentang terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

- Restuti ( 2013:85 ). Menurut Restuti, pengertian teks eksplanasi adalah sebuah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.

- Mahsun ( 2013: 189 ). Menurut Mahsun, teks eksplanasi adalah  disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup.

- The Contemporary English-Indonesian Dictionary: 651. Menurut The Contemporary English-Indonesian Dictionary, pengertian teks eksplanasi adalah sebuah teks yang berisi tentang proses-proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya. 


Berikut ciri-ciri teks eksplanasi:

1. Memiliki tujuan untuk memberikan informasi, pengertian, dan pengetahuan.

2. Memiliki sifat menjawab pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana.

3. Disampaikan dengan gaya yang lugas dan menggunakan bahasa baku.

4. Umumnya disajikan dengan menggunakan susunan logis.

5. Biasanya memuat penunjuk keterangan waktu, penunjuk keterangan cara, konjungsi kronologis, dan kata tunjuk.

6. Termasuk jenis teks non-fiksi yang di dalamnya terdapat data, fakta, serta opini yang logis.

7. Bersifat faktual, di mana ia memuat seluruh informasi yang bersifat fakta dan ilmiah.

8. Menggunakan konjungsi kausalitas maupun kronologis. Konjungsi kausalitas contohnya adalah: antara lain, sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, atau sehingga. Sementara konjungsi kronologis contohnya adalah: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya.

Struktur Teks Eksplanasi

Ada tiga struktur utama dalam teks eksplanasi. Ini meliputi pernyataan umum, deretan penjelasan, dan kesimpulan. Berikut penjelasannya:

1. Pernyataan umum

Pernyataan umum berisi gagasan yang berupa kalimat-kalimat yang menjelaskan tentang suatu fakta yang bersifat umum. Pernyataan umum merupakan penjelasan tentang topik utama.

2. Penjelasan

Deretan penjelasan merupakan inti dari teks eksplanasi. Bagian ini berisi kalimat-kalimat yang menjelaskan pernyataan umum. Deretan penjelasan dijelaskan fakta tentang proses terjadinya sesuatu dan sebab akibat sesuatu itu terjadi.

3. Kesimpulan

Kesimpulan atau interpretasi berisi ringkasan penjelasan dari penulis. Bagian ini juga berisi gagasan yang dapat berupa tanggapan, kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap sesuatu.


Jenis Teks Eksplanasi

1. Eksplanasi Sequential

Merupakan jenis eksplanasi yang menjelaskan secara rinci tahapan suatu fenomena, seperti urutan siklus kehidupan rantai makanan.

2. Eksplanasi Faktorial

Merupakan jenis eksplanasi yang menjelaskan efek serta hasil dari suatu proses. Seperti efek terjadinya kolonialisasi contohnya.

3. Eksplanasi Teoritis

Eksplanasi ini berisi spekulasi kemungkinan yang mungkin terjadi di balik suatu fenomena alam. Contohnya saat ada letusan gunung merapi mungkin bisa menjadi pemicu terjadinya bencana alam lain yang lebih dahsyat.

4. Eksplanasi Kausal

Merupakan jenis eksplanasi yang menjelaskan tentang asal-muasal atau penyebab terjadinya sebuah perubahan pada suatu hal secara bertahap. Contohnya bagaimana proses terjadinya tanah longsor.

Contoh Teks Eksplanasi

Proses terjadinya hujan

Dalam ilmu geografi, hujan tak hanya sekadar turunnya air ke permukaan bumi. Hujan bisa terjadi karena sebuah proses yang terjadi di alam. Proses terjadinya hujan melalui beberapa tahap. Ada tiga tahapan utama proses terjadinya hujan yaitu evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.

Evaporasi merupakan proses perubahan air yang berwujud cair menjadi gas sehingga air berubah menjadi uap-uap air dan memungkinkanya untuk naik ke atmosfer bumi. Semakin tinggi panas matahari jumlah air yang menjadi uap air dan naik ke atmosfer bumi juga akan semakin besar.

Uap-uap air yang naik pada ketinggian tertentu akan mengalami proses kondensasi atau pengembunan. Proses kondensasi terjadi dimana uap air tersebut berubah menjadi partikel-partikel es berukuran sangat kecil.

Perubahan wujud uap air menjadi es tersebut terjadi karena pengaruh suhu udara yang sangat rendah di titik ketinggian tersebut. Partikel-partikel es yang terbentuk akan saling mendekati dan bersatu satu sama lain sehingga membentuk awan.

Proses prespitasi adalah proses mencairnya awan akibat pengaruh suhu udara yang tinggi. Pada proses inilah hujan terjadi. Butiran-butiran air jatuh dan membasahi permukaan bumi. Awan-awan yang terbentuk kemudian tertiup oleh angin dan mengalami perpindahan dari satu tempat ketempat lainnya. Proses ini disebut adveksi atau proses perpindahan awan dari satu titik ke titik lain dalam satu garis horizontal akibat arus angin atau perbedaan tekanan udara.

Demikian tiga tahapan utama hujan. Proses-proses tersebut harus dilalui sebelum turunnya hujan ke bumi. Hujan merupakan salah satu dari siklus hidrologi yang merupakan suatu siklus perputaran air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi dan berlangsung secara terus menerus.



UNSUR EKSTRINSIK CERPEN


 


Unsur ekstrinsik novel adalah unsur luar yang berada dalam sebuah cerita yang juga ikut membangun jalannya suatu cerita. Unsur ekstrinsik novel dapat berupa keadaan subjektivitas pengarang yang memiliki sikap, keyakinan, dan pandangan hidup.

Unsur ekstrinsik novel juga seringkali disebut mirip dengan bagian dari unsur intrinsik yaitu pada bagian “Amanat”. Berpengaruh dengan memberikan nilai-nilai positif yang melekat pada cerita. Sementara nilai-nilai yang ada pada unsur ekstrinsik novel memang tidak berpengaruh secara nyata namun, jika dipahami dengan dalam maka akan terasa.

Secara umum, unsur ekstrinsik novel berasal dari luar karya sastra dengan secara tidak langsung memengaruhi strukturnya. Ada tiga unsur ekstrinsik novel yang umum, yaitu unsur biografi, unsur sosial, dan unsur nilai.



Berikut ini terdapat sejumlah pendapat mengenai pengertian unsur ekstrinsik novel menurut para ahli, yaitu:

Tjahjno

Mendefinisikan unsur ekstrinsik novel sebagai hal-hal yang berada di luar dari struktur karya sastra, tetapi sangat dipengaruhi karya sastra tersebut.

Nurgiyantoro

Nurgiyanto menyatakan bahwa unsur ekstrinsik novel adalah unsur luar dalam karya sastra yang memiliki sifat tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme atau bagian terpenting karya sastra.

Aminuddin

Unsur ekstrinsik novel merupakan unsur yang berada di luar dari suatu karya atau cerita, tetapi dapat menentukan bentuk dan isi suatu karya itu sendiri.

Mido

Unsur ekstrinsik novel adalah latar belakang dan sumber informasi yang tidak bisa diremehkan karena memiliki nilai, arti, dan pengaruhnya.

Sumasari

Unsur ekstrinsik novel dapat dijelaskan sebagai suatu unsur yang menyusun karya sastra yang bersumber dari luar dan berkaitan dengan aspek sosiologi, psikologi, dan lain-lain.

Unsur Ekstrinsik Novel Menurut Para Ahli

Unsur ekstrinsik novel dapat dijelaskan sebagai suatu unsur yang menyusun karya sastra yang bersumber dari luar dan berkaitan dengan aspek sosiologi, psikologi, dan lain-lain. Menurut Rene Wellek dan Austin Warren dalam Tjahajono (1988:450), pengkajian terhadap unsur ekstrinsik novel mencakup empat hal yaitu:

1. Unsur ekstrinsik novel mengkaji hubungan antara sastra dengan biografi atau psikologi pengarang. Anggapan dasarnya, latar belakang kehidupan pengarang atau kejiwaannya   akan mempengaruhi terhadap proses penciptaan karya sastra dalam membangun unsur ekstrinsik novel.

2. Mengkaji hubungan sastra dengan aspek-aspek politik, sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Situasi sosial politik ataupun realita budaya tertentu akan berpengaruh terhadap karya sastra sebagai unsur ekstrinsik novel.

3. Unsur ekstrinsik novel adalah mengkaji hubungan antara sastra dengan hasil-hasil pemikiran manusia, ideologi, filsafat, pengetahuan, dan teknologi.

4. Mengkaji hubungan antara sastra dengan semangat zaman, atmosfir atau iklim aktual tertentu. Semangat zaman untuk membangun unsur ekstrinsik novel bisa menyangkut masalah aliran semangat digemari saat ini.

Sedangkan menurut Aminuddin, unsur ekstrinsik novel dibagi menjadi beberapa. Berikut rinciannya:

1. Nilai agama

Nilai agama yang dimaksud adalah nilai-nilai yang terkandung dalam cerita yang memiliki aturan atau ajaran keagamaan atau religi.

2. Nilai moral

Nilai moral merupakan nilai-nilai yang berhubungan dengan etika atau sopan santun dan juga akhlak. Nilai moral pada cerita umumnya dapat berupa nilai moral yang baik ataupun sebaliknya tergantung pada pengarang.

3. Nilai sosial

Nilai sosial adalah nilai yang berkaitan dengan masyarakat atau lingkungan sekitar. Nilai sosial dapat dilihat dengan mengamati interaksi antara tokoh utama dengan tokoh yang lain atau tokoh utama dengan lingkungan atau masyarakat.

4. Nilai budaya

Nilai budaya adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan kebiasaan atau tradisi yang sudah melekat pada suatu daerah.


Ada tiga unsur ekstrinsik novel yang umum, yaitu unsur biografi, unsur sosial dan unsur nilai. Berikut ini rinciannya:

1. Unsur Biografi

Unsur ekstrinsik novel yang pertama adalah unsur biografi atau latar belakang penulis. Latar belakang penulis sangat mempengaruhi isi dan cerita novel secara signifikan. Yang dimaksud unsur biografi merupakan unsur tentang latar belakang penulis, di antaranya meliputi tempat tinggal penulis, keluarganya, latar belakang pendidikannya, lingkungannya dan sebagainya.

2. Unsur Sosial

Berikutnya unsur sosial juga termasuk sebagai salah satu unsur ekstrinsik novel. Unsur sosial atau kondisi sosial budaya sangat erat kaitanya dengan kondisi masyarakat ketika novel dibuat. Artinya keadaan sosial turut mempengaruhi isi dan cerita novel tersebut. Yang meliputi unsur sosial antara lain adalah kondisi politik, kondisi sosial, kondisi ekonomi, ideologi negara serta lingkungan masyarakat sekitar dari penulis novel.

3. Unsur Nilai

Yang terakhir ada juga unsur nilai yang menjadi salah satu unsur ekstrinsik novel. Yang dimaksud unsur nilai adalah nilai-nilai yang terkadung dalam novel. Unsur ini turut melatarbelakangi cerita novel dan arah jalan ceritanya dari awal sampai akhir. Unsur nilai dalam novel berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam novel, bisa berupa nilai agama, nilai sosial, nilai budaya dan nilai moral dalam cerita novel.

UNSUR INTRINSIK CERPEN

 



Cerpen adalah adalah karya fiksi singkat yang biasanya ditulis dalam bentuk prosa. Isi dari cerpen, padat dan langsung kepada inti cerita. Pembangun seluruh bagiannya adalah unsur intrinsik cerpen.

Unsur Intrinsik cerpen terdiri dari delapan bagian, yakni tema, alur, tokoh, penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Semua unsur ini mirip dengan karya sastra sejenisnya, hanya saja dalam cerpen memiliki konsep lebih ringkas dan sederhana. 

Perlu diketahui bahwa cerpen adalah karya fiksi prosa yang bisa dibaca dalam sekali duduk, 20 menit sampai satu jam dengan panjang cerita seribu hingga 10 ribu kata. Ciri-ciri ini yang membuat unsur intrinsik cerpen memiliki perbedaan dengan pembangun cerita yang lain.



Tema

Tema adalah unsur intrinsik cerpen yang menjadi dasar cerita. Unsur intrinsik cerpen tema sering disamakan dengan ide atau tujuan utama cerita. Tema merupakan unsur intrinsik cerpen yang menjadi sebuah ruh atau nyawa yang ada di dalam karya prosa seperti novel.

Tema bisa disebut ide utama dalam membuat cerita, karena tema adalah penentu latar belakang dari cerita tersebut. Tema dalam unsur intrinsik cerpen berisikan gambaran luas tentang kisah yang akan diangkat sebagai cerita dalam cerpen sehingga sangat penting memikirkan tema sebelum menulis cerpen.

Biasanya, tema ini kelihatan jelas dalam cerita, tetapi bukan lewat ungkapan langsung. Untuk menentukan tema dari sebuah cerpen, kamu perlu membaca dari awal sampai akhir dulu.


Alur

Unsur intrinsik cerpen yang kedua adalah alur atau plot. Alur dalam cerpen adalah jalan cerita. Cerpen harus memiliki jalan cerita yang jelas.

Alur sebagai unsur intrinsik cerpen biasanya memiliki beberapa tahapan mulai dari perkenalan, penanjakan, klimaks, anti klimaks dan penyelesaian.

Alur unsur intrinsik cerpen dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus.

2. Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur (flashback).

3. Alur campuran adalah campuran antara alur maju dan alur mundur.

Penulis bisa menceritakan tentang konflik terlebuh dahulu, kemudian menceritakan tentang awal konflik terjadi, dan pengenalan tokoh. Ada juga alur maju-mundur yang merupakan kombinasi dari kedua alur ini.

Tokoh merupakan unsur intrinsik cerpen yang sangat penting. Unsur intrinsik cerpen seperti tokoh adalah meliputi orang atau karakter yang ditampilkan dalam cerita.

Oleh pembaca, tokoh sebagai unsur intrinsik cerpen ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dari tindakan yang diceritakan.

Tokoh dalam unsur intrinsik cerpen dibagi menjadi tiga karakter, yaitu:

1. Tokoh Protagonis: tokoh utama pada cerita.

2. Tokoh Antagonis: tokoh penentang atau lawan dari tokoh utama.

3. Tokoh Tritagonis: penengah dari tokoh utama dan tokoh lawan.

4. Tokoh figuran, yaitu tokoh dalam cerpen yang menjadi tokoh pembantu dan memberi warna pada cerita.


Penokohan

Istilah penokohan lebih luas dari pada tokoh dan perwatakan. Penokohan dalam unsur intrinsik cerpen mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca.

Penokohan dalam unsur intrinsik cerpen merupakan penentuan watak atau karakter dari tokoh tersebut. Penokohan ini bisa digambarkan dalam sebuah ucapan, pemikiran dan pandangan saat menyelesaikan suatu masalah. Begitu juga melalui penjelasan narasi atau penggambaran fisik tokoh tersebut.


Latar/setting

Unsur intrinsik cerpen selanjutnya adalah latar. Unsur ini mengacu pada latar waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita. Latar dalam unsur intrinsik cerpen bisa membuat pembaca cerpen lebih paham tentang kapan, dimana dan sedang apa tokoh yang diceritakan.

Latar/Setting merupakan unsur intrinsik cerpen berupa gambaran tentang peristiwa-peristiwa yang ada di dalam cerita. Latar termasuk unsur pembangun cerita yang vital.

Latar/setting disebut unsur intrinsik cerpen sebagai landas tumpu, mengarah pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

Keberadaannya sangat penting untuk membangun suasana dalam cerita. Latar dalam unsur intrinsik cerpen dibagi menjadi beberapa macam, seperti waktu, tempat, sosial budaya, keadaan lingkungan, dan suasana.


Sudut Pandang

Unsur intrinsik cerpen yang tak kalah penting adalah sudut pandang. Sudut pandang adalah arah pandang dari unsur intrinsik cerpen seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita.

Sudut pandang menjadi cara atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca.

Sudut pandang sebagai unsur intrinsik cerpen memiliki beberapa macam jenis seperti sudut pandang orang pertama, kedua, atau ketiga. Ada juga sudut pandang dari penulis yang berasal dari sudut pandang orang yang berada di luar cerita.



Gaya Bahasa

Gaya bahasa dalam unsur intrinsik cerpen menjadi ciri khas dari penulis saat menuliskan cerita. Gaya bahasa ini bisa dibedakan dari penggunaan majas, diksi, dan pemilihan kalimat yang tepat di dalam cerpennya.

Ada penulis yang menggunakan unsur intrinsik cerpen berupa gaya bahasa baku dan ada yang menggunakan gaya bahasa santai. Setiap penulis cerpen tentu memiliki gaya bahasa yang berbeda-beda. Hal inilah yang membedakan satu penulis dengan yang lainnya.


Amanat

Amanat adalah unsur intrinsik cerpen berupa pesan moral yang ditulis oleh penulis cerita. Amanat bisa dipetik oleh pembacanya, setelah membaca karya tersebut.

Amanat atau pesan moral sebagai unsur intrinsik cerpen biasanya tidak ditulis secara langsung, melainkan tersirat. Namun, amanat dalam cerpen juga bisa ditulis langsung oleh penulis atau secara tersurat. Pembaca yang menyimpulkan sendiri apa pesan yang bisa diambil dari cerpen tersebut.


Ciri-ciri Cerpen

Alur Sederhana

Cerita pendek tidak memiliki alur cerita yang rumit. Kejadian, alur dan penempatan cerita umumnya hanya satu. Cerita pendek modern hanya sedikit mengandung alur. Plot tunggal yang mudah diisi adalah salah satu ciri khas cerita pendek dan membantu membentuk karakteristik lainnya.


Penokohan Terbatas

Cerpen juga biasanya hanya memiliki jumlah tokoh yang terbatas serta waktu penceritaan yang singkat.


Setting Padat dan Jelas

Paragraf pembuka cerita pendek harus dengan cepat menggambarkan latar cerita. Pembaca harus tahu kapan dan di mana cerita itu berlangsung.


Bagian Akhir

Bagian akhir dari cerita pendek merupakan penyelesaian dari permasalahan-permasalahan yang telah terjadi di dalam cerita serta penyampaian pesan moral.

Panjang Cerita

Seperti dijelaskan sebelumnya, panjang cerpen tidak lebih dari 10 kata. Cerpen dapat dibaca dengan sekali duduk.


Gaya Bahasa Sederhana

Pada cerpen, diksi dan gaya bahasa yang digunakan tidak terlalu rumit. Ini membuat cerpen lebih mudah dan cepat dipahami pembaca.


Pesan Moral

Di akhir cerpen, biasanya akan ditemukan pesan moral yang terkandung. Pesan moral ini bisa berupa pesan tersurat maupun tersirat.


Subjek

Cerita pendek biasanya berfokus pada satu subjek atau tema. Subjek atau tema bisa berkisar dari sesuatu yang biasa-biasa saja seperti tugas sehari-hari atau yang mendebarkan seperti dongeng hantu.

10. MENULIS ITU MUDAH

 Nama                : Lilis Ernawati

Pertemuan        :    10
Waktu              :  Senin,  7 Februari 2022 
Pukul                : 19 wib s.d selesai
Moderator        : Ibu Raliyanti
Narasumber     : Prof. Dr Ngainun Naim
Judul                : Menulis Itu Mudah



Sepanjang hari ini Garut di temani rintik hujan. Untungnya tak ada jadwal ke sekolah, sehingga bisa menemani suami yang masih dalam masa pemulihan. Awalnya mau terapipun, gakjadi. karena malas keluar. ya sudah seharian leha-leha di rumah aja, bikin cemilan dan kita makan-makan seharian. Niat dietpun gagal, apalagi saat mie ayam lewat, mulut ini tak bisa di tahan untuk menghalawnya dan menyuruh mampir ke rumah. Tapi bukan untuk berteduh karena hujan he,....he,...he....melainkan mau minta diisiin mie ayam,  mangkuk kosong yang kusodorkannya. gak..gak...gak...

 Bismillah niat sehat ajadeh,...dietmah belakangan yang penting perut kenyang, isi kantong gak kurang dan anak-anak tetap senang. Dua mangkuk mie ayampun selesai dibuatkan oleh si emang, pakai baso dan ceker juga, pangsitnyapun tidak lupa.....maknyus pokoknya,...selamat membayangkan.

 Waktu terus berjalan. Dan aku harus menyiapkan bahan ajar zoom meeting di  PKBM . Semuanya kunikmati sambil mengerjakan pekerjaan rumah yang gak kelar-kelar....pokoknya kerjakan semuanya dengan ikhlas dan hati riang,...sehingga pekerjaan cepet kelar dan rasa lelah gak kepanjangan.

 Waktu terus berlalu magribpun tiba. seusai mandi dan melaksanakan sholat magrib, kubuka gawai dan laptop lagi...ternyata ibu moderator sudah mengunci grup dan ngasih aba-aba jika acara sebentar lagi akan dimulai...

Sebelum acara dimulai aku penuhi amunisi usus besarku, kubuatkan hidangan untuk makan malam, sehingga pas webinar nanti, aku bisa sambil makan juga, he..he...perut kenyang, otakpun kenyang, paling-paling jari jemari aja yang bakal tegang dan butuh peregangan he,..he...

Seperti biasa dalam setiap kegiatan moderator akan membacakan susunan acara malam ini. Dan Ibu moderator kita yang ceria dan selalu menebar senyum, Ibu Raliyanti membuka acara ini dengan doa agar pembelajarannya membawa manfaat.

Adapun susunan acara malam ini adalah :
1. Pembukaan
2. Paparan materi
3. tanya jawab 
4. Penutup

Tak lupa juga Ibu Raliyanti mengingatkan kami untuk mengisi absen. karena terus terang saja, kalau tidak diingatkan aku juga suka lupa ngisi. selain itu Ibu Ralianti mempersilakan kami japri pertanyaan yang berkaitan dengan materi malam ini.

 Ibu Raliyanti menjelaskan, jika malam ini Prof Ngainun Naim akan memberikan keyakinan kepada peserta webinar bahwa Menulis Itu Mudah. 

Selanjutnya Ibu Raliyanti memberitahukan tentang profil Prof Ngainun Naim. Beliau adalah dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung , penulis buku, jurnal, motivator, serta pegiat literasi.
Kalau dilihat-lihat publikasi Buku dan Jurnalnya banyak banget sehingga tak mungkin bisa di tuliskan satu demi satu. Namun sebagian besar buku-bukunya tentang hal-hal yang berkaitan tentang islam, aturan islam, sejarah islam, literasi serta menulis.



Ini salah satu buku yang sudah saya baca secara online. Semoga kesampaian untuk dapat memilikinya. dalam buku itu terdapat tulisan yang membahas tentang 40 Jurus Jitu Mewujudkan Karya, antara lain yaitu:

Jurus 1: Mengubah Status Facebook Menjadi Buku
 Jurus 2: Menulislah Secara Ngemil
Jurus 3: Menulis yang Diketahui 
Jurus 4: Menulis sebanyak-banyaknya
 Jurus 5: Menulis tentang perjalanan 
 Jurus 6: Banyak Membaca untuk Produktif Menulis 
Jurus 7: Banyak Membaca, Banyak Ide.
 Jurus 8: Menulis Membuat Menjadi Penyintas.
 Jurus 9: Belajar Menulis kepada Penulis 
 Jurus 10: Menulislah sebelum ditulis.
Jurus 11: Menulislah secara berani
 Jurus 12: Buatlah Blog dan Isilah Secara Rutin
Jurus 13: Kegiatan Harian Sebagai Ide Tulisan
 Jurus 14: Menulis Itu Proses Belajar 
 Jurus 15: Formula Satu Hari Lima Paragraf 
 Jurus 16: Menulis Membuat Unggul 
 Jurus 17: Jadikan Webinar Sebagai Tulisan 
 Jurus 18: Rajin Blog Walking
 Jurus 19: Keindahan Tulisan dan Kekayaan Bacaan.
 Jurus 20: Bisa Menulis Merupakan Anugerah
 Jurus 21: Luangkan Waktu, Bukan Menunggu Waktu Luang.
 Jurus 22: Dengarkan, Catat, dan Olah Menjadi Tulisan 
 Jurus 23: Yakinkan Diri bahwa Anda adalah Penulis 
Jurus 24: Menulis Tanpa Beban.
 Jurus 25: Jalani, Nikmati, dan Syukuri.
 Jurus 26: Empat Level Malu dalam Menulis.
Jurus 27: Menulis Memberi Banyak Rezeki.
 Jurus 28: Menulis Membuat Plong .
 Jurus 29: Menulis Membutuhkan Perjuangan.
 Jurus 30: Menulislah Seperti Jam Dinding .
 Jurus 31: Menulis Itu ada Levelnya.
 Jurus 32: Jadikan Menulis Sebagai Hobi 
 Jurus 33: Mesin Ketik pun Bisa Membuat Produktif Menulis 
Jurus 34: Menjadikan Menulis Sebagai Kebiasaan 
 Jurus 35: Menulis Itu Keterampilan Sekolah Dasar 
 Jurus 36: Memahami Proses Menulis.
 Jurus 37: Mau dan Mampu Menulis .
 Jurus 38: Menulis Itu Terus Belajar 
 Jurus 39: Rekam, Transkip, dan Olah Menjadi Tulisan.
Jurus 40: Menulis Diri, Memberdayakan Diri.
 
Buku ini bahasanya ringan dan  mudah dimengerti oleh siapa saja. pokoknya enak dibaca, dan membuat kita merasa semangat lagi untuk menulis dan berkarya.

Prof ngainun dalam dialognya mengatakan bahwa pernyataan Menulis Itu Mudah,  sebenarnya relatif. Mengapa? karena  bisa saja orang-orang beranggapan bahwa menulis itu sulit, mudah, atau kadang mudah dan kadang sulit.

Namun beliau tetap meyakinkan peserta webinar, bahwa menulis itu mudah. Kecuali yang kurang sepakat karena merasa menulis itu memusingkan, walaupun sudah di depan laptop berjam-jam tetapi tidak satupun kata yang bisa diketik. Bahkan sudah mengikuti berbagai kursus menulis akan tetapi masih tetap saja belum bisa menulis.

Bagaimana agar menulis itu mudah dalam makna yang sebenarnya?
1. Ubah Pola Pikir
Pola pikir yang terbentuk di masyarakat yang mengatakan menulis itu sulit . sederhana kata-katanya. Namun dampaknya luar biasa. Hal ini tidak hanya kesan tetapi juga pengetahuan dan menjadi kesadaran, sehingga tertanam di pikiran kita bahwa menulis itu sulit. 
ubah pola pikir dan bangun pemahaman, keyakinan dan kesadaran dalam diri kita bahwa  menulis itu mudah. Saat kita mengalami kesulitanpun, coba tanamkan dalam diri kita bahwa menulis itu memang mudah.

2. Berlatih menulis
Teori menulis itu penting, akan tetapi jika tidak dipraktikkan seumur hidup kita tidak akan bisa menulis. Banyak penulis yang justru sekolahnya tidak ada hubungannya dengan menulis karena mereka mendisiplinkan setiap hari menulis. Jadikanlah menulis sebagai kewajiban dan hukumnya wajib menulis setiap hari walaupun hanya satu paragraf.

3. Banyak membaca
Menulis itu ibarat mengeluarkan tabungan bacaan.  Saya jadi teringat ungkapan dosen saya di IPI Garut, yang mengatakan bahwa makanan penulis yah... buku. Jadi saat penulis mengisi otaknya untuk bahan tulisan, yah membaca bukulah makanannya, nutrisinya. Ingat utamakan paham, bukan khatam. agar nutrisi yang kita makan berguna bagi seluruh tubuh.

4. Meluangkan Waktu
Jangan alasan sibuk, karena setiap orang memiliki kesibukan, pengangguran aja sibuk apalagi yang memiliki pekerjaan. jangan menunggu waktu luang, karena sulit rasanya. Namun luangkan waktu untuk menulis. 

5.  Rajin mengamati, rajin mencatat dan mengolah apa yang sudah dicatat kembangkan menjadi tulisan.

6. Belajar menulis kepada para penulis
Kunjungi, baca dan komentari tulisan demi tulisan di grup

Keren banget materinya, enteng tapi makjleb memang jam terbang tak bisa membohongi keahlian. luar biasa. terimakasih ilmunya Prof Ngainum Naim

Selanjutnya ke sesi tanya jawab.

Pertanyaan kesatu dari saya he...he... saya menanyakan bagaimana cara mengatasi ketidak pedean menulis setelah dikritik agar pede lagi? Dan tata tulis yang baik untuk sebuah artikel itu sebenarnya bagaimana? Karena selama ini saya melihat contoh para senior, bahasanya tidak baku dan terkesan santai. 
Jawabannya, " Waalaikumsalam Bu Lilis Ernawati. Salam kenal. Senang sekali Ibu berkenan membaca buku saya. Saya pernah memiliki pengalaman yang sama Bu. Saya dulu termasuk pemalu he he. Bahkan saat mahasiswa awal, berdiri di depan kelas saja saya bisa sesak nafas. Alhamdulillah seiring waktu rasa malu itu bisa teratasi. Dalam menulis juga sama. Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Namun saya kemudian membangun BENTENG DIRI. Malu itu bagi saya berlebihan. Pokoknya nulis saja. Silahkan kritik, baca, atau apalah. Tugas saya adalah menulis. Jika tidak setuju ya silahkan. Setuju ya silahkan. Pokoknya pede saja Bu. Insyallah menulis itu buanyak sekali manfaatnya. Tentang tata tulis para senior yang enak dibaca, itu persoalan JAM TERBANG. Semakin sering berlatih menulis, lama-lama tulisan akan enak dan mudah dipahami."

Pertayaan kedua dari  Ibu Lely Suryani  Banjarnegara..

1. Mudahnya menulis itu yang bagaimana yah.. ?

2. Saya sebagai ibu.. mohon saran terbaiknya dari master yang notabene maskulin.. agar saya bisa  mengatur waktu antara pekerjaan di rumah.. di sekolah dan keinginan untuk menulis..
Sehingga semua berjalan dengan baik.
Jawabannya, " ya bisa dikerjakan seolah nggak usah mikir Bu. Itu mudah. Seperti saya mengetik semua materi malam ini. Saya mengetik Bu. Saat menulis seperti di blog yang tadi saya bagi, saya ya mengetik begitu saja. Tidak butuh waktu lama. Mungkin karena sudah terlatih. Jadi ya mudah saja. Bahkan saya pernah membuat kolom di sebuah media online hanya dalam waktu kurang dari dua jam. Itu saya buat saat perjalanan di Bus. Karena redaksinya mintanya mendadak. Jadi begitu Bu. Ibu juga bisa kok. Saya yakin. Ibu sesungguhnya yang lebih mengetahui tentang saat yang memungkinkan untuk menulis. Saya jadi teringat sebuah video tentang seorang ibu yang kalau menggoreng lauk, ibu itu masih sempat menyapu dan mengepel. Kadang juga mencuci piring. Pokoknya dimanfaatkan waktunya untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat. Kalau Bapak, dalam video yang saya tonton, pokoknya menggoreng lauk ya menggoreng saja. Nggak ngelakukan yang lainnya.Video itu memberikan pelajaran kepada saya, meskipun tidak bisa dibuat hukum umum, bahwa ibu-ibu memiliki potensi manajemen waktu yang baik. Jadi ibu bisa mencermati waktu-waktu yang memungkinkan untuk membaca dan menulis.

Pertanyaan ketiga dari Ibu  Faridah
Asal Kota Muna Sulawesi Tenggara. 
1. Kalau Pak Prof sedang menulis tiba-tiba blank di tengah perjalanan, apa yang Prof lakukan?
2. Apa trik Pak Prof agar diawal dan akhir penulisan itu, enak dibaca ?
Jawabannya, "kalau sedang blank, saya biasanya ke dapur, bikin teh manis, atau kopi, atau minuman hangat lainnya. Saya lalu ke teras rumah, meregangkan otot pikiran. Setelah cukup saya kembali cek tulisan. Saya baca ulang. Jika belum ada ide, saya print. Saya baca. Jika tetap belum ada, saya akan baca-baca buku atau cari data di internet. Bisa juga diskusi dengan kawan. Dengan begitu biasanya ada ide yang menyambungkan kemacetan. Pertanyaan [2]: tergantung jenis tulisan. Jika tulisan di blog, saya memakai teknik FREE WRITING.  Pokoknya menulis apa saja yang ada di pikiran sampai habis. Tapi jika tulisan ilmiah tentu beda. Saya bikin draft, menulis, revisi, menulis lagi, revisi, menulis lagi, direview sejawat, revisi lagi, dan begitu sampai capek 

Pertanyaan keempat dari Ibu Maria dari DKI Jakarta.
1. Bagaimana agar tulisan selesai dengan baik? Sebab baru 100 kata sudah mentok.
2. Bagaimana cara mudah menuliskan artikel yang menginspirasi?
3. Apa saja strategi dan trik memulai tulisan agar lancar dan runtun. Seringkali saya menulis tidak runtun akhirnya tidak sesuai dengan tema. Malu rasanya setiap membaca tulisan yang tidak selesai
4. Cara mudah mengubah pola pikir agar kosa  kata untuk menya…

Jawabannya, "Saya percaya bahwa kebiasaan itu diawali dengan paksaan. Kita bisa jalan itu kan karena dipaksa orang tua. Kita bicara bahasa Indonesia kan juga karena paksaan. Nah, menulis itu awalnya harus juga dipaksa. Mari dengan sadar PAKSA diri kita untuk menulis. Paksa untuk menyelesaikan. Ingat kunci nomor 1 yang tadi saya sampaikan. Nanti akan terbiasa.
 [2] Tetap berproses, berlatih, dan terus berlatih. Lama-lama akan mudah.
 [3] Lancar dan runtut itu hasil dari kebiasaan. Misalnya Ibu bikin outline.
Pgri Raliyanti: Judul: MENULIS DI TENGAH KESIBUKAN
 [a]; Potret kesibukan sehari-hari (1 paragraf).
 [b] sibuk tapi ingin menulis (1 paragraf)
[c) Upaya mengelola waktu agar bisa menulis di tengah kesibukan (1 paragraf)
[d} penutup.
Dengan outline sederhana begini, semoga menulis ibu bisa lancar.
 [4-5] Tetap semangat. Paksa diri untuk berproses. Yakin semua masalah akan teratasi.


Pertanyaan kelima dari Ibu  khikmatul azizah Bumiayu , Bagaimana cara kita menuangkan tulisan / ide supaya menarik?
Jawabannya, " Caranya sederhana: buka komputer, ketik apa yang ada dalam pikiran. Terus ketik. Jangan diedit. sekali lagi, jangan menulis sambil ngedit.
 Terus ndak perlu diedit? Tentu perlu, tapi nanti setelah waktu yang berbeda. Jangan bareng nulis.
Pokoknya saat menulis ya menulis saja. Jangan dibaca, jangan diedit. Percayalah.

Pertanyaan keenam dari Ibu wulan sapeken
Pertanyaan: 
Point 1:mengenai pola fikir, sebagi penulis pemula jika memiliki pola fikir kritis dan setiap tulisan harus terlihat baik dan perfect,baik dan sempurna,apakah ini akan menghambat penulisan kita,sebagi penulis pemula? 
Kalo point 2 kita diwajibkan menulis secara rutin agar terbiasa dan ini menjadi tantangan penulis pemula.

Jawabannya, "Cara berpikir semacam itu terbalik. Saya kebetulan Profesor Filsafat yang menyukai menulis he hehe. Jika ingin menulis, mulailah dari yang tidak ideal. Jangan mulai dari yang ideal. Nanti ndak selesai. Pokoknya menulis dulu. Begitu selesai baru disempurnakan. Jangan kebalik. Nanti tulisannya nggak selesai. 


Pertanyaan ke tujuh dari  Yosefina Hoar Klau dari SMP Negeri 8 Kota Kupang
Pertanyaan: Bagaimana trik menyikapi hati saat mulai menulis agar bisa dikatakan bahwa menulis itu mudah...
Jawabannya, " Yakinkan diri sendiri bahwa menulis itu mudah. Jika sulit, tetap teguh pada keyakinan bahwa mudah. Nanti semuanya akan mudah.
 https://ngainun-naim.blogspot.com/2020/02/senja-di-pantai-warna-oesapa.html.
 Ini catatan saya tentang Kupang.

Pertanyaan kedelapan dari Ibu   Elmi  Pasuruan , Bagaimana cara membuka pola pikir rekan sejawat supaya mau menulis?
Jawabannya, " Saya teringat pesan filsafat: mulailah dari diri sendiri maka orang lain akan meniru kita. Tugas kita menyampaikan, bukan mengubah orang. Jika kita memberikan teladan yang menarik, orang akan ikut kita." 

Pertanyaan kesembilan dari Bapak  Robertus Priyo dari Pangkalpinang mau menanyakan faktor apa saja yang membuat kita kesulitan untuk menulis. 

Jawabannya, " Faktor pertama: internal. Ini faktor utama. Kata para ahli, kalahkan diri sendiri. Kalahkan rasa malas. Kedua: eksternal--lingkungan, fasilitas, dan sebagainya.

Pertanyaan kesepuluh dari Ibu Parni dari Wonisari, Gk, Gel 23
Pada awal memiliki komitmen dan semangat menggebu, saya harus menulis tiap hari. Namun setiap harinya, ada saja yang harus dikerjakan sampai larut, akhirnya tidak bisa mewujudkan menulis.
Bagaimana membangkitkan dan tetap menjaga komitmen meluangkan untuk menulis?
Antara keinginan dalam hati dan fakta yg dialami jauh berbeda.
Jawabannya, "  Hal terberat dalam menulis adalah MERAWAT KOMITMEN. Sesibuk apapun, luangkan waktu. Ambil jeda. Misalnya: sibuk mengajar sampai sore. Ambil 15 menit saja untuk menulis. Buat variasi kegiatan kita. Itu akan membuat hidup lebih indah. Yakinlah. Kita tidak akan rugi menyisihkan 15-30 menit untuk menulis. Akan sangat banyak manfaatnya.
Saya biasanya menulis dengan tulisan tangan saat menunggu Rektor menuju ruangan. Paling ya hanya dapat paragraf. Tapi itu lebih bermanfaat daripada tidak ngapa-ngapain.

Pertanyaan kesebelas dari Ibu Nelwiza, asal Riau 
Apa tipsnya diwaktu menulis sedang berlangsung menemui jalan buntu atau kehabisan ide untuk melanjutkan?
Jawabannya," Menulis itu ibarat naik motor. Kalau macet berarti ada masalah bahan bakar atau yang lain. Ya istirahat, ngopi, baca buku, dan tengok kembali tulisan kita. Jeda tetapi tetap ingat yang ditulis. Bukan jeda tapi lupa dengan yang ditulis. Kayak remaja yang begitu hujan datang yang diingat mantan, padahal punya jemuran." 

Pertanyaan keduabelas dari  Ibu Vivin  Sumenep,
Bagaimana caranya agar setelah membaca tulisan orang lain, kita tidak terpengaruh dengan gaya tulisan orang tersebut? Dan bagaimana memanajemen waktu dengan baik? Mohon pencerahannya. 
Jawabannya, " [1] nggak usah mikir seperti itu Bu. baca ya baca saja. pengaruh atau tidak itu hanya proses dan waktu. Kita itu punya karakter kita sendiri. [2] manajemen waktu: buat jadwal secara baik dan ikuti. Jangan buat tapi tidak diikuti." 

Pertanyaan ketigabelas Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB 
Setelah saya menerapkan disiplin dalam menulis benar saya rasakan dorongan terus untuk mengetik tuts laptop bukan ke medsos tapi ke word atau dikirim ke blog.
Namun kendala saya sekarang adalah mencari referensi buku. Di daerah kami, buku referensi masih kurang. Baik di perpustakaan daerah apalagi toko buku.
1. Bagaimana cara mencari referensi dengan syarat mudah tidak ribet? 
2. Bagaimana cara memilih buku atau bacaan referensi sesuai dengan apa yang kita mau tulis? 
Contoh saya mau tulis mengenai tips dan trik mengajar pada masa tatap muka terbatas ini. 
3. Bagaimana menjaga motivasi menulis ini terutama dalam hubungannya dengan keluarga, tempat tugas maupun mood haria…
Jawabannya, " Semangatnya penting dijaga Pak. [1] Bapak bisa kunjungi: https://scholar.google.co.id.  Di sini tersedia jutaan artikel jurnal dan buku. Bisa juga kunjugi: https://www.researchgate.net/. Dua itu saja dulu. Nanti komputernya nggak muat  [2] Kunjungi dua situs yang saya ketik di atas. Ketik: mengajar di masa pandemi."

pertanyaan keempatbelas dari Ibu  Sri Mulyani Wibusana, Bagaimana cara menumbuhkan gairah menulis? Dan bagaimana agar gairah menulis itu tetap stabil?
Jawabannya, "Kunci awalnya dipaksa Bu. Paksa diri untuk mencintai menulis. Nanti lama-lama akan terbiasa. Saya dulu memaksa diri untuk menulis. Sekarang merasakan nikmatnya.
Menulis itu buat saya berkah. Saya usul guru besar tanpa revisi sama sekali. tiga bulan 10 hari SK keluar. Selain karena anugerah Allah, faktor doa orang tua dan guru, faktor lainnya adalah karya tulis saya lebih dari cukup.

Pertanyaan kelimabelas dari  ibu Icut fiqa dari Aceh
Bagiamana cara kunci menulis esaayy dan menulis opini populer dengan mudah, karena jujur saya sangat sukar dimateri tersebut.
Bagaimana cara mengaplikasikan ide dengan  bahan yang ada di  sumber bacaan dengan baik.
Jawabannya, " Wah, Aceh mengingatkan saya pada Mi Razali  https://ngainun-naim.blogspot.com/2019/04/menikmati-mie-razali-banda-aceh_7.html.
 Kunci menulis apa pun itu bisa dibedakan menjadi dua: kunci dasar dan kunci umum.
 Kunci dasar menulis itu ya seperti yang sudah saya jelaskan pada banyak pertanyaan di atas
 Kalau kunci umumnya ya berkaitan dengan jenis tulisan."

Pertanyaan keenambelas dari Bapak Sigit  ...pertanyaan saya bagaimana cara mempertajam agar kita lebih mudah menemukan outline?
Jawabannya, "Bisa berlatih membuat outline sesering mungkin. Ingin menulis artikel, bikin outline. Semakin sering dilatih, semakin mudah.

 Closing statementnya :  Prof Ngainum meyakinkan bahwa menulis itu mudah, jika 6 kunci digunakan maka akan mudah dipraktekkan, namun jika hanya dibaca maka takada gunanya.

Benar-benar keren, jawabannya membukakan pintu hati peserta webinar dan membangkitkan kami semua untuk tidak bosan menulis dan semangat terus dalam menulis. Trism Prof Ngainum Naim, trim Ibu Raliyanti

Minggu, 06 Februari 2022

SITU SANGIANG PENUH LARANGAN

 SITU SANGIANG PENUH LARANGAN


 

Hari ini terasa penat sekali. Kota yang dulu nyaman untuk didiami, kini mulai panas. Banyak perumahan di kanan kri. Selain itu, supermarket mulai bertumbuhan mengalahkan pasar tradisional. 

aku bersama keluarga sengaja berjalan-jalan ke tempat yang terasa nyaman, adem dan jauh dari hiruk pikuk kebisingan kota.  Sengaja kami pilih tempat ini sebagai tempat wisata kali ini, karena ingin menghilangkan penat, dan sekalian lewat he..he... ada yang tahu kemana kami pergi hari ini? yah ke Situ Sangiang yang ada di Majalengka.  Jika kalian masuk ke destinasi wisata ini cukup membayar tiket Rp 15 rb saja dan bocah-bocah cilik keponakanku, karena anak bawang, mereka garatis masuknya.

Situ Sangiang dapat kita tempuh kurang lebih 90 Menit jika dari tempatku tinggal yaitu kota  Kuningan melewati Bantarujeg kemudian  Talaga.  lokasi ini sekitar 1000mtran lebih di atas permukaan laut (mdpl).  Saat mulai memasuki situ, kita disarankan untuk tidak membawa tas, karena banyak sekali monyet. kalaupun bawa tas dan makanan yah harus berhati-hati.

Sebenarnya hiburan kita di sini yaitu bisa memberi makan monyet dan ikan mas yang besar-besar. Kalau monyet jaman sekarang mah apa aja di makan sedangkan untuk ikan, di sekitar itu ada yang menjual roti, dan kita bisa turun ke situ sambil memberi makan ikan dengan roti. asyik banget sih, dan ini menjadi suatu hiburan alam yang menyenangkan. Tapi ingat, ikan-ikan di sini tidak boleh di ambil, karena mereka adalah bala tentara yang dulu menjadi penjaga di Kerajaan Talaga Manggung ini. Kalau kalian melanggar adat itu, katanya bisa jadi bencana buat kalian sekeluarga. Namun semua itu Wallahu alam bii sawab, kita tak tahu sebenarnya, akan tetapi kita sebagai pengunjung harus tetap menjaga adat istiadat daerah itu.

Orang bilang saat memasuki Situ Sangiang ini banyak mistisnya. tapi aku dan keluarga merasa biasa saja. Hanya rimbunnya pohon-pohon yang terasa sejuk dan nyaman. Namun memang ada kuncen yang menunggui makam di sana. Kamipun banyak melihat orang yang berziarah. akan tetapi kami tidak masuk ke dalamnya, karena membawa anak-anak kecil keponakanku, takutnya malah mengganggu kekhusuan para peziarah lain. 

Aku iseng melihat ke tempat pemakaman itu dan bertanya-tanya kepada orang yang akan ke sana. Katanya itu adalah makam Sunan Parung yang dulunya menjadi Sultan Kerajaan Talaga Manggung. 

Beliaulah yang dulu menjadi pemimpin di  Talaga Manggung ini sehingga makamnya di keramatkan oleh masyarakat sekitar Banjaran Majalengka. 

Situ sangiang luasnya kurang lebih sekitar 15 hektar sedangkan luas keselururah lokasinya kurang lebih 100 hekter,  luas banget bukan? Nah yang penasaran, ayo berkunjung ke sini bersama keluarga, asyik lho. jangan sendirian, gak asyik. Makanya kalian bebas menghirup oksigen yang bersih di sini. 

Untuk parkiran , jangan khawatir, Di sini tempat parkirnya luas, sehingga banyak keluarga yang membawa roda empat dan nyaman memarkirkan kendaraannya. Selain tempat parkirnya yang nyaman, di sini juga banyak gazebo-gazebo dan warung-warung penjual makanan. Jadi gakusah takut kelaparan kalau tidak membawa makanan. Tapi ingat, jangan buang sampah sembarangan, agar tempat in tetap nyaman dan betah buat kita berwisata alam. Karena kadang-kadang mereka yang tidak tahu aturan, setelah makan, malah sampahnya berantakan sembarangan. Kan sebagai pengunjung kita merasa gaknyaman dan jijik aja lihatnya.

Nah buat kamu yang seneng photo-photo slfi-selfi ria, jangan lupa siapin kameranya dan charge yang penuh baterainya. Kalian bisa ambil photo sepuasnya, karena emang banyak banget spot-spot yang keren di sini.

Jika dari pusat kota majalengka sendiri, lokasi ini memang dapat di tempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. gampang kok, sekarang banyak terdapat rambu-rambu penunjuk ke arah itu. Kalian gunakan google maps juga bisa, atau kalau mau cara ala tradisional yah tanya-tanya orang he...he... siapa tahu  ada yang cakep.......dan bisa di bawa pulang sm yang masih bujang ha,,...ha..ha....orang-orang di sekitar sini ramah-ramah kok, jangan khawatir

 

 

fiorentia viviane lesmana